Aku mau cerita tentang Bubur.
Ini adalah kali ke 3 kami ke sini, Sejak kamis kemarin dan akhirnya kami tidak kehabisan.
Kamis kami datang jam 09.30 pagi, dan tepat depan kami adalah porsi terakhir, Kedua kali kami datang hari sabtu jam 08.30 pagi, lagi-lagi depan kami adalah porsi terakhir, ahhh kurang 1 menit. Ketiga kali kami datang tak mau kesiangam, jam 08.00 kami datang di hari minggu dengan berpikir "banyak yang sepedaan dan olahraga, pasti makin cepat habisnya" dan benar saja, setiba di sana sudah rameee sekali. Alhamdulillah masih rejeki dan dapat.
Kenapa sih aku kekeuh banget mau makan bubur ini.
Pertama, pernah kah teman2 makan bubur ayam itu bener2 bubur ayam, bukan bubur dan ayam suwir? Sebagai pencita bubur, aku baru kali ini menemukan kang jualan bubur yang menaruh ayam sebanyak ini, bahkan ayamnya pun bersisa hingga suapan akhir. Kita bisa request "bu mau kulitnya ya, bu mau sayap ya" dikasih! Seperti aku tadi, bisa lihat difoto-foto ini. Lihat kan bagaimana banyaknya ayam yang diberikan.
Kalau lagi weekday, bahkan bisa request "yang satu daging dada, satunya daging paha ya" dan dikasih banyaak sekali (pengalamanku ya). Tadi pun banyak yang minta tulang pun dikasih.
Kedua, harganya Rp 15.000! seperti seporsi bubur yang kebanyakan bahkan ini murah menurutku kalau lihat apa yang disajikan. kita bisa minta toping dan kuah unlimited. Kuah kaldu mau sebanyak apapun dibiarkan, mau nambah 3x pun. Sambal gimana? Bebas ambil sesukanya. Kecap manis, kerupuk, emping, semuanya bebas kalau mau nambah bahkan klo lagi weekday bisa dikasih banyak.
Bagaimana dengan Rasa? Rasa relatif tergantung lidah masing-masing. Menurutku sih enak-enak aja, walaupun ada rasa bubut ayam yang lebih joss (seperti bubur ayam cirebon di deket Kantor ATR/BPN dan telkom Jalan Raden Patah atau Kemenristekdikti Jalan Kampung Bali, keduanya yang menjadi andalanku juga). Jangan bandingkan dengan bubur cikini, bubur alfa meruya ataupun bubur barito ya. Tidak apple to apple. Bandingkan dengan bubur cirebon gerobak pinggiran.
Aku Suka mikir "apa mereka gak rugi ya memberikan berlebihan kepada pelanggan." Coba kita sama-sama membayangkan, Harga 15.000 dapat apa? Ekspektasinya pasti "ya paling standard, lah suwir-suwir, kacang dikit". Nah kalau ini Harga 15.000 sepertinya terlalu murah dan mereka terlalu baik (menurutku). Rugi gak ya? Sepertinya tidak. Hingga saat ini mereka pun tetap jualan dan selalu ramai pengunjung, bahkan semakin banyak yang datang.
Sama-sama senang. Pelanggan senang dapat bubur yang selayaknya bubur, penjualpun senang karena pelanggan setiany selalu datang untuk membeli buburnya. Seneng deh dengan pedagang yang seperti ini, mungkin treatment mereka untuk membuat pelanggan loyal atau konsep "ngapain pelit-pelit sama pelanggan, toh dikasih segitupun untungnya juga tetap banyak". Gatau sih, tp semoga saja semakin ramai buburnya, rejeki mereka semakin baik, pelanggan semakin senang datang.
Dimana lokasi buburnya?
Bubur ini ada Di depan holycow kebun jeruk, jalan panjang.. Ini alamatnya : Bubur Ayam Tori
Aku sarankan jika mau ke sana datang pagi hari ya. Biar tak kehabisan seperti kami.











