• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

 

kadang dia malu-malu menampakkan keberadaannya kepada bumi. kadang ketika dia tidak bisa menahan malu-malunya, dia keluar hingga bumi bingung kenapa hujan seperti itu, liar. kadang malah hujan tidak menampakan wujudnya hingga lama kepada bumi, hingga bumi pun merindukan hujan..

bumi merindukan wangi hujan..

akuu menikmati harummu ketika bercampur dengan bumi..

menikmati dikota yang Indah ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Selamat pagi, Hai Bandungku. Sudah lama tak jumpa. Aku Rindu. Terlalu banyak kenangan di sini. Disetiap sudut kota ini mempunyai cerita. 

Tidak, ternyata akulah yang membuatnya memiliki cerita..








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
2017,, 29 tahun aku sudah tinggal di Dunia ini.

dibilang baru juga tidak, karena sudah 29 tahun lamanya, dibilang lama juga tidak, karena masih 29 tahun. ulang tahun bukan bertambahnya umur tetapi berkurangnya umur untuk tinggal dan beribadah di Dunia yang diberikan oleh Allah SWT. kalau dihitung-hitung dengan patokan umur Baginda Rasul, kira-kira masih sisa 40 tahunan lagi ya. sukur-sukur bisa lebih ataupun kurang, ntah lah hanya Allah SWT yang tahu. Sebagai manusia kita hanya bisa beribadah, berusaha berbuat baik selama sisa-sisa hidup di Dunia ini. dan aku maucerita ttg tgl November ini. ttg syukuran hari lahirku ini yang dimana aku memaksa ke pak suami. hehehehe..

tahun ini sedikit berbeda dan bisa sama juga dengan tahun sebelumnya, karena ini tahun ke-dua aku bersyukur usia bertambah (berkurang) bersama dengan suami, bedanya adalah aku memintaaaa untuk dikasih kejutan. hahahaha.  kenapa mintaaa? karena kejutannya aku yang request dan atur. karena pak suami ini romantisnya beda dengan aku. maksdnya beda itu, bukan berarti doi gak romantis yaa, tapi aku sebagai wanita ingin diunyuk2in sekali. wkwkwkwkwk... jadi apa yang diatur? gini...

1.kue ulang tahun sudah aku minta.

sehari sebelum tanggal ulangtahun bilang gini "yang pokoknya aku mau yaa niup lilin, eh tapi dari kemarin ntah kenapa denger dari ceramah kita sebagai muslim gak usah ikut-ikutan, tapi kan aku mau yaaaa sederhana. bukan hore-hore gitu loh antara kita aja"

pak suami : "tuh kan udha tau gak boleh, gak denger kata ustad apa?"

aku : "wkwkwkwk.. gpp yah sesekali, tahun depan gausah deh"

trus sehari sebelumnya mampir ke harvest (pak suami menuruti permintaan istrinya", milih sendiri, beli sendiri, nulis tulisannya juga sendiri. wkwkwkwkwkwkwkwk... *jadi certianya pak suami balas dendam, karena waktu dia mau ulang tahun, aku meminta dia untuk memilih sendiri kue nya. bahkan kadonya. wkwkwkwkw. sedangkan dia itu tipe yang kado kue itu harus rahasia, sedangkan aku tidak, karena kado kalau bisa apa yang disuka gitu =))) . dan tiup lilinnya subuh-subuh, karena malam harinya semua juga pada capek habis pada berkegiatan dilaur. wkwkwkwk.. begini lah penampakan kuenya..


2.minta dirayain di Bandung

jadi ini maksudnya sekalian kan kita memang ke Bandung, tapi sepanjang jalan dan di Bandung pun, aku minta gini

Hari H,  malam perjalanan ke Bandung

aku : "aku mau candle light dinner ya, dimana kek, banyak kaann tempat makan, trus pake kue gitu ya kecil aja, nanti tiup lilin lagi sendiri kita berdua

pak suami : "asdbuatwefadagywudbawudiauweh.. wageyatwefawyefawyegawu" - ya begitu lah responnya, semoga pada paham

sehari setelah hari H, sore menjelang magrib

aku : "pokoknya aku mau yaa hari ini kita makan malem kek candle light dinner"

pak suami : "ashduyaseygawuyeawuh..awdhauwygdawtgwayueu" - ini sekalian ngomel sampe adu mulut segala lagi di jalan. hahahahahaha..

intinya adalah pak suami itu romantisnya beda, dia gak bgtu suka kali ya yang begitu2an.. trus aku berucap

aku " sesekali aja sih, kan jarang-jaran"

pak suami : "iya-iyaaaaa..." -terpaksa

sampai di tempat makan, sudah pesan makan (akhirnya kita makan di Ambrogio Patisserie, resto baru yang harganya std bandung, utk orang jakarta sih keknya murah, porsinya ok, rasaya maknyus, tempatnya lucu)

bahkan sampai mesen makan pun aku maksa. yaampun kek istri tak berbakti dan durhaka, sampe pak suami sedih sendiri karena merasa tak romantis, tak sesuai harapan, wkwkwkwkw.. padahal maksdnya bukan kek gitu,, justru karena pak suami aku yakini tak akan membuat hal seperti ini, makanya request boleh kan sesekali. hahahahahaahah.. tapi hasilnya pun kami tersenyum bahagiaa kok. maaf ya sesekali tak apaa. hihihi..

 

3.Minta kado

jadi tahun ini aku meminta kado. kadonya juga request sendiri "KAMERA ANALOG" karena dulu kan emang main analog, kamera yg dulu sedih banyak yg ilang, sekarang ingin lagi. tapi tak langsung dikasih, karena kami patungan. niatnya mau beli kado untuk diri sendiri, pak suami tak setuju dikit kalau aku beli analog, tapi lama2 keknya patungan deh. hahahahahaha.. tapi bukan bulan ini, nanti ceritanya "late bday gift" saja. hehehehe..

 




ini foto-foto makan malam "candle light dinner" ala-ala yang diminta. tapi aku bahagiaa. makasih pak suami yang telah menuruti permintaan istrinyaa yang banyak maunyaa..

syukuran yang sangat sederhana tetapi aku bahagia sekali.


 




untuk #1minggu1cerita


 

Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Pengalaman saya dalam mengajar di sebuah perguruan tinggi terbilang baru. Yaa.. saya baru mengajar kurang lebih 1,5 tahun, seingatku start saya mengajar itu Maret 2016. Dalam perjalanan mengajar tersebut, saya tidak akan membahas mengenai proses dan selama saya mengajar tetapi akan cerita mengenai anak-anak bimbinganku. kenapa? karena saya berinteraksi cukup sering dan intim *lho kok intim*, yes karena dari hal tersebut banyak yang akhirnay curcol tentang keluarga, pekerjaan, kegalauan dan lain sebagainya.

dalam melakukan bimbingan, walaupun hanya menjadi dosen ke-2, saya selalu bertanya ke mahasiswa "kamu mau niat lulus kapan dan apa yang kamu bisa berikan, termasuk topik kamu seperti apa"

karena, hal ini dapat menentukan sejauhmana dan sedalam apa penelitian, apa yang bisa dan harus dilakukan, dan bahkan hingga prediksi nilai yang akan di dapatkan. contohnya seperti anak bimbinganku bernama Haqiqi. secara waktu dia baru menghadap kami (saya dan adit) sebagai pembimbing kalau tidak salah ingat sudah mau berdekatan dengan sidang proposal atau setelah proposal 1 selesai diuji. dan saat itu adalah dia juga ingin lulus Oktober. topik yang dia bawa sebenarnya menarik, dan waktu yang tersisa hanya sebentar lagi. saat itu saya tanya sama dia "kamu mau lulus kapan? dan mau bahas sejauh apa" - dia cerita panjang lebar dan saya pun langsung "cut", dan bilang yang intinya "kalau mau sejauh itu, kamu tidak bisa lulus wisuda oktober, dan kalaupun oktober saya  tidak tau nilai yang kamu dapat berapa karena ini saja belum jelas". oiyah dan haqiqi ini anaknya cukup tangguh, karena dia itu termasuk yang sidang proposalnya telat, tapi mau lulus oktober, jadi kami berdua mempersiapkan ketika setelah ujian proposal dia langsung survei. jadi disaat orang-orang sedang mengolah data, dia pun juga mengolah data. selama bimbingan sidang proposal, seminggu bisa beberapa kali bertemu, raut mukanya sampai stres banget.  *gpp ya qi*, memperlakukannya juga sedikit keras, kerap juga mendapatkan amarah dikit, karena blm siap untuk bimbingan dan tidak ada progres padahal dia mau lulus oktober. tapi Alhasil dengan target lulus dan intensitas bertemu yang tinggi serta dengan "apa yang harus dilakukan", Haqiqi ini bisa lulus wisuda oktober walaupun dari awal sudah diprediksi nilai TA nya tidak mungkin sempurna tetapi ternyata cukup bagus sesuai dengan prediksi saya (dan ntah sesuai ekspektasi dia atau lebih)

karena menurut saya, target yang kita rencanakan akan diturunkan menjadi sebuah tindakan yang harus dilakukan, seperti dalam penelitian. dalam penelitian kita punya Tujuan penelitian, dan untuk mencapai tujuan tersebut diturunkan dalam sasaran-sasaran. sasaran-sasaran ini merupakan rangkaian dan batasan dalam penelitian.

ada lagi satu mahasiswa bimbingan saya, namanya pudidi, pudidi ini dari nabire. dan sudah 1 tahun ambil Tugas Akhir dan gagal untuk maju sidang. yang saya tanyakan kepada pudidi adalah "mau lulus atau mau tugas akhirnya menjelimet", dia jawab "mau lulus" - pudi ini juga termasuk yang strong, kenapa? sering saya marahi masalah attitude berkirim pesan, moso ya kirim wa itu jam 1 malem, gak enak toh sama pak suami. sampai dia pun mengadu ke adit dan bilang takut menghubungi saya. pudidi ini juga saya perlakukan agak keras, sudah sering bimbingan bertemu tapi progres tidak ada. sampai saya melempar ke adit jika dia ingin bertemu. tak usah lah bertemu dengan saya kalau tidak ada progres. alhasil, dengan data dan kemampuan yang ada, kami (saya dan adit) mengarahkan TA dia sesuai dengan kemampuan dia. Alhasil dia lulus.

untuk yang lain kurang lebih sama, dari alur dan waktu pengerjaan, sesuai jadwal yang telah diberikan. walaupun sayapun yakin proses mereka mengerjakan itu tidak lancar.. karena mayoritas dari mereka, setelah sidang proposal (sidang bab 1-3) selesai, banyak yang menunda dan akhirnya dikejar deadline pengumpulan. hasilnya banyak yang tidak maksimal. tiba-tiba hilang 1-2 bulan, sampai harus diingatkan, baru mengerjakan, survei sebulan -1,5 bulan sebelum pengumpulan, mengolah data lalu terburu-buru mengerjakan dan selesai dengan hasil yang sesuai dengan yang diusahakan.

ada 1 anak bimbingan yang cukup unik, dia cerita survei sampai naik sampan dan karena dia mengerjakan TA nya dengan beneran dan serius, jadi setiap ditanya apapun dia bisa menjawab bahkan sampai hal detail bahkan bisa cerita tantang pengalaman naik sampan bahkan sampai detail yang membuat kami semua tertawa. hahahahaha..

--

ada yang unik dari beberapa judul dan proses mahasiswa-mahasiswa ini dalam pengerjaan TAnya, hal yang berbeda dari saya sewaktu kuliah di kampus gajah duduk. di kampus saya dulu (atau mungkin beberapa kampus lain juga), dalam mengerjakan penelitian khususnya teknik ataupun non-teknik, biasanya kami menggunakan analisis statistik atau tools lainnya untuk membantu dalam menjawab tujuan sasaran dan pengambilan kesimpulan guna pemberian masukan (karena salah satu tujuan menggunakan statistik kan memang ujungnya pemberi masukan kebijakan), apalagi di perencanaan wilayah dan kota, biasanya kami minimal menggunakan statistik yang sederhana seperti hubungan A dan B, erat kaitannya dan seberapa besar pengaruhnya, jadi ketika diuji tingkat kevalid-annya lebih tinggi daripada hanya penjabaran kuesioner dengan excel. dan ini yang tidak saya temukan kemarin. banyak yang menggunakan statistik deskriptif biasa tetapi bisa memberikan sebuah rekomendasi penanganan atau perencanaan atau strategi tertentu. ada benang merah yang sangat putus. bahkan dari awal (penentuan sampel). tetapi setelah diulik lebih jauh memang ada hal yang kurang dipahami. anak-anak sangat anti statistik, mereka mendapatkan pelajaran statistik itu 2 kali dan MAP pun 2kali, mungkin psikologi mereka yang males dengan statistik lalu ketemu MAP, semakin horor kali ya. tapi sayang sekali ketika pada akhirnya melakukan penelitian, Tugas Akhir mereka banyak yang tingkat validasi kesimpulannya rendah, karena tidak ada dasar, uji validasi, tingkat kepercayaan, nilai hubungan antara variable yang membuat mereka untuk memberikan rekomendasi, temuan setudinya hanya berdasarkan pengamatan dan kuesioner tunggal..

kalau untuk judul sendiri, banyak sekali yang "strategi penanganan .....", dan setelah melihat hasilnya sangat jauh dengan hal tersebut.. hanya sekedar desprisi, lalu tiba2 muncul strategi penanganan, analisis yang digunakan deskrptif biasa. harusnya ada hal lain, misalnya analisis swot, analisis statistik xxxx,, dan menurut saya sendiri tidak bisa seorang yang belum lulus S1 dapat melakukannya, walaupun ternyata hanya 1 aspek, tapi berpengaruh ke semuanya. tetapi lebih menarik jika "analisis keterkaitan antara keberadaan stasiun dengan tingkat penggunaan stasiun dalam pengembangan kompak" atau "peluang pergeseran penggunaan kendaraan bermotor ke bus di xxxxx" atau "prospek (peluang) penerapan prinsip peranganan...." bahkan TA ku saaja sederhana "persepsi pengguna kereta terhadap keberadaan stasiun sudirman" - terlihat sederhana semuanya tetapi benar prosesnya. kenapa? mulai dari tujuan - sasaran - sample - metode - pengolahan data - analisis - kesimpulan. prosesnya benar, walaupun hasilnya nanti seperti apa.

ya tetapi mungkin antar kampus berbeda kali ya.. hehehe. ditambah lagi ada semacam "trauma" terhadap kuliah tertentu yang sangat mempengaruhi pengerjaan TA (tapi ini harusnya bukan alasan sih yang ttg mata kuliah)

tetapi dengan adanya wewenang menjadi pembimbing pertama, anak bimbinganku akan kuberlakukan dengan waktu diriku ini menjadi mahasiswa di kampus cap gajah duduk. hehehehe.. tak apa ya, yang penting benar dan ada dasarnya dalam pengambilan keputusan nanti. hihihi..

-

oiyah betapa senangnya loh diri ini ketika mahasiswa yang dibimbing dapat mempresentasikan dengan baik lalu lulus dengan nilai yang terbaik menurut hasil yang mereka kerjakan dan dapat berhasil. apalagi sekarangpun sudah melihat kehidupan baru mereka dari instastory ataupun sosial media lain, ada yang masih happy nganggur (hahahaha..) dan ada yang sudah bekerja mengais berlian, apapun itu saya tetap bangga dan senang terhadap kalian semua. sukses di jalannya masing-masing.

dan serunya menjadi pembimbing adalah karena agak lebih intim daripada ngajar biasa, saya kadang suka kepo kehidupan mereka, jadi tau apa masalah mereka, mood, kesulitan dan lain sebagainya. hihihihi..

--

ini adalah anak-anak bimbingan ku yang kece-kece yang pada akhirnya lulus. selamat untuk kalian semua. semoga sukses dimasa yang akan datang.

 

[gallery columns="2" size="medium" ids="2914,2915,2918,2919,2916,2917,2920,2922"]

[gallery columns="2" size="medium" ids="2923,2924,2927,2930,2929,2926,2928,2931,2925,2933"]

 

dan ini suasan yudisium kemarin

[gallery columns="4" ids="2934,2954,2955,2953,2952,2951,2950,2949,2948,2947,2946,2945,2944,2943,2942,2941,2940,2939,2938,2937,2936,2935"]

 

see you on top nak-nak mahasiswaku semuanya..

ingatlah, saya keras dengan kalian selama perkuliahan, semata-mata hanya untuk kalian, bukan untuk saya sendiri.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments

2012..

Senin itu aku naik KRL dan tepat di depanku seorang pria berbadan tegap, tinggi kira2 173cm, berjenggot, menggunakan jam swiss army, berbaju rapih, dan sangat wangi. Lalu dia tersenyum padaku. Ntah mengapa akupun jadi salah tingkah dibuatnya. Aku pun naik dari stasiun kebayoran dan ternyata kami sama-sama turun di stasiun tanah abang lalu berpisah.

Esok hari aku pun kembali naik KRL, aku tak terpikir akan ketemu orang yang sama seperti kemarin. Seperti kemarin, Aku pun naik di st.kebayoran dengan gerbong tengah yang acak (random).. dan ketika aku memasuki gerbong aku kembali berhadapan dengan pria yang kemarin dan dia kembali tersenyum. dan lagi-lagi aku salah tingkat ditambah bingung. aku menunduk dan tersipu malu, ntah apa warna pipi ku ini, apakah semerah jambu, atau semerah delima.. akupun berfikir  “ada kah hal yang bisa kebetulan untuk beberapa kali dan berulang. Ah tapi baru dua kali dan sangat wajar Pengguna KRL jam segini kan orang nya yaaa hanya itu2 saja. jadi wajar banget aku ketemu lagi dengan dia”

Hari ketiga keempat kelima kejadian ini selalu sama. seorang pria asing tersebut selalu membuat tersenyum hingga salah tingkah, hanya bertatap muka, melempar senyum, membuat pipiku merona merah dan tentunya membuatku bersemangat pagi hari. sejak kejadian di hari ketiga, membuatku semangat untuk bangun lebih awal dan berias diri agar terlihat manis di depannya. ntah kenapa aku melakukan ini, hal yang sangat jarang aku lakukan. hampir memakan waktu 30 menit hanya untuk memilih baju, 30 menit untuk berias manis, tidak menor dan tetap menarik perhatian.

waktu pun sudah berjalan 28 hari dan selalu kebetulan yang sama selama 28 hari. tapi mengapa dia tak ada keberanian untuk menyapaku terlebih dahulu. apa harus aku yang menyapanya? ohhhh no. tentu tidak. itu tidak boleh terjadi. walaupun aku sekarang hidup di zaman milenia dimana perempuan mempunyai hak yang (hampir) sama denga pria, menurutku untuk maju dan kenal duluan tidak ada dikamus hidupku ini, terlebih lagi ini orang asing, tidak tau darimana. Ah tapi aku pernah berkenalan duluan dengan pria, tetapi itu dalam lingkungan sekolah, bukan dengan orang asing atau orang yang ingin dijadikan teman spesial.

tetapi aku gemas sendiri, kenapa dia melakukan hal ini terhadapku. hufftt.

..

Hari ke 29 aku tak bertemu dengannya di gerbong ini. Aku gelisah. Aku cemas. Aku tak bersemangat. Aku sedih tidak ada sapaan senyum pagi lagi yang membuat semangatku akhir-akhir ini selalu tinggi. Aku berpikir, mungkin besok bisa ketemu dengannya dan pertemuan kebetulan yang ke 30.

Esok nya ternyata sama saja, akupun tak bertemu dengannya.. apa aku salah gerbong? apa dia tak mau menemuiku lagi dengan berpindah gerbong.. sepanjang perjalanan aku pun berpikir kemungkinan yang terjadi..

hari ke 31 pun seperti ini kembali.. Aku berpikir keras bagaimana menemukannya jika dia di gerbong yang berbeda. ah iya, setibanya di Tanah Abang, aku harus segera turun dan menunggu seluruh penumpang turun untuk melihat penumpang dari seluruh gerbong. 30 menit aku menunggu dan mencari-cari, tetapi hasilnya nihil. semangatku seperti hilang bersamaan dengan dirinya yang tiba-tiba menghilang.

dan aktivitas ini selalu ku lakukan setiap hari ketika aku menggunakan krl.. setiap hari, dan aku berharap dan selalu berharap segala kemungkinan yang terjadi bahwa aku akan bertemu dengannyaa.

aku pun kesal terhadap diriku sendiri, kenapa aku tak pernah memulai duluan hanya sekedar "Hai, Halo, Kerja dimana..."

..

2016.

Rabu pagi, ntah kenapa aku memilih naik krl dibandingkan diantar. sekiranya sudah 1 tahun aku tidak pernah naik KRL lagi. Pagi-pagi jam 07.00 aku sudah stanby di st.kebayoran. aku memilih naik Gerbong ditengah dan aku tak memilih ingin naik di gerbong nomor berapa. kereta datang dan pintu gerbong dibuka, aku pun dengan santainya memasuki Gerbong. Merapihkan baju, menggantungkan tangan dipegangan tangan, dan firasat apa yang membawaku ini untuk menengok ke arah depan serong kanan, persis di serong depan ku. jarak kami sangat dekat.

aku melihatnyaa. setelah 4 tahun lalu. pria asing yang membuat 28 hariku bahagia dan bersemangat, yang membuatku harus meluangkan waktu 1 jam lebih dini untuk bangun dan lebih lama di cermin, yang membuatku harus menunggu hingga 30 menit setelah kereta tiba di St. Tanah Abang, berulang selama 3 tahun.

Aku tersenyum lebar, ingin rasanya menyapaa tapi ku tahan. aku sedang menikmati senyumnya dan wanginya yang sama dengan wangi 4 tahun lalu.

dia tersenyumm lama kepadaku dan ada suara keluar dari mulutnya "HAI".

aku semakin salah tingkah dan membalas senyumannya sembari membalas mengucapkan sapaan paginya “hai” juga.

yaaa hanya Hai saja. 3 huruf, 1 kata "HAI"

kami berdua diam.. dan beberapa saat kemudian aku mendengar suara dari dirinya..

“sudah lama ya kita tidak bertemu sejak 4 tahun yang lalu. Kamu tidak berubah sejak waktu pertama saya lihat, ya tepat 4 tahun lalu di gerbong yang sama”.

Aku membalas obrolannya "oiyaah..." dan sambil tersenyum kepadanya.

dan kami sama-sama melihat kearah tangan yang menggenggam pegangan kereta, masing-masing mata tertuju kepada jari manis tangan kanan kami yang sama-sama telah terpasang cincin.. dan tersenyum..

kehingan pun kembali menyapa kami kembali..
---

cerita ini hanya fiksi belaka.



Share
Tweet
Pin
Share
6 Comments
“Fajar yang berkilau.. Datang membuka hari.. Sinarmu memberi harapan yang bersahaja.”
.
Aku memutar lagu Lukisan Pagi Tohpati feat. Shakila dari iPod. Dan Aku memejamkan mata.
Pagi ini aku sudah standby di pantai. Sudah dari jam lima subuh tadi aku terbangun dan menyusuri pantai.sengaja aku bangun sepagi ini utk bertemu fajar

Hari ini,aku bersiap menjemput fajar dan memulai hariku dengan sempurna.aku merasa alam seakan-akan juga menanti ku menyambut fajar. Kejenuhan kebisingan pekerjaan dan beban di kota seakan tidak pernah ada. Damainya hidup ini.
.
“Tuhan terimakasih telah menciptakan fajar”
.
?"Sejauh batas pandangan mata
Sedalam hati mencari kedamaian"
.
Lagu di ipod ku pun berhenti. Saat aku lagi asyik menikmati kedamaian, tiba-tiba muncul sosok pria asing di sebelahku

Pria asing: “Suka dengan matahari pagi ya? Aku melihatmu seperti sedang berkhayal menikmati pagi ini dengan memejamkan mata”

Aku: “Iya, aku suka sekali. Sinar fajar membuat bumi seakan sempurna. Sinarnya seperti membentuk lukisan. Romantis. Warna sinar Merah berubah menjadi biru terang seakan damai selalu ada di bumi ini. Bau tanah pagi bercampur dengan embun, dan air pohon berjatuhan. Sejuk sekali walaupun ini di pantai bukan di gunung. Coba itu kamu liat, sinar fajar membentuk kaki langit seakan kokoh kuat. Kalau diibaratkan manusia, aku berpikir fajar itu sosok yang tegap, berani, jujur, gentle, tegas, tapi tetap bersahaja lembut dan romantis. Hahahaha.. Ohiya, kamu juga suka fajar? Pagi-pagi buta kok ke sini juga?”

Pria asing: “Aku iseng aja ke sini. Kalau aku lebih suka senja. Menurutku sinar lembayung senja romantis. Warna merah jingga senja yang kuat menjadi lembut dan tenggelam oleh datangnya bulan. Saat-saat itu lah ketika lembayung dan senja menurutku adalah penyempurnaan dan penutup hari itu. Aku ingin menutup hariku dengan sempurna dengan senja. Ketika lembayung hilang maka aku berpikir hari esok selalu bisa lebih baik. Dan aku akan menyiapkan esok dari yang sempurna mulai saat lembayung tenggelam berganti malam”

Hening.

Pria asing: “Ohiya, perkenalkan, namaku Fajar. Fajar Rawikara”

Aku: “Aku senyum, perkenalkan, namaku Senja. Talula Sinar Lembayung

 

--

Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Td ibu saya cerita intinya ada temannya yg bilang gini : "anaknya kok resign dri kerjaannya"
Lalu ibu saya bilang "iya skrg ngajar aja jd dosen dan ada kerjaan lainnya jg di konsultan" 
Temennya jawab "sayang ya S2 nya, udah di itb trus gak kerja" -dan hal ini dikatakan setiap ketemu ibu saya, bukan sekali ataupun duakali-


Masih ada orang jaman sekarang yang mikir seperti itu. Sedih banget dengernya . Apalagi kalau misalany saya s2 diluar negeri balik2 ke indonesia "cuma" jadi pengajar. Bisa nyinyir dan makin meremehkan kali. Lalu kalau saya S3 nnti juga dibilangnya gitu (S3 nya misalnya di luar negeri), "Sayang ya udah s3, di luar negeri trus gak kerja dan jadi dosen/ngajar"

Aduh gemeus sama temen ibu saya. memang anake ibu tsb emang kerja kantoran, sudah s2 juga, dan bukan dari PT yang ternama di Indonesia, dan saat ini mungkin aja kedudukan di tempat bekerjanya jg sudah tinggi (gatau juga sih gak perduli juga) - soalnya gerombolan ibu-ibu tersebut ngomongin gaji anaknya (ampun deh).  jadi ibu tersebut meremehkan kerjaan orang lain deh.

Lalu saya berpikir "Anaknya skrg bisa kerja dan lulus s2 juga gegara ada jasa dosen buuuuk, bukan instan gitu ajaa.."
Aduhh gemeuusss dan sedih banget ketika kedudukan dan kesuksesan hanya dilihat dari berapa gaji yg didapat per bulan dan kerja di kantoran..

Insya Allah ilmu bermanfaat bisa jadi bekal buat akhirat bukan hanya dunia saja. Walaupun hanya sebagai pengajar, freelance, jualan dan ibu rumah tangga.

-
Maaf ya kalau foto dan tulisan tidak nyambung. Tp mungkin nyambung sih menurut saya. apalagi melihat tulisan "kesombongan dan meremehkan manusia"
-
Semoga kita semua dijauhkan dari kesombongan dan meremehkan manusia, serta diberikan hidayah oleh Allah SWT.

*maaf curcol, ujian irt yg dlu kerja skrg seperti dan terlihat di rumah aja.

Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments
Beberapa hari yang lalu, ada berita bahwa "meninggalnya seorang aktivis/penggiat/ selebritis media sosial yang dimana beliau juga merupakan CEO", banyak sekali pendapat dan rumor gosip mengenai meninggalnya orang tersebut, terutama gosip dan cuap-cuap netizin (warganet), ada yang menyebutkan overdosis ada pula yang bilang bunuh diri karena sianida. Astagfirullah waktu mendengar berita itu, jadi wajar ketika keluarga geram dan kesal sekali sewaktu mendengar gosip yang di dengar dari warganet yang tidak bertanggung jawab, Sampai harus klarifikasi (padahal mereka sendiri tidak merasa selebritis, merasa warga biasa yang tidak senang berita ttg wafat keluarganya sampai diberitakan di media. ditambah lagi berita-berita miring), lalu juga harus mengusir wartawan. hal ini gara-gara apa pemicunya? tidak lain dan tidak bukan adalah warganet/ netizen. yes saya dengan tegas bilang seperti itu. kalau mau ditelisik sedikit kebelakang, sejak dua bulanan yang lalu, akun media sosial alm. terus-terusan dihujani komen kebencian dari netizen.  Saya pun penasaran dan pernah tengok ke laman fotonya dan dapat dilihat bahwa isinyaaaaa adalah hatterssssss, komen penuh kebencian. saya pun berpikir pada saat itu "kasian yaa oka, orang biasa (bukan artis, selebritis), dibully sama orang2 anak remaja yang tidak tau siapa dan tidak tau apa masalahnya. kuat juga oka".

Setelah telisik telisik, netizen begitu pun ternyata gegara ada seorang selebgram yang taklain dan takbukan mantannya alm,  dimana perempuan tersebut juga pernah menjadi artis dibawah naungan managementnya alm., yang followersnya jutaan dan fans fanatiknya yang ababil plus super banyak banget. Jadi ketika si artis ini curhat masalah dia ttg si alm., dan tentang management di media sosialnya.. Rekasi followers/fans fanatiknya bikin geram banget., Yaaa itu dia seperti yang saya tulis diatas "tiba-tiba akun sosial medianya alm. diserrbu komen kebencian. disetiap foto. bahkan alm. pada saat itu menghapus akun sosial medianya" - Apakah alm. pantas mendapatkannya seperti itu dari orang luar? tidak! jelas tidak, karena orang luar, followers tidak tau akar persoalan dan tiba-tiba ikut-ikutan.. dengan istilah mahabenar netizen dengan segala komentarnya. Padahal ini urusan "rumah tanggga orang" dan dengan ini, tau kan hasilnya kan sekarang? yes. ysb meninggal. kalau kata keluarganya "collapse by design". tekanan depresi membuat alm. pada saat itu sangat tidak memiliki semangat hidup. Lalu mereka yang dulu bully kemanaa ya? atau tidak merasakan bersalah akan hal tersebut?

 

Kasus kedua masih pada ingat kan sonya depari? pemudi yang waktu itu baru selesai/tamat dari Sekolah menengah atas di kota Medan yang gara-gara mahabenar komentar netizen membuat bapaknya meninggal dunia! yes! Memang anak tersebut berbuat salah karena membawa nama-nama pejabat kepolisian dalam kasusnya yang tidak baik dalam berkendara dan merayakan kelulusannya. Lantasss.. Apakah orang luar berhak untuk membully yang bersangkutan? bullyannya se-Indonesia lho karena hal yang sepele dan tidak harus mendapatkan cyberbullyin sebegitu besarnya. dampaknya apa? berita itu tersebar dengan cepat dalam hitungan jam, naik ke berita nasional dan terdengar oleh sang Bapaknya tercinta, bapaknya kena serangan jantung. dan tau kan hasilnya? meninggal dunia.. dan masih ada aja warganet yang bilang "bapaknya meninggal karena anak durhaka yang mencemarkan nama keluarga". haii NETIZEN YANG MAHA BENAR. apakah anda semua tidak sadar kalau itu adalah buah dari serangan cibiran netizen  bertubi-tubi kepada yang bersangkutan. Lalu waktu bapaknya meninggal dunia, para netizen pun segera berbelasungkawa.. saya pun berpikir, cepat sekali ya orang telah berbuat dua hal yang berbeda dalam sekejap dan hal ini ntah mereka melakukan sadar atau tidak. lalu setelah itu melakukan tobat kepada Allah atau yaa langsung aja seperti merasa tidak bersalah, yang awalnya membully habis-habisan, trus minta maaf dan berbela sungkawa. tapi menurutku ini lebih baik sih dibandingkan masih ada yang nyinyir "bapaknya meninggal karena kelakuan anaknya" - argh emosi banget.

 

Kita keluar indonesia, ada juga yang meninggal bunuh diri karena lagi-lagi komentar netizen yang maha benar. seperti Amanda Todd, pemudia 15 tahun yang memilih untuk bunuh diri karena bullyan dari netizen dan bahkan masuk 9gag (bayangkan kan 9gag bisa diakses seluruh dunia), dan berapa juta manusia pengguna internet yang bisa mengaksesnya dan membullynya. lagi-lagi netizen. hal ini disebabkan karena waktu itu ybs masih kecil dan ditipu oleh pria dewasa untuk menunjukkan buah dadanya, dikirimkan oleh ybs ke pria tersebut. dan jahatnya pria tersebut lah menyebarkan kekhalayak ramai. hingga masuk 9gag. lalu ybs pun di bully, bukan hanya di internet saja, tetapi dilingkungan sekolah yang seharusnya lingkungan berpendidikan tidak boleh melakukan bullying (orang dilingkungan berpendidikan tidak melakukan bullying), bahkan lingkungan yang tidak dikenal. karena apa? karena wajahnya sudah tersebar keseluruh dunia. berat ya untuk umuran 1 smp (kira-kira 12 atau 13 tahun), ybs hanya bertahan beberapa tahun untuk menghadapi ini, dan akhirnya tidak sanggup bertahan memilih bunuh diri. lalu lagi-lagi netizen yang kemarin melakukan komentar dengan merasa benar, sekarang seperti berduka karena ybs bunuh diri. huffttt.

ini videonya amanda todd tentang kisahnya 

 

di Indonesia ada juga artis yang memiliki hatters dan fans fanatik yang banyaaakkk banget, bahkan katanya salah satu folowers terbanyak seduniaa instagram, yaitu ayu ting-ting. kalau kita lihat akun instagramnya, yaampun akan bedecak keheranan isinya komentar kebencian semuaa. benar-benar kebencian. hebat ayu ting-ting bisa tahan dengan hujatan mahabenar netizen dengan komentarnya. luar biasa hebat. setiap detik dalam waktu 24jam sehari kayaknya komentar diinstagramnya terus-terusan bertambah dan ybs pun tetap tenang menjalani hidupnya. (ee tapi klarifikasi ya, saya bukan penggemar ayu ting-ting lho. wkwkwkwkwk.. bahkan tidak sukaaa sebenernya, tapi Insya Allah tidak mau ikutan membully, bukan hak saya, dan dengan membully pun tidak menjadikan hidup saya lebih baik bahkan bisa lebih buruk). Lalu adalagi artis yang hidupnya penuh dengan nyinyiran orang lain, tapi nyinyiran tersebut dijadikan bahan buat dia mendapatkan pundi-pundi yakni syahrini. hahahaha.. kalau ini emang lucu banget, dari gayaya, omongannya, foto-fotonya penuh nyinyiran, tapi hidupnya bahagia toh, tetapi bisa terbang dengan pesawat pribadi, beli tas ratusan juta dan disaat mereka berkreasi, si para hatters sibuk aja komen-komen tidak jelas..

ini contohnyaa nih.. bukan hanya 2 artisini yaa, kayaknya di Indonesia semua artis punya hatters yang sangat peduli jadi setiap gerak gerik artis tsb di pantau dan dikomeeeennnnn dan itulah kerjaan hatters (mau jadi apaaaaaaaaaaaaa mereka kalau cuman komen doang *trus gw juga malah komenin si komentator artis =)))) )

[caption id="attachment_2743" align="aligncenter" width="665"] bully ayu ting-ting[/caption]

[caption id="attachment_2744" align="aligncenter" width="673"] instgram syahrini[/caption]
sumber : google.  

tapi tidak semua orang bisa seperti ayu ting-ting dan syahrini, apalagi masyarakat biasa yang bukan artis. Menurut saya ketika menjadi orang terkenal, mental untuk menyiapkan perasaan akan "komentar kebaikan, negatif, disukai dan dibenci" jauh lebih siap dan udah tau diawal, dan bahkan dengan jumlah yang lebih banyaaaakkk karena sudah dikenal luas se Indonesiaan atau se duniaan. dan enaknya lagi karena banyak pekerjaan jadi bullyian jadi angin lalu, kalau kata syahrini "dihempaskan sajaa" hehehehehe...

Berbeda dengan masyarakat biasa, yang hanya tau hidupnya baik-baik saja, kenal dengan orang yang sedikit, belum tentu kerjaan banyak dan setiap jam menghasilkan uang banyak juga, ada perkerjaan banyak untuk mengalihkan hal-hal tidak baik, tiba-tiba 1 penduduk negara atau penduduk seduniaan membully, padahal tidak kenal sama yang membully. Saya yakin tidak siap! ntah belahan bumi mana bisa bully orang dimana kan, yang dimana mereka juga sehari-hari tidak bersama. Lalu kalau sudah celaka orang yag dibully itu, yang bully cuma ikutan nulis bela sungkawa, terus yaudah selesai. hufftt. kejam rek dunia internet. Bahkan tagar tentang menentang anti bullyin tiba-tiba ramee menghiasi jagat media sosial, dibahas di talkshow (tapi hanya sementara), besok-besok ada lagi dan selalu berulang (lingkaran setan)

--

saya pun pernah menjadi korban bully di internet. bully karena hal tidak penting dan ini ulah dari "adminnya fans base coldplay yang lepas tangan"

Saya dikirim via wa foto proposal promotor ke bank untuk konser coldplay, dalam pikiran saya ketika sudah sampai di wa group berarti sudah tersebat luas. lalu saya dan orang-orang lain unggah di twitter (pada masa itu twitter lebih hits dibandingkan media sosial lainnya), dan sangat teledornya salah satu admin twitter fanbase coldplay indonesia langsung me RT hal tersebut dan sialnya yang di RT akun saya (padahal banyak yang posting selain saya), tanpa konfirmasi sama sekali. di twit saya pun hanya bilang "siap-siap yang fans coldplay. semoga beneran ada" (tanpa mention akun fanbase, tanpa pake hashtag, tanpa pakai apaun yang merujuk ke fanbase). dalam beberapa jam hp saya berisik dan twitter saya ramai, ada yang sekedar RT ada yang komentar jelek. and tau apa? admin coldplay lepas tangan dan  menuduh saya menyebarkan gosip yang tidak benar, dan bilang "admin tidak bertanggung jawab", "admin dari awal curiga ini bohong", "admin juga kesel liatnya" . hahahaha lucu sih pertama saya sial jugaa kena RT, dan adminnya keliatan masih bocah banget lepas tanggung jawab dan demi tidak di bully jadinya lepas tangan deh. tapi hanya bertahan seharian doang sih, besok udah selesai. dan saat tahun itu, akses internet memang belum seperti sekarang - disaat instagram hanya ada di apple dan path juga masih dikit yang pake, hanya twitter dan facebook mulai ditinggalkan. hahahahaha..

ini salah satu link beritnya yang coldplay. sampe masuk berita online. hahahahaha...

Kebabasan berekspresi di dunia internet dan bisa menggunakan wajah palsu dengan "fake account" menyebabkan orang-orang terlalu bebas berekspresi dan akhirnya kebablasan hingga menyebabkan orang lain merugi. sungguh merugi orang-orang seperti ini.

lalu bagaimanakah kita harus berperilaku di Internet agar tidak kebabalsan?

sepertinya simple ya. jangan menjadikan kehidupan dunia maya itu menjadi kehidupan dunia nyata.. batasi penggunaan media sosial. gunakan media sosial atau internet untuk hal-hal yang bermanfaat (menyebar kebaikan, nonton kajian ceramah juga misalnya, sharing pengalaman hidup, cari inspirasi).  Jangan menyebarkan hal-hal yang memiliki efek atau pengaruh negatif  ke orang lain atau biar dianggap keren padahal tidak baik sama sekali. berkomentarlah secara wajar, beretika lah di dunia sosial itu selayaknya beretika di dunia nyata, misalnya jika tidak kenal tidak usahlah kita ikut2an berkomentar negatif  dan menebar kebencian. mendingan komentar positif di media sosial yang juga mengunggah konten positif.. jika tidak tau dudukakar persoalan juga jangan menambah beban orang lain dengan komentar (padahal ini biasanya dilakukan anak-anak labil juga - ini sekepoan saya di dunia media sosial lho. hehehehe). Orang tua pun sepertinya harus update teknologi agar bisa menjaga anak-anak untuk dapat  menggunakan internet dengan baik. Karena ternyata dari ketiga kasus yang saya kasih contoh, pelaku penebar komen kebencian adalah ababil alias anak baru gede yang masih labil. belum tau yang benar, salah, baik, buruk, manfaat atau tidak.

Lebih baik memberikan inspirasi kepada orang-orang sekeliling, melihat yang bermanfaat, mencari ilmu, bukan mencari dan menebar kebencian. kalaupun kesal, atau komentar, mendingan komentar saja sama teman-teman di dunia nyata dan di group buat jadi lucu-lucuan (saya bahkan kadang melakukan hal ini. hahahaha),dibandingkan menghujat orang tersebut yang tidak kita kenal kann. kalau bisa lebih baik ya gausah komen dimana-mana (lagi berusaha untuk seperti ini)

-

Oiyah jika ada yang bertanya : bagaimana dengan dedek afi yang sedang dibully habis-habisan? menurut saya lho ini yaaa. dia menjadikan dan menyetting dirinya sendiri untuk dibully. duh gimana yaaa istilahnyaa, dia yang membuat dirinya untuk dibully karena (misalnya), dia melakukan plagiat, terus diaku punya nya, tanpa pake daftar pustaka, trus terkenal karena hal tersebut, ketauan lalu malah nangis dan mintaa maaf tapi besok diulang lagi. dan keterusan, ketagihan. haahahaha. ini sih lawak. kalau dibully karena dirinya sendiri yang membuat ya berarti itu sudah tanggung jawab dia sendiri dan dia paham akan hal itu (tidak sama seperti kasus yang diatas). Keasikan udah masuk koran nasional, tv nasional, ketemu presiden, lalu ketika dikasih saran yang baik malah bilang orang yang kasih saran itu "egois, tidak ngerti perasaan". wkwkwkwkwk.. ini lucu banget. lebih baik dikenal karna karya sendiri bukan mencuri karya orang lain.. jadi nocomment deh kalau si afi ini.

-

Saya jadi takut apakah saya termasuk membully orang-orang dengan menulis hal ini. dan jadi takut sendiri. *semoga tidak. kalau iya tolong diingatkan.

 

tulisan ini untuk

Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments
Ramadhan tahun ini agak spesial bagi aku dan pak rio. sudah setahun menikah, kamu belum diberikan rezeki anak dan diizinkan oleh Allah untuk berpuasa berduaan lagi. Tahun ini juga mama berpuasa bersama kami.

yang lebih spesialnya juga kami berdua ini mencoba belajar untuk berhijrah di jalan Allah. -- hijrah maksdnya gimana ya? kan kami dua-duanya udah islam juga --. kami sedang mencoba pelan-pelan dan terus belajar untuk mendapatkan Ridho Allah dari segala aspek kehidupan.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
ketika ada tema usaha terbaik, saya sebenernya semangat di awal minggu. ceritanya saya sendiri mau mencoba bercerita tentang banyak hal, mulai dari pekerjaan saat ini hingga calon usaha yang akan saya lakukan, duh sok-sok an banget pokoknya. Tetapi setelah selang sehari-dua mikir lagi, lho kok aneh ya, atau tiba-tiba tidak semangat membahas itu semuanyaa.

ketika tadi diperjalanan menuju kantor kementerian untuk mengambil data, tiba-tiba semangat lagi untuk mencoba menulis tema usaha terbaik ini, tentang usaha terbaikku. hihihi.. saya akan sedikit bercerita usaha terbaik versi saya.

menjadi seorang istri ternyata bukan hal yang mudah, menurut saya sendiri lho ya. Dulu sebelum menikah, banyak sekali wacana, rencana, impian, dan tentunya khayalan "jika suatu saat nanti aku menjadi istri orang.. aku pasti akan ..................................."

titik-titik itu menggambarkan istri yang ideal. hahahahaha.. misalnya mulai dari bangun pagi, nyiapin sarapan, cuci baju, nyetrika, kerja bantu suami, sabar dll dll dll, pokoknya yang indah-indah deh . dan dulu itu panutan Istri Soleha adalah Khadijah binti Khuwailid alias Nabi Muhammad SAW yang sangat dicintai oleh Beliau dan dicemburui oleh istri Beliau yang lain.

ternyata setelah 1 tahun menjalaninyaaa.. hal itu tidaklahh mudah, yah tidak mudah sama sekali, padahal tugasnya baru menjadi seorang istri doang (blm jadi ibu). Jadi kebayang gimana menjadi seorang istri dan seorang ibu sekaligus.. kebayang juga jadinyaa yaa ngurus suami plus ngurus anak(-anak), (kalau ngurus kerjaan diluar itu, itu pilihan, baik wanita berkarir di kantor atau ber karis di luar, semua sama menurutku).

pengalamanku setahun belakangan ini menjadi seorang istri..

awal-awal menikah, waktu itusaya masih bekerja, dan awalnya bisa bangun pagi (karena bawaan kebiasaan sebelum menikah), nyiapin makanan sarapan, minum, baju dan lain-lain, tapi ternyataa hal tersebut hanya bertahan sebentar, kesibukan di kantor dan pulang malam membuat saya tidak dapat lagi melakukan hal tersebut. aduh parah banget ya. Merasa gagal, merasa sangat bersalah dan berpikir : "kok saya tidak bisa jadi isteri yang baik" . dan kami berdua ini mencoba hidup dari 0 banget, tanpa pembantu dan tanpa kehadiran orangtua di rumah. jadi kelabakan pluussss kaget. belum lagi pola kerja suami saya ini agak-agak beda dengan orang kantoran (masuk jam 9 atau 10, pulang juga malem. kebayangkan saya harus berangkat kerja duluan disaat suami baru bangun udah saya tinggal).

lalu juga awal-awal menikah masih bisa masakin nasi dan lauk sederhana (gorengan, telor, sayur dll), tapi lagi-lagi itu hanya bertahan sebentar saja. aduh istri macam apa saya ini yaaa..

bersihkan rumah, setrika dan pekerjaan rumah tangga lainnyaa, awal-awal saja rajin, lama-lama (dan lagi-lagi karena alasan bekerjaa), hanya bertahan sebentar saja, yaampun istri macam apa saya ini..

selama bekerja di kantor pun, walaupun niat awalnya membantu suami dalam bekerja, membantu keuangan rumah tangga (karena mengingat kami berdua bener-bener dari 0), tetapi hal tersebut ternyata tidak membuat suami saya ini senang, malah membuatnya semakin TIDAK TENANG. apalagi saya juga terlalu jujur bercerita karena adanya kasus (bahkan banyak) perselingkuhan di kantor. makinmakin gak tenang lah pak suami ini, belum lagi kalau keluar kotaa. ampun deh pasti selisih paham mulu, pak suami tidak tenang sampe saya pun harus ngasih kabar makan sama siapa, tidur sama siapa, subdit mana yang ikutan dll dll dll. jadi gak bisa kerja dengan tenang dua-duanya.

setahun kemarin, kami bener-bener mendapat ujian banget sebagai suami-istri baru, dalam bayangan saya, setahun ini akan baik-baiknya, menyesuaikan satu sama lain, scara kan baru menikah dan masih ada bunga-bunga asmara , romansa-romansa anak muda. Tapi ternyata ujiannya juga sudah dimulai sejak hari pertama menikah. ujian saya yaa ini salah satunya adalah ketidak tenangan pak suami karena saya bekerja kantoran dan lingkungannya juga seperti itu. dan selalu berselisih pendapat akan hal ini (tapi selalu dicari jalan keluarnya sih, tapi berulang, kayak lingkaran setan)

-

Dipikir-dipikir selama setahun belakangan itu kok toh saya belum bener ya jadi isteri. Maksudnya isteri secara baik yaa, soalnya scara di rumah kerjaan rumah gak bener (suami tidak terurus), kerjaan di kantor pun bikin suami gak tenang, ampun deh serba salah dan bingung. sampai akhirnyaaa kami sepakat untuk: saya bekerja dirumah - dengan apapun itu yang akan di support - , tak perduli tidak ada lagi tambahan uang pemasukan, yang penting di rumah.

Saya dirumah pun bukan tidak ada konflik ,ternyata cobaannya juga ada, kebiasaan saya selama bekerja kemarin masih terbawa yaitu tidak melakukan pekerjaan rumah tangga (hehehehe..) dan linglung harus ngapain awal-awal dirumah, sedangkan saya bekerja ngajar hanya sekali seminggu saja (padahal semester kemarin ngajarnya 2x dan padet banget). kebayangkan yang biasanya aktif bekerja, dan berkegiatan (kebiasaan sejak muda) tiba-tiba harus di rumah dengan pekerjaan yang belum jelas (alhasil cuma tidur nonton doang), hanya sibuk seminggu sekali --- stressssss bangeeettt buukkkk.

sebulan - 2bulan stres banget yaampun, sampai akhirnya kami ngobrol heart to heart. Apa sih yang dicari di dunia ini? Apa yang dicari oleh istri? Apa yang dicari dari bekeluargaa. Dan lumayan banyak ngobrol nya, saya pun mencurahkan kegelisahan saya hanya di rumah, tidak berkembang bahkan kok saya rasa jadi downgrade, belum lagi masalah keuangan (mengingat kami berdua masih ada utang cicilan buat modal usaha kemarin). Tapi pak suami juga cerita tekanan di kantornya seperti apa dan kalau saya bekerja membuat pak  suami tidak tenang menyebabkan terbengkalainya pekerjaan yang hasilnyaa dia juga diomelin.. Lumayan lama kami ngobrol hal ini. dan pada akhirnyaa, saya pun harus mulai menerima dengan ikhlas kalau : saya seorang isteri dengan suami yang mengingkan isterinya bekerja dengan adanya ridho dari suami, bekerja di rumah dan berkreasi di rumah agar suaminya mencari rezeki dengan tenang atau ngajar. bekerja tidak harus di kantor kan. bisa dari mana saja toh. setelah ngobrol sana-sini dan mencari guru (walaupun dari ceramah via internet) ada pertanyaan di dalam benak saya. Apa kah yang mau dicari di dunia ini dari bekerja di kantor jika tidak ada ridho suami? uang kah? atau pengakuan orang-orang kah?

Setelah kejadian itu, dan mencoba ridho dan ikhlas, ntah kenapa ada aja ternyata datanglah rezeki untuk saya, bisa bekerja dari rumah dengan penghasilan yang Alhamdulillah cukup untuk menambah-nambah kebutuhan rumah tangga, rezeki untuk memulai usaha (aamiin..), rezeki kerjaan sambilan, dan rezeki ntah dari mana yang didatangkan oleh Allah. Dan saya semakin yakin, ternyataaa emang ridho suami lah yang membuka rezeki seorang isteri dan keluargaa.. hihihi.. kegalauan dua-tiga bulan kemarin yang membuat saya uring-uringan pun udah hilang dihempaskannn oleh kebaikan-kebaikan yang datang ini. hehehehe.. ternyata rejeki istri itu memang dari ridho suami ya, membuat suami tenang, membuat suami senang tidak harus membantu keuangan, tetapi ketenangan suami sendiri.

tentunyaa tiap keluarga beda-beda yaa, ada yang malah suaminya ingin agar istrinya bekerjaa dengan alasan "cicilan rumah, mobil, biaya anak dll pokoknya", tapi suami saya justru tidak ingin istrinya berkarir diluar, hal ini untuk menghindari hal-hal/kejadian-kejadian yang tidak diinginkan oleh sang suami dan lebih baik berkaryaa di rumah (bekerja sambil ngurus keluarga hihihi..). untuk masalah rezeki Insya Allah ada porsinya sendiri-sendiri dan tidak harus berasal dari kantor ya kan. dan kami pun tidak pernah merasa minder dengan rezeki yang kami dapat sekarang ini, memang tidak seperti teman kami kebanyak, tetapi Alhamdulillah berkah dan cukup.

--

Saat ini saya hanyaa ingin tetap melakukan usaha terbaik untuk menjadi isteri yang baik di hadapan suami dan Allah, mungkin saja dengan menjadi isteri yang baik, Allah memberikan izin untuk menjadi Ibu yang baik. Aamiin.

 

--

cerita ini untuk #1minggu1cerita #usahaterbaik
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Sudah dipenghujung bulan Ramdhan (bahkan saya nulis ini di malam takbiran, sudah masuk bulan Syawal). Pada Bulan Ramadhan kemarin orang berlomba-lomba mencari pahala dan banyak ibadah yang dilakukan, salah satunya adalah silaturahmi, yaaa mempererat, menjaga ataupun menjalin silaturahmi. Yes bener sekali, bulan puasa digunakan orang-orang untuk melakukan hal tersebut, bahkan baru mulai puasa Hari pertama, sudah ada yang membuah wacana "kapan kita buka puasa bersama", dan bisa dibayangkan ramadhan kira-kria 29 hari, dan bisa-bisa 29 hari full digunakan untuk buka puasa bersama dengan geng A, temen A, kantor A, mantan kantor, komunitas A, B,C dan lain sebagainyaa. yakan?

saya jadi teriangat waktu kuliah dulu di Bandung, bulan Ramadhan benar-benar dijadikan ajang buka puasa bersama dari segala kelompok pertemanan. cerita saya waktu itu, dari 29-30 hari Bulan Ramadhan, bisa dihitung dengan jari buka puasa sendiri dikostan atau hanya minggu pertama dan weekend terakhir bulan Ramadhan buka puasa dengan keluarga (karena awal puasa pulang ke rumah dan akhir ramadhan juga pulang sudah libur). ada aja buka puasa bareng, misalnya :

(1) Teman seangkatan kuliah ,

(2) buka puasa di himpunan,

(3) buka puasa dengan jurusan,

(4) buka puasa unit,

(5)buka puasa teman geng x,

(6) buka puasa geng Y,

(7) buka puasa futsal,

(8) buka puasa basket,

(9) buka puasa divisi,

(10) buka puasa teman di unpad (geng paviliun),

(11) buka puasa kosan,

(12) buka puasa panitia X, 

13) buka puasa temen2 di Bandung,

(14) buka puasa SMU,

(15) buka puasa kepengurusan himpunan,

- astaga itu udah ada (15) geng buka puasa,  dulu malah ditambah lagi (16) buka puasa oskm, (17) divisi keamanan dan lain sebagainyaa.

- yaampun bahkan saya juga baru sadar sebanyak ini agenda buka puasa bersama -.

bayangin yaa itu dulu ada minimal 17 agenda buka puasa bersama yang artinyaa bertemu teman-teman (yang sebenernya masih sering bertemu sehari-hari waktu kuliah dan hidup di Bandung) dan arti lainnya lagi adalaahhh uang terkuras banyak hanya untuk buka puasa. tapi dulu mana ingat berapa banyak uang yang saya habis kan, karena dulu masih ditanggung orang tua dan pintar-pintar saya juga untuk ngantur uang dikirim sekian rupiah, dan dihabiskan sekian rupiah juga. dulu sih mikirnya itung-itung uang makan siang-sore dipakai untuk buka puasa, jadi  tidak terlalu khawatir.

dan hingga saat setelah kuliah dan sudah tidak ditanggung orang tua dan bahkan menanggung sendiri biaya hidup.

setelah kuliah, pertemanan diperkuliahan sudah mulai berpencar dan logikanya adalah seharusnya menjaga silaturahmi ya, justru harusnya agenda buka puasa harusnya lebih padat (ya gak sih), tapi nyatanya tidak begitu, mungkin hal ini dikarenakan kesibukan masing-masing dan kelompok-kelompok pertemanan juga semakin intim dan yang tidak intim tentunya yasudah keepcontact di sosial media atau bertemu jika reunian, kalau intim baru deh silaturahmi terjaga hingga sekarang.

pada Ramadhan tahun ini, agenda buka puasa punnnnnnnn datang dan dimulai, tapi tahun ini, agenda buka puasa hanya sedikit sekali. ketika dulu waktu kuliah sanggup menyanggupi ajakan buka puasa hingga belasan agenda, tahun ini hanya menyanggupi sedikit:

(1) buka puasa ex.kantor atr

(2) buka puasa geng fujigirls

(3) buka puasa inbox

(4) buka puasa bareng riani yoga andel joko

(5) buka puasa teman-teman SMU

(6) buka puasa geng paviliun

(7) pengurus IAP jakarta

(8) buka puasa ditraktir (atika) hehehehe, sedikit diantaranya memang intim, dekat dan memang rutin sejak lama, yang lain pertemanan baru, dan organisasi. (tapi ada beberapa tawaran buka puasa bersama, saya tidak sanggupi karena ingin melakukan kegiatan lain)

ada yang menarik disela-sela perbincangan-perbincangan tentang buka puasa sama temen, saya ngobrol dengan salah satu teman, intinya curhat. curhat ketika agenda buka puasa ini diadakan di tempat yang sekali makan bisa mengeluarkan biaya yang sangat mahal dan menurutku gak sesuai dengan rasa apa lagi buka puasa, pelayanan juga tidak maksimal.

ccerita-ceritalah aku dengan dia, dikasih daftar tempat makan itu yang pricenya kadang gak masuk akal mahalnya, sekali makan bisa 200.000+++ untuk seorangnya, ada juga ajakan untuk makan all u can eat yang harganya bisa lebih dari 200.000 untuk waktu tertentu -yang menurutku mubazir banget-, bayangin saja sekarang saya sudah sepaket berdua, sekali makan bisa seharga listrik sebulan kan. trus kalau dilakukan hampir setiap hari di bulan ramadhan.. coba bayangkan yaaa berapaa mahalnya untuk silaturahmi di bulan Puasa. HAHAHAHAHAHA.. (200.000x20 = 4.000.000 utk satu orang. kalau sepaket berdua jadi 8jutaaaaaa.. untuk emak2 kek sayaa itu berharga sekali. hahahahaha. *mulai itung2an)

bukannya pelit atau gimana, tapi dipikir-pikir, kondisi perut kita itu untuk buka puasa tidak seperti bulan-bulan lain, makanan masuk pun tidak bisa langsung banyak, sedikit porsi yang hanya bisa masuk,, bayangin kan makan takjil aja bisa kenyang kan, gimana ditambah makan nasi dan lauk banyak, lalu misalnya all u can eat, seberapa banyak porsi makanan yang bisa dihabiskan? tidak banyak toh, kalau saya sih sayang uangnya banget ya. dan mubazir, lebih baik makan sesuai kondisi perut dengan harga yang sesuai, dan uang sisanya bisa disimpan untuk hal yang lebih penting (atau mungkin untuk sedekah).

dari obrolan tersebut, akhirnya disimpulkan "kenapa zaman sekarang, mau silaturahmi buka puasa saja MAHAL sekali ya". harus di restoran fancy (yang rasanya belum tentu sesuai dengan harganya), bagus untuk foto-foto, dan harus update tempat baru dan tentunya bisa disharing ke khalayak ramai -dan mungkin saya juga melakukan hal ini, sharing ke khalayak ramai-

terus kenapa kok bisa berpikir seperti itu. padahal sebelumnya tidak sejauh itu untuk berpikir masalah mahal.

pertama, sejak menikah, keuangan memang harus dipikirkan masak-masak sekali sampe mateng bahkan, coba aja yaaa bayangin agenda buka puasa sebanyak dulu, trus uang belanja lenyap gitu ajaaa hanya untuk jajan diluar (oh astaga. ini tidak baik untuk apapu itu), ketika silaturahmi dilakukan diluar bulan Ramadhan, ada 11 bulan untuk mengatur pertemuan2 sesuai kantong belanja, tapi ketika bulan Ramadhan, agenda buka puasa langsungdijadikan ajang silaturahmi. wah kalau ini (menurut saya ya), memberatkan kantong belanja. kecuali kalau masih single seperti dua tahun lalu, ajakan buka puasa bersama mungkin akan saya iyakan, tapi tentunya tidak seperti jaman kuliah, karena tanggungan hidup sudah dipikirkan sendiri dan tapi masih belum mikirin kebutuhan rumah tangga

kedua, setelah mendalami sedikit ajaran agama, silaturhami memang sangat dianjurkan bahkan gak boleh tidak (harus) dan bisa membuka pintu rezeki, tapi kalau mubazir sebaiknya dihindarkan apalagi ketika bisa melewatkan waktu ibadah. bukannya sok suci, tapi mungkin ini pengalaman spiritual pribadi saya ketika bulan ramadhan tahun ini. ntah kenapa lebih semangat melakukan ibadah, padahal hanya ibadah normalnya bulan Ramadhan, dan dimana saya itu ditahun-tahun sebelumnya termasuk yang malas melakukan ibadah di Bulan Ramadhan. jadi ketika waktu untuk ibadah tersita, hati agak gelisah (maaf bukannya riya, tapi ini yang saya pribadi rasakan).

ketiga, ternyata silaturahmi memang harusnya tidak harus mahal, ini terbukti dari salah satu yang saya lakukan, ketika buka puasa bersama tetapi ditempat yang murah meriahhhhh dan ternyata pertemuan tersebut sangat berkesan hingga sekarang, makna silaturahmi lebih dapet walaupun waktunya tidak banyak. ditambah juga ternyata sekarang lagi hiets buka puasa ngaliweutan gitu atau potluck gitu (tapi ini dilakukan di rumah), saya belum melakukannya sih ,tapi seperti nya seru dan lebih intim. makna silaturahmi lebih dapet dibandingkan di tempat yang fancy.

-tapi aja juga yang berpikir, kenapa harus itung-itungan sih, ini kan salah satu menyenangkan diri dari hasil kerja keras yang telah dilakukan, jadi ya gpp dong mengeluarkan biaya yang mahal untuk makanan. yaaaa boleh saja sih berpikir seperti itu, tidak dilarang, tapi untuk saya sekarang mendingan tidak udah mubazir, gpp makan makanan mahal sesekali, memanjakan diri, tapi bayangin aja kalau sebulan full seperti itu apa tidak mubazir. hehehehehe..

dan bulan puasa tahun ini selesai, agenda berikutnya adalah HALAL BIHALAL, yang tentunya kurang lebih hampir sama seperti agenda buka puasa dengan kelompok yang mungkin sama juga.. hehehehehe... semoga diberikan rezeki untuk bersilaturahmi.



cerita minggu ini untuk #1minggu1cerita
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Kalau dulu waktu kecil ketika ditanya apakah cita-citaku, dengan lantang saya akan menjawab "insinyur, astronot, arsitek, atau bahkan random mau jadi artis, atlet atau pemain teater". ya namanya juga anak-anak ya, apa saja bisa dijadiin cita-cita, seperti anaknya Cici Panda, waktu itu ketika anknya ditanya mau jadi apa dijawabnya mau jadi resepsionis hotel, padahal sebelumnya mau jadi model atau lain sebagainya. hehehe..

menginjak SMU, cita-cita saya pun macem-macem, mau jadi sarjana teknik, wanita karir, PNS yang tidak korupsi dan lain sebagainya. kenapa PNS ya? karena melihat bapak saya dulu jadi PNS, hehehehe..

menginjak masa perkuliahan yang sebenernya pun diawal saya taktahu apa yang sedang saya pelajari di bangku kuliah (merasa jurusan ini abstrak dan tidak jelas - pada waktu itu ya ini), disini pikiran saya mulai mencoba realistis "setelah lulus mau jadi atau mau ngapain ya" tiba-tiba saja semua hal-hal yang diimpikan dan didambakan dulu itu hilang sirna hanya ada harapan yang menyerempet realistis. hhhahahaha.. karena terlalu gamang dan tidak jelas dengan apa yang ingin dilakukan, dan juga ternyata JURUSAN SAYA INI KOK SEDIKIT YA TERTERA DILOWONGAN KERJAAN PERUSAHAAN. wkwkwk.. kzl!

setelah lulus - mencoba bekerja di developer (tepatnya masih internship sih), aku ada didivisi "research apa yaaa namanya, saya lupa" hanya bertahan dua bulan dan ternyata tidak cocok - kenapa baru 2 bulan sudah bilang tidak cocok, ntah kenapa saya punya feel kalau misalnya "saya tidak cocok disuatu tempat" mau sehari atau dua hari atau 100 hari rasanya sama saja walaupun itu disabar-sabarin.
setelah dari sana, saya pindah loncat lagi ke Anak perusahaan BUMN, bergerak dibidang hospitality, dan saya hanya bertahan 1 bulan. dan dari hari PERTAMA saya sudah tidak betah. sempat saya ditahan-tahan dengan iming-iming bahwasanya "psikotest saya adalah nilainya terbaik diantara yang lain, dan mereka berharap dari saya sebagai staff" - tapi saya tetap teguh pendirian, dihari ke 30 itu adalah hari kerja terakhir saya. surat pengunduran diri saya sudah berikan, walaupun tidak diterima "i dont care"
setelah itu, saya bekerja di pemerintahan dengan status pegawai kontrak dan lagi-lagi saya tidak betah. untuk yang satu ini, bisa dibilang penghasilan lumayan banget untuk ukuran fresh graduate, belum lagi ditambah bonus, thr, uang beli kambing, uang rapat, uang perjalanan dinas dan itung2 bisa keliling indonesia geratis. padahal bisa dibilang ini salah satu langkah saya untuk dapat mewujudkan salah satu cita-cita saya yakni mau jadi PNS. tetapi ternyataa hal itu tidak sesuai dengan hati saya, saya masih merasa resah.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Kedai kopi atau Coffee shop yang kali ini saya bahas adalah callibrate coffee, coffeeshop yang baru saja beroperasi beberapa bulan yang lalu dan berlokasi di Jakarta Barat (saya lupaa juga sih tepatnya awal tahun atau akhir tahun kemarin - dulu mas merdian anggi sempat cerita awalnya coffeeshop ini bukanya kapan).
jadi ceritanya kenapa ketemu tempat ini... waktu sebaliknya kerja, saya ingin menuju ke salah satu mall di kawasan puri dan kebetulan kang ojeknya membawa ke jalan pintas lewat pasar puri (padahal gak jalan pintas banget sih), dan tidak sengaja lewat ruko ini. lalu sekilas melihat ada coffeeshop baru disitu. karena tadi hanya sekilas jadi aja saya googling apa nama coffeeshopnya disana. setelah ketemu apa nama coffeeshopnya, beberapa hari kemudian langsung ajak suamiii cusss ke sana dan karena kebetulan tempatnya deket dengan tempat tinggal kami. calibrate coffee ini terletak di ruko-ruko yang di belakang FaveHotel Pasar Puri. Oiyah calibrate coffee ini adanya di lantai 2 ruko tersebut, jadi ya otomatis kita harus naik dulu.

lokasi calibrate coffee



pertama kali ke sini, saya dan suami saya sih suka banget, antara outdoor dan indoor terpisah (ini yang penting) karena membatasi dan memisahkan antara smoker dan nonsmoker. Tempatnya memang tidak terlalu besar tapi menurutku efisien banget, karena pembagian ruang, dan terutama bangkunya oke banget dan rapih. Ada untuk yang suka sendiri atau untuk "me time" dan kerja, ada yang bisa bersofa-sofa ria (ada 2 atau 3 tempat sofa - lupa saya persisnya), ada yang hanya untuk berdua dan ada kacanya (ini tempat favorite ku), ada juga sebelah dalem dikit untuk group atau meeting, dan yang ini untuk yang indoor. Sedangkan kalau untuk yang outdoor ya seperti untuk santai dan nongkrong2 sekalian ngobrol dan merokok. Yang outdoornya pun ada yang untuk rame-rame dan metime gitu (lengkap kan untuk segala jenis type pendatang coffeeshop). Lalu bar nya ditempatkan ditengah dan tidak terlalu besar jua, dan menurutku menarik banget. kita bisa melihat mereka melakukan aksinya ber latteart dan melakukan aksi brewing secara manual, bisa ngobrol dan tanya-tanya, dan yang penting diperbolehkan untuk memfoto aksi mereka juga bisa, karena ditengah jadi menurut saya sih enak banget foto-foto aksi mereka (mereka rama-ramah semuaa lhooo, termasuk ownernya)

pertama ke sini saya pesan "magic" dan suami saya pesan "cappuccino atau latte" ya (lupa saya pastinya). dan sejujurnya saya baru pertama kali mencoba yang namanya magic. biasa kalau ke coffeeshop mesennya picollo, latte, cappuccino untuk menu campuran kopi+susu ini. pas mencoba MAGIC. rasanya enak, ntah emang seperti ini rasanya magic (karena baru pertama minum MAGIC) atau memang baristanya yang meraciknya enak ya. hehehe..

Oiyah ngomong-ngomong soal barista, ini waktu pertama kami ke sana, seperti biasa kami melakukan foto-foto kopi untuk porto kami di instagram. Tiba-tiba disamperin oleh salah satu baristanya, bisa dibilang "korlapnya" di calibrate coffee, namanya Mas Merdian Anggi , trus kami diajak ngobrol-ngobrol gitu sama masnya. Masnya ngira kami ini selebgram yang fokus di coffeegram/ fotokopi gitu (padahal mah bukaan), tapi ngobrol2 asik sih setelah itu. Oiyah dan ternyata pas di kepoin di akun sosial medianya, doi pernah menang kompetisi barista gitu, jadi takusah diragukan lagi kan hasil racikan kopi di Calibrate Coffee ini. hehehe.. oiyah mas Mardian Anggi juga lah yang menyeleksi kopi-kopi yang masuk ke calibrate.

oke back to magic lagi, tapi ternyata setelah meminum magic ini perutku gak kuat untuk menampung kopi MAGIC (langsung mulesss), setiap orang kan kemampuan perutnya beda-beda ya, kayak saya minum piccolo, atau bahkan origin coffe (manual brew) tidak masalah di perut, tapi kok pas magic muless ya. Karena penasaran sama ramuannya magic (karena baru pertama minum itu), lalu saya mencari tau ttg racikan magic ini diinternet, tetapi sedikit banget infonya. tidak seperti picollo, cappuccino, latte lainnya yang pasti mudah banget dicaritau di Internet. Lalu saya pun kemarin nanya juga ke mas Merdian Angginya, eh malah saya pun lupa apa yang diomongin masnyaa tentang Magic (hahahaha.. maaf ya mas saya short memory banget..). Dan waktu datang kedua kalinya bersama teman (megha), saya memesan Picollo, dan picollonya pun ENAK. oiyah untuk cappucino dan latte nya juga enaaakkk lho.

Selain kopi, ada minuman non-kopinya seperti cokelat, teh dllnya, dan makanan dari yang ringan menemani ngopi atau ngeteh hingga makanan berat untuk makan siang. Jadi untuk yang tidak bisa minum kopi bisa juga datang dan nongkrong ke sini, karena semuanyaa enak.. 
oiyah untuk masalah harga pun cocok lho di kantong (menurut saya dan suami saya ya), soalnya saya dan suami juga melihat-lihat masalah harga, hahahahaha. maklum baru memulai membangun rumah tangga dan harus irit dan perhitungan untuk hal-hal tertentu.hehehehe..

oiyah, disini tuh tempatnya selain cozy, instagramable atau catalogable jugaa (ntah apa yaaa istilahnya), beberapa kali ke sana, pasti selalu ada aja yang sedang photoshoot dan lama bener bahkan makan lapak tempat duduk. hahahahaha.. tapi emang tempatnya bagus untuk foto-foto.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Sudah beberapa kali kami berdua berkunjung ke sini. tepatnya sih aku ya, padahal kalau dipikir-pikir tempat ini jauh dari rumah kami, tapi dari tempat kantor dekat. menurutku, tempat ini asik banget. suasanya oke dan kopinya juga enak *menurutku lho ini*. 

pertama kita masuk ke tempatnya, ada space kosong gitu dikanan kiri lumayan luas, awalnya ke sana aku mikir kok dibiarkan kosong ya. tapi ternyata itu untuk pameran ya dan space foto. jadi banyak banget yang menjadikan bagian tersebut untuk berfoto

kalau masuk ke dalam lagi ada space sebelah kanan dengan pintu dorong yang hits banget baik pintu atau space tersebut, kalau liat di IG ada yang upload foto lagi di kopikalyan, biasanya selalu disana fotonya, tapi ini adalah smooking area. balik lagi ke bagian dalam, ruangannya luas banget sebenernya. benar-benar luas. terus saya berpikir, kenapa dengan ruangan seluas ini, mereka tidak memaksimalkan tempat duduk. soalnya dengan ruangan seluas itu ya, tempat duduk (kapasistas) orang yang ingin makan dan minum itu terbilang sedikit. tapi memang akupun jga tidak bertanya sih kenapa demikian.atau mungkin luas tapi luas nya itu susah untuk menaruh banyak kursi kali ya, soalnya kalau lagi rame, jadinya pada gak bisa duduk di dalam, melainkan diluar. oiyah diujung juga ada semacam space gitu dan untuk smoking area, dan biasa juga dijadikan spot foto, pokoknya 2 smokingarea tersebut emang instagramable banget. tapi bedanya sama yang satu lagi adalah space tersebut, kalau tidak salah baca ya, ruangan tersebut itu dijadikan tempat eksperimen untuk tumbuhnya lumut. jadi lumutnya dipelihara dan sengaja tumbuh disana.

oiyaaa, kalau untuk urusan kopi dan pelayanan, gak diragukan lagi bagus kok. aku sih beberapa kali selalu memesennya picollo. pas banget picollo nya aku suka banget. satu lagi waktu itu mesen ice capucino. belum coba yang lainnya sih. kalau sang suami itu pesannya escokelat atau hot cokelat. hahahaha. dia memang tidak suka kopi, karena pahitnya kopi. yang jelas aku sih memang suka banget kalau diajak kesana. hehehe..

ada 1 hal yg unik yang mungkin membuat orang-orang ingin kembali ke sana, TeeBar. seekor anjing raksasa yang lucu. aku gatau jenisnya apa (tepatnya lupa), jenis yang mirip serigala itu lho.besar tinggi tapi jinak banget. beberapa kali ke sana setiap ada teebar, teebar selalu menjadi idola dan kalau ajak temen ke sana bilangnya "semoga ada teebar ya" heehehehe. berarti teebar memang berkesan. teebar ini juga tidak pernah menggonggong lho *selama aku ke sana ya*, dan selalu menjadi objek foto bersama. dan kupun baru tau juga kalau ternyata om pemilik teebar itu pengunjung kopi kayan.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
 

huaa ini mungkin keputusan yang berat atau labil.. harus menjalani kehidupan baru di rumah.
agak labil dalam mengambil keputusan ini yang akhirnya baru dieksekusi tgl 3 maret 2017. jadi mulai tanggal 6 Maret 2017, saya fix bekerja di rumah dan beberapa kali dalam seminggu ke kampus untuk mengajar.
kenapa labil? karena awalnya mau sampai akhir desember mengakhiri kerja di kantor tersebut, lalu tidak jadi dan kemudian diperpanjang sampai tidak tahu kapan. dan selama januari 2017 itu hati ini gundah gulana apakah tetap bekerja kantoran atau dirumah sambil menunggu wawancara dosen agar diangkat menjadi dosen tetap. galau sekali rasanya.

kalau mau flashback lagi ke zaman masih mudaaaa (halah masih muda), untuk resign dari kerjaan dan mencari kerjaan baru itu tidak pernah labil, langsung saja hajar. tidak tau besok akan seperti apa. yang penting di jalani, jika tidak betah langsung cabut, tapi memang sih Alhamdulillah selalu diberikan rezeki oleh Allah.

Tapi kali ini berbeda. banyak pertimbangan termasuk penghasilan. *semakin kesini kebutuhan dan tanggungan semakin banyak, tidak suka dengan ketidakjelasan dalam pemasukan*. ditambah lagi dengan title S2. orang-orang lain berpendapat "sayang banget sama gelar S2 nya kalau tidak kerja atau dipakai", dan juga awal-awal sang mama juga bilang "ade kan sudah S2, jangan sampai gak kerja ya, jangan dirumah" --> tp ini niatnya baik sih, agar anaknya tidak terlalu bergantung pada suami dan bisa membantu suami untuk membeli2 barang perempuan atau membantu dalam membayar tanggungan lainnnya. wah pokoknya banyak deh... sampai untuk memutuskan ini pakai analisis S-W-O-T juga! udah kayak analisis untuk perencanaan tata ruang segala *jadi inget waktu kuliah studio dulu* hahahahaha..

tapi yang menjadi pertimbangan utama adalah ridho suami tercinta. hehehehe.. bapake selalu mengingatkan cita-cita awal kenapa saya mengambil S2.
oke kita flashback sebentar ya ke tanggal 24 Agustus 2014.
waktu itu saya dan suami berbincang tentang mengapa saya ingin sekolah S2. jawaban saya waktu itu adalah "S2 gue itu buat anak-anak gue nanti. ya biarin aja sih gak kerja kantoran, tapi kan aset abadi gue adalah anak, dan anak itu gimana ibunya, karena bapak lebih banyak di kantor dan sehari-hari bersama ibu, jadi yang mendidik anak gue adalah seorang wanita lulusan S2. bukan bibi. ya sekalian ingin ngajar sih karena itu yang bakal gue bawa ke akhirat nanti"
dan asal dia tau, sebenarnya itu adalah sebuah pencitraan semata, TETAPI PAK SUAMI MENGANGGAPNYA SERIUS. Tanggapan seriusnya itu selalu dilakukan dan dikeluarkan ketika saya ingin bekerja dan langsung tanpa ba bi bu lagi keluar kalimat "katanya S2 nya untuk anak bukan untuk karir, katanya S2 nya untuk ngajar dan mendidik bukan untuk karir" - ok sip pak Suami . saya matikutu dengan ini.

Dengan banyak pertimbangan akhirnya aku fix memutuskan untk keluar dari kantor tersebut. sedih sih rasanya. KENAPA? karena di tempat tersebut itu benar-benar membantuku banget ilmu perencanaan yang konsep pembangunan, perencanaan, program, keuangan daerah dll. karena kebetulan aku di subdit program (kalau teknis memang aku kurang suka kecuali transportasi). bos ku itu baik banget. walaupun awalnya kaget dengan cara kerja yang cepat tapi jujru aku suka banget sama Bu Lisa. bener-bener profesional dan memberi kesempatan untuk belajar banyak. busri dan bumyra juga yang sangat-sangat berkesan dan selalu memotivasi. belum lagi teman-teman seperjuangan wiwit, suci, tri *dan dinda yang sudah keluar duluan*, dan cetletukan lucu dan galak bu bintang yang menjadi partener kerjaan.belum lagi kepolosan kekonyolan dan kegemasan mas dika hahahahaha.. yaampun beneran sedih dan bakal kangen banget. terlepas banyak drama juga *tapi itu sih lika liku perkantoran, sudah biasa*.

tapi pilihan hati dan ridho suami menjadi prioritas dalam pemilihan keputusan. semoga keputusan ini yang terbaik. dan bukan berarti banyak dirumah itu hanya menganggur. saya akan lebih banyak explore tentang apapun yang saya akan rencanakan dan eksekusi. doakan yang terbaik.

salam.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ►  2022 (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ▼  2017 (15)
    • ▼  Dec (1)
      • hujan malu-malu
    • ►  Nov (3)
      • Bandungku
      • 29 Tahun
      • kebanggaan dari seorang pembimbing
    • ►  Sep (2)
      • 28 hari
      • fajar dan senja
    • ►  Aug (1)
      • cerita pendek tentang ...
    • ►  Jul (3)
      • maha benar netizen dengan segala komentarnya
      • belajar berhijrah hingga
      • usaha terbaik ...
    • ►  Jun (1)
      • Silaturahmi ternyata bisa Mahal
    • ►  May (2)
      • Mengajar..
      • calibrate coffee
    • ►  Apr (1)
      • berkunjung ke kopi kalyan
    • ►  Mar (1)
      • pekerjaan baru
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates