• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

Selama berberapa waktu saya mulai melenceng dari tujuan atau cara saya hidup. Salah satunya adalah fokus terhadap diri sendiri dan keluarga. Beberapa tahun ini, selalu melihat orang lain. 
Apa yang dilakukan orang, apa yang dilakukan keluarga A, keluarga B, apalagi yang sudah memiliki anak. Foto keluarga, main dengan anak, wisata, tamasya, sepertinya hidup lengkap.

Sungguh toxic! 

Bahkan ada satu masa "aku harus bisa lebih, harus lebih baik, harus ke sana juga, harus bikin mereka iri" 

Ternyata sungguh capek sekali. Aku juga bingung kenapa kok malah suka kepikiran seperti itu, apakah itu hal lumrah atau wajar yang sempat singgah kehidupan pribadi orang? atau sebenernya itu adalah masalah dan tak semua orang merasakan hal seperti itu.

Sudah beberapa kali aku diingatkan lewat teman, maksudnya bukan mereka yang tiba-tiba mengirim pesan kepadaku lalu menulis "ingat dan fokus pada diri sendiri jangan melihat orang lain". Bukan, bukan seperti itu. Tetapi lebih ke melihat postingan mereka yang share ntah di tweetnya ataupun di feednya. Intinya adalah "perbaiki diri sendiri, fokus terhadap diri sendiri dan jangan ikut campur urusan orang lain atau jangan melihat orang lain"

Melihat beberapa tulisan itu, aku merasa tertampar. "Perasaan dulu aku adalah orang yang mudah sekali untuk bersyukur, mudah sekali mencari kegiatan, percaya diri dengan kegiatan, mengembangkan diri, mengikuti ini itu, kok sekarang jadi orang yang membandingkan dengan orang lain, tidak fokus sama diri sendiri, banyak yang dipikirkan, banyak yang ditakutkan, banyak yang diirikan, kok malah jadi menghambat potensi diri, kok gak berkembang dengan kemampuan diri - kemana sosok diri ini yang dulu? kemana dia?"

Kamis ini, aku seharian berfikir, dan berujung menangis sendiri. Sampai suamiku bertanya "kenapa? apa yang dipikirkan?" aku berusaha menahan air matapun akhirnya tak sanggup lagi, air mata ini tumpah dan cukup lama. Aku capek, aku lelah, aku gak fokus sama diri sendiri, aku menjadi seorang yang payah, yang ingin bahagia seperti kehidupan orang, ingin mengambil semuanya, ingin seperti mereka, tapi ternyata itu semu.. 

Suamiku berkata "kayaknya ini efek obat hormon" - tapi mungkin ini iya dan enggak. Aku memang semakin melankolis dan cepat nangis. Mungkin juga akumulasi dari masalahku sebelumnya, dan ditambah dengan obat hormon ini. Plus melihat kegiatan orang yang sepertinya seru dan bermacam-macam, aku hanya diam di kasur dan tak kemana-mana. Otak tumpul dan tak berkembang, merasa di kantorpun tak ada gunanya. Semua ketakutan itu menyelimuti diri ini.

Lalu bagaimana aku harus menghilangkan rasa seperti ini. Berdoa kepada Tuhan? aku ingin sekali, tetapi sedang tidak bisa melakukan ibadah, walaupun setiap saat bisa berdzikir dan berdoa, tetapi rasanya berbeda ketika berkeluh kesah setelah beribadah. Bulan ini bernar-benar menguras energi untukku sampai aku harus overthinking dam tidak fokus lagi terhadap diri sendiri.

Aku belum tau harus ngapain. Sepertinya Aku tak mau juga menyalahkan kondisi sekarang. Aku sedang berusaha untuk tidak menengok orang lain atau kehidupan keluarga lain seperti apa. Sedang mencari cara untuk membuat bahagia sendiri - walaupun pada saat nulis ini aku belum tau apa. Karena aku masih terbatas untuk melakukan gerak atau kegiatan yang rutin aku lakukan sebelumnya (sepedaan).

Tapi coba dulu lakukan hal positif, atau lebih baik berfikir positif dan tidak membuka-buka sosial media seperti instagram untuk bisa fokus kepada diri? Belum tau..
mohon doanya ya teman-teman.


Share
Tweet
Pin
Share
33 Comments
kamu berkata padaku bahwa aku adalah prioritasmu saat ini.

kamu berkata padaku bahwa aku lah orang pertama yang selalu engkau sapa disaat engkau sadar dari lelapmu.

kamu berkata padaku bahwa akulah orang yang selalu ada dibenakmu.

kamu berkata padaku bahwa akulah yang selalu orang pertama yang mendapatkan kabar darimu.

kamu berkata padaku bahwa akulah sosok yang kamu impikan

kamu berkata padaku bahwa akulah sosok yang ingin kamu jadikan teman hidupmu
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Selamat ulang tahun suamiku yang ke 31. (yeiy umur kita sama - iya saya lebih tua beberapa bulan dari suami)

Tahun ini sangat berbeda, karena semua harus dilewati dengan kehati-hatian, kecemasan dan kesederhanaan.

Tetapi semoga tidak mengurangi makna dari artinya berkurang usia pak rio, perayaan sederhana di unit kecil ini, doa yang dipanjatkan dan tentunya makanan yang sengaja dipesan untuk moment ini.

sebelum tiup lilin ini terjadi, ada banyak drama. sumpah drama banget, yang satu lagi sensitif yang satu lagi pengen dilayani karena mau ulang tahun. ampun deh. Untung bisa selesai segera sebelum acara tiup lilin ini.

Semoga Selalu diberikan kesabaran, kesehatan rejeki, iman yg lbh baik lg, kebahagiaan, kemakmuran, keberkahan disisa usianya.. aamiin.. Selamat menjadi Manusia yg lbh baik dan bermanfaat. .
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 yang lalu, salah satu hari yang berkesan dalam tahun ini. iya, bertemu dengan orang-orang yang sederhana dan memberikan energi positif yang sangat kuat sehingga tak henti-hentinya menarik nafas dalam untuk menahan air mata keluar karena betapa bersyukurnya bertemu hari ini, diacara workshop #jurnalbersyukur oleh Ria Nirwana #jurnalbersyukurrnirwana

Dia adalah Ria Nirwana seorang inspirator - setidaknya itu menurut saya-, seorang yang berkeyakinan menulis adalah salah satu healing, setidaknya itu menurut ci Ria sendiri dan aku, dan itupun berhasil untuk ci Ria, tetapi untukku masih belum, karena ketidakkonsistenanku dalam menulis.

Keyakinan ku memilih menulis adalah bentuk healingku sendiri dan merasakan apa yg dapat aku rasakan setelah menulis itu.  dannn ya karena keyakinan writing is healing untuk diriku ini, ketika melihat sharing dari mba iyut tentang acara ini, aku langsung bertanya dan mendaftarkan diri sebagai peserta. Sewaktu daftar ci Ria ini menanyakan apakah aku yakin untuk bisa hadir? apakah bener mau? karena waktu dan lokasi, scara aku kerja dari pagi yang mungkin belum tentu bisa izin atau cuti dan meninggalkan kantor sejenak. Aku dengan yakin tanpa mikir panjang menjawab Iya dan Tak masalah. Gimana nantinya hari H untuk urusan teknis, dipikirkan kemudian. hihihi..

Ada ketakutan pada waktu datang, karena saat-saat ini, aku merasa takut berhadapan dengan banyak orang baru, rasa tidak percaya diri ini muncul diusia sekarang, sering cemas, sering merasa tidak dapat diandalkan, merasa tidak berguna dan hidup stagnan disitu-situ saja. Tetapi bayangan dan ketaukan tidak terasa lagi setelah sedetik  aku duduk, aku melihat sekelilingku yang baik-baik sekali, setidaknya itulah kesan pertama pada waktu itu acara. Ntah mengapa rasa tidak percaya diri, cemas dan ketakutan lainnya pun memudar - ini beneran, bukan membaik-baikkan keadaan.

Konsep #jurnalbersyukur ala Ci Ria ini simple banget, hanya mengajak kita untuk sayang sama diri sendiri dan selalu bersyukur kepada Allah SWT dan menuliskannya, akan ada hal berbeda yang dirasakan ketika bersyukur dengan ucapan dan dengan tulisan. Dan hal yang penting lainnya adalah jujur, membuat tulisan itu bukan untuk "pamer" tetapi diresapi untuk diri sendiri, percuma ketika kita healing dengan menulis, lalu tulisan itu hanya sekedar kalimat-kalimat untaian kata-kata indah yang memang bagus untuk dibaca oleh pembaca tetapi ternyata kita sendiri sebagai penulis tidak memahami atau memaknai tulisan untuk diri sendiri. Jujur adalah kunci dari healing.

Ada beberapa tips lain yang disampaikan oleh ci Ria, ketika itu adalah hal yang disyukuri kepada Allah, Tuhan kita, langsung tulis. ci Ria juga menunjukkan jurnalbersyukur miliknya untuk kita lihat-lihat seperti apa dan harus apa aja yang ditulis, aku membacanya benar-benar simple. Ada tulisan tentang ayat kitab suci, mengantar anak, makan, jalan-jalan, dapat tiket, bertemu orang, jalan kaki, sharing dan lain sebagainya, benar-benar simple yang hanya dituliskan dalam 1 kalimat, ada yang 1 baris ataupun 2 baris.

 
Tips lainnya adalah :

  • Jangan menunda hingga besok,

  • Jika lupa bawa jurnal bisa tulis dihp dan segera pindahkan ke jurnal,

  • Gunakan jurnal yang kecil agar mudah dibawa kemana-mana,

  • Jurnal boleh dihias agar kita juga seneng buka dan menulisnya

  • Lakukan ini minimal 21 hari secara berturut-turut, nanti akan terasa efek dari kerja healingnya. 21 hari ini gak jadi patokan sih, karena ada yang merasakan dalam waktu 7 hari, 10 hari, 15 hari.

  • Dalam workshop ini, ci Ria juga menyarankan 3 hal yang membuat bersyukur, 3 ini juga tidak ada pakeman, boleh lebih, tapi aku sendiri mending lebih daripada kurang

  • Jangan menulis hal yang bikin sedih atau duka, namanya jurnal bersyukur, artinya hal-hal yang patut kita syukuri dan membuat hati ini happy.

  • Jangan campurkan dengan jurnal lain seperti diary atau agenda kerja. Sangat tidak disarankan


Tips lainnya banyak disampaikan oleh Cici Ria, mungkin tips ini akan banyak dijumpai di blog-blog orang ataupun sharing orang-orang melalui kita cari di google, tapi yang bikin haru dan mengena adalah mendengar secara langsung pengalaman spiritual dari orang tersebut akan akibat/efek langsung kepada diri, hal ini membuat saya pribadi mendapatkan energy positif..

 

Pada workshop ini, kita membayar sejumlah uang, tetapi percayalah uang yang dibayarkan ini sangat amat worthy, kita dikasih jurnal, perintilan-perintilan untuk menghias jurnal kita sendiri yang bisa dibawa pulang dan yang bisa dilakukan dihari workshop, makan dan minum, dapat merasakan essential oil dan efek kerja essential oil (ternyata ci Ria ini juga menjadi -seperti brand ambassador- dari salah satu merk essential oil terkenal), tetapi yang paling penting adalah pengalaman berharganya dan sharingnya cici Ria. Kalau diitung-itung materi yang kita bayarkan, ini kayak cuma menggantikan apa yang kita dapatkan aja. Bener-bener bersyukur mengikuti acara ini.


Dan ada hal lain yang benar-benar aku syukuri pada hari itu, Aku bertemu salah satu peserta yang menjadi guru yoga dan menawarkanku untuk yoga dengan harga tidak semahal di JKT, bertemu dengan juga mengidap PCOS dan sekarang anaknya kembar, hihihi, bertemu dengan 2 cici yang ternyata rumahnya di duri kepa dan intercon meruya, bener-bener happy.

Setelah ci Ria sharing, kami dipersilahkan untuk mencoba menulis jurnalbersyukur, mencoba menghias-hias dengan printilan yang telah dikasih dan bisa menggunakan printilan yang disediakan di tempat workshop juga. Ternyata seru, saya yang bukan orang kreatif dalam menghias-hias, mencoba-coba diluar kondisi nyaman untuk eksplore sana-sini menghias jurnal saya sendiri agar pada waktu menulis 3 hal tersebut bisa happy.


dan tak lupa diakhir acara aku menyempatkan meminta Ci Ria untuk menuliskan sebuah quote yang dapat memotivasiku plus tentunya foto bareng. hihihi..

 

--

dan benar saja, setelah seminggu melakukan rutin dan tiap hari, ada hal-hal baru yang ku temukan langsung aku tulis dan berasa ketika membaca ulang "wah ternyata hal seperti ini bisa bikin bahagia dan bersyukur", "wah iya udah lama ya gak makan sate ini, makanya setelah makan jadi seneng dan langsung tulis", "bener juga ya coba kalau ketinggalan jemputan, bisa-bisa harus mengeluarkan ongkos  sa banyak lagi berkali-kali lipat" dan seterusnyaa. Ada rasa yang kurang ketika belum menulis, padahal baru seminggu loh, gimana kalau rutin tiap hari, ya seperti Solat kali ya, ketika tidak dilakukan jadi resah -duh malu nulis ini, padahal masih bolong-bolong-

dan ternyata yang membuatku bahagia di awal tahun 2020 ini adalah aku bisa banyak makan macam-macam yang sebelumnya jarang aku makan, aku bisa mendapatkan kado atau hadiah karena apa yang telah aku lakukan, aku mendapatkan baju cantikku yang dibuat oleh anissafira studio (baju yang super cantik), dan masih banyak lagi yang ternyata bisa aku lakukan dan penuh rasa syukur, kalau dibaca ulang lagi, itu adalah hal-hal sederhana disekeliling. Dan memang beda rasanya ketika hanya diucapkan dalam doa setelah solat ataupun kapan saja dengan menulisnya, lebih banyak apresiasi, lebih banyak melihat, lebih banyak merasakan hingga dalam hati, lebih banyak memahami dan lebih banyak bersyukur.

[caption id="attachment_4052" align="aligncenter" width="990"] makes me happy[/caption]

Aku akan cerita lagi ketika udah beberapa minggu kemudian atau ketika jurnalnya sudah habis, karena ci Ria akan memberikan sebuah rewards kepada kami, ketika kami bisa konsisten menulis dijurnal ini hingga bulan juni, utk bulan Juli - Desember akan diberikan jurnal baru sebagai hadiah. hihihi..

okay, lets try ~

[caption id="attachment_4058" align="aligncenter" width="990"] with all participant, phot by iyutdewi[/caption]

thanks to cici Ria Nirwana, Mba Iyut Dewi dan seluruh peserta yang hadir membawa aura positif.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
 2018 tepat 30 tahun yang lalu aku lahir di dunia ini dari Ibuku. ihihihi.. ternyata tak terasa ya, sudah 30 Tahun hidup di dunia, diberikan kesempatan untuk bermanfaat oleh Allah di dunia ini. tetapi ntahlah, apakah aku memanfaatkan kesempatan untuk bermanfaat ini sudah maksimal atau belum. mungkin belum, karena sampai saat ini (bahkan belum tau kapan), saya masih diberikan kehidupan oleh Allah agar bisa lebih bermanfaat.

Ntah kenapa, dari kemarin-kemarin, semakin mendekati usia 30 tahun ini, semakin banyak merenung dan berpikir. Rasanya berbeda sekali dengan waktu lalu, menginjak usia 17 tahun, 20 tahun atau 25 tahun. 30 tahun ini rasanya beda. Bahkan rasanya tidak ingin orang-orang tahu saya berulang tahun, karena malu. bukan malu karena udah 30tahun (tua), tetapi malu seperti tidak memiliki pencapaian atau belum bermanfaat.

jika diingat-ingat kembali, dulu tuh rasa menggebu-gebu untuk orang tahu saya ulang tahun dan juga agar semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. ya! caranya banyak, dengan setting notif di Facebook, posting foto ulang tahun se cepat mungkin di sosial media (facebook, twitter, path, instagram), membalas ucapan satu persatu dengan mention orangnya, bikin status di BBM dan lain sebagainyaa. Rasanya ingin seluruh dunia tahu bahwa saya ulang tahun dan harus mengucapkan itu.

di Usia 30 tahun ini, saya bahkan mengucapkan kepada suami saya "aku gak mau orang tau aku ulang tahun, aku gak upload foto-foto dulu ya"

suami saya mungkin heran, yang biasanya sang istri ingin di publish, justru tahun ini tidak.. banyak perenungan..

jika diingat-ingat lagi, usia 17 tahun, usia remaja yang ingin dianggap dewasa, semua inginnya tentang saya, merasa spesial, apalagi 17 tahu, sweet seventeen yang harus dirayakan, yang dimana udah merasa boleh bebas ini itu dan disaat usia-usia masa SMU yang pokoknya semua tentang dia. cita-cita saya apa ya waktu dulu tuh? oiyah ingin lulus dan kuliah -

usia 20 tahun, usia nanggung, remaja bukan, dewasa bukan, masih di bawah ketiak papa mama yang sekolah masih dibayarin semuanya tapi merasa hebat dengan menjadi intelek di bangku kuliah, merasa tahu segalanya.. pencapaiannya hanya ingin lulus dan benar-benar bebas dianggap dewasa seutuhnya.

usia 25 tahun, usia nanggung juga, bukan remaja, dewasa sedikit karena dianggap telah melewati fase lulus kuliah (dimana menurut saya sendiri, fase kuliah ini adalah fase penting, apalagi ketika kita bisa melewati tugas akhir dengan selesai. TUGAS Akhir itu bukan tentang substansi, tapi tentang diri kita sendiri. hihihi...), lulus kuliah dan merasa bisa mencari uang sendiri. merasa dewasa? tidak juga nyatanya. masih suka ngerepotin orang tua, masih suka halu dengan imajinasi-imajinasi hidup yang ingin macam-macam. Hidup Hedon karena sudah (sok-sok) mencari uang sendiri. bisa berbuat segalanya.

dan ternyataa, itu tak ada begitu berarti ketika, sudah mulai masuk 30 tahun. ntahlah, menurut ku usia 30 tahun ini, usia dimana seseorang beranjak menjadi seutuhnya menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri serta bermanfaat banyak bagi siapapun itu. kadang kemarin berfikir :

"30tahun di dunia ini, apa sih pencapaian yang berarti yang pernah saya lakukan?"


"Usia 30 ini sudah berbuat apa saja sih?" 


"30 tahun mau gini-gini aja?"


"30 tahun ini tuh start nya orang gimana jalan hidup mereka kemudian, jangan sampai harus 40 tahun lalu merasa telat!"


berhari-hari pun berfikir,, dan bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa menjawabnya, mau apa ya? mau jadi apa ya? iya ya kok gini-gini aja? iya ya.. kok orang-orang diusia 20an tahun udah menjadi apa-apa, tapi saya yang sudah 30tahun ini kok belum bisa ya. terlalu banyak melamun? bermain? tidak memanfaatkan waktu dengan baik? atau apa yaa? apakah masih menyusahkan orang tua? apa belum bisa membahagiakan suami dan keluarga? kemarin-kemarin kemana saja? terlalu imanijatif? terlalu dibuai dengan zona nyaman? terlalu apa. kemana aja sih, 30 tahun gini-gini aja..

"hidup bukan tentang diri sendiri, lihat lagi bagaimana dirimu sendiri : sudahkah kamu punya sesuatu untuk dibagi ? 


ini yang saya baca dari artikel hipwee tentang usia 30 tahun. kembali merenung dan berpikir. kok rasa-rasanya masih belum ada ya. semakin lama, semakin bingung.

---

semakin bingung aku menulis apa, semakin bingung aku memikir apa isi di tulisan ini. hehehehe.. *mohon maaf jika bingung bacanya, karena akupun bingung hehehehehe..   doaku untuk diriku sendiri saat ini beranjak 30 tahun..

semoga semakin bermanfaat bagi orang banyak disisa-sisa usia yang Allah berikan di dunia ini. 

Happy Birthday to ME ! HAPPY 30!

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
hai hai.. mulai postingan ini aku mau mencoba sharing mengenai program hamilku. Program hamilku ini tidak terlalu berat (ya mungkin sih dibilang tidak terlalu berat, karena aku berfikir banyak orang yang lebih berat promilnya dan menantinya juga), jadi kalau akunya malas-malasan itu gak fair buat semuanya.

pertama-tama aku ingin cerita, bahwasanya aku ini terkena sebuah syndrome yang dimanaa syndrome ini juga menyerang banyak wanita, kalau kata dokterku dulu 3 dari 10 wanita terkena syndrome ini. Nama syndrome tersebut adalah sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS), dimana penderita syndrome tersebut memiliki telur yang sangat banyak tetapi tidak bisa dibuahi oleh sperma yang masuk dan terjadi ketidak seimbangan hormon dalam diri perempuan tersebut,  yang menyebabkan sulitnya membesar sel2 telur. Walaupun dibuahi dia tidak akan bisa berkembang atau kalaupun berkembang akan mengalami keguguran. Tapi apakah bisa hamil? tentu saja bisa, banyak sekali #pcosurvivor yang hamil, aku kasih tau ya yang bisa hamil (akhirnya) : Fitrop, mestyariotedjo, tya arestya dan beberapa temen ku, iya temen 1 lingkup kampus, main dll.

Pertama kali aku tau bahwa aku PCOS itu sewaktu malam tahun baru 2018, 31 Desember 2017, iya hari ke-2 aku haid, dan merasa "aku harus ke dokter apapun yang terjadi", akhirnya siang-siang telpon rumahsakit yang dekat dengan apartemen buncit, lalu yang buka itu adalah rumah sakit brawijaya kemang. Ketemu lah dengan dokter, cerita lah kami, bahwa sudah mau 2 tahun tapi belum ada pembuahan, bahkan berasa aja tidak, yang ada setiap bulan aku haid dan setiap hari pertama ini kalau gak muntah-muntah, lemes, perut terkikis rasanya (rasanya mau aku copot aja itu perut), ya macem-macem, dan inisuper duper menggangu sekali.

Aku rasakan ini sejak setelah kuliah, iya bener setelah kuliah. Waktu kuliah sih pernah beberapa kali aja, itu juga dipicu keracunan makanan dan sedang stres, sisanya ndak sama sekali, bahkan akupun bisa melakukan olahraga ataupun tanding pada hari pertama haid, tapi dulu dengan sombongnya berkata "gw ngerasa sakit kayak gitu waktu SMP, pas pertama kali haid, dan pada waktu mau ke Bandung karena haid dan belum makan nasi malah makan mie dan es jeruk asem, sampe pingsan sih, tapi setelah itu baik2 aja aman"- betapa cengosnya aku dulu ya. hihihi..

selama kuliah, iya hanya 2 kali aku merasakan seperti itu, pertama waktu masih kuliah di unpad, itu juga karena lagi gak enak badan, masuk RS, kedua itu keracunan makanan karena makan sembarangan, sisanya blasss baik-baik saja. Mulailah setelah selesai kuliah itu, setiap hari pertama haid, rasanya mau pecahin perut. Menyiksa sekali, muntah-muntah pun tak jarang, hingga aku harus minta jatah rehat setiap haid hari pertama. kira-kira kurang lebih 6-7 tahun mengalami seperti ini dan dimana ini tidak terjadi setiap bulan, tetapi siklus ku gak tentu, pernah per3 bulan, 2 bulan, 39 hari, 35 hari, macam-macam. sejak itupun aku tau tak beres rasanya.. dan ternyata benar.

seebelum diperiksa dokter, ditanya-tanya dulu keluhannya gimana, sudah berapa lama nikah, frekuensi berhubungan seperti apa.. setelah itu diperiksa USG transvaginal. sewaktu masuk dan periksa, dicek rahimnya dulu -- sidokter bilang "baik saja, aman, bagus, bersih" - padahal aku sempet mikir kayaknya rahimku bermasalah deh atau gimana gtu,, si dokter ini lamaa sekali dia muter-muter, feelingku sih mungkin nyari ada benjolan atau apa gtu nyangkut, ternyata enggak. trus dia mengarahkan kenan dan kekiri, nah pas kekanan dan kekiri itulah dia akhirnya tau bahwaasanya yg tidak beres itu apaa. hihihi.. sudah selesai periksa.

lalu ditanya2

"ada turunan diabetes gak?" "punya riwayat diabetes?", "coba saya cek bulu2nya dulu"

macem-macem yang ditanya.. lalu akhirnya dia bilang "Jadi ibu ini kena PCOS" (iya dia bilangnya PCOS, bukan PCO, tp ntah lah bingung, karena ada yg bilang PCO itu pola hidup mudah untuk dibenahi, karena kelelahan stres perubahan rutinisas dan lbh cepat dibenahi, PCOS itu syndrom yg mungkin turunan - keluarga ku ada yg diabetes dan turunan Papa ku mengidap ini- hamilnya harus ekstra berjuang banget), "jadi ibu bisa hamil, hanya saja lbh ekstra usaha daripada ibu-ibu lainnya. jangan takut, Insya Allah bisa hamil, tetapi treatmentnya tidak seperti ibu2 yang normal, harus dibenahi dikit hormonnya.." singkat cerita akhirnya aku dikasih obat, diminta datang lagi 3 bulan kemudian, suami diminta periksa sperma dan aku diminta USG 3 bulan lagi, kalau masih kurang juga ada alternatif insem..

si dokter bernama dr. M.Haekal, SpOG. menjelaskan dengan jelas, enak menyampaikannya, tenang, dan bener2 buat tenang. dia selalu bilang "ibu bisa hamil, tapi harus extra disiplin benahi hormon, calon istri saya juga gini kok, tp toh saya ttp mau nikah kan sama dia"

saran dia waktu itu = minum obatnya ya untuk membantu, makan omega3 banyak ada di salmon dan ikan kembung, olahraga terpenting, ibu diet ya (bukan diet kurus - tp diet benerin masa ototnya saja)"

nah sama dia ini gak ada larangan makan macem2, mamak mertuaku bilang "gak boleh makan apa dok? junkfood gtu kan dok"?

aku tambahin lagi "emang gak boleh makan daging ya?"

dokter bilang "Ibu silahkan makan apa sajaa, gak ada larangan makan apa saja, yang penting Ibu dan bapak HAPPY. mau makan KFC, PIZZA silahkan, asala dikurangi, lebih mending makan SALOM dan ikan KEMBUNG, sayur dan buah. yah gada larangan, ini bukan kenapa2, tp inget olahraga"

mamak mertua "tuh kan gak bole makan junkfood"

dokter "boleh kok. kurangi saja"

-wkwkwkwkwk..

bulan awal-awal aku masih rajin minum obat, olahraga kecil-kecilan, berasa pas haid bulan depan udah lancar, gak sakit.. lalu tiba-tiba kerjaan datang dan karena aku CPNS, harus ini itu, ngerjain ini itu, survei lama banget, belum lagi ada puasa yang membuat aku jadi malas untk olahraga (bukan salah puasanya, salah akunya aja), dan PRAJABATAN. buyar semua rencana promil aku, yasudah lah bablas sampai akhir tahun ini, gagal promil dan gak disiplin. padahal setelah prajabatan itu, meniatkan promil lagi. tapi gagal lagi karena harus survei lagi, huaaa. gagal deh kali ini promil pertama.

dan memang, usahaku di promil ini gak terlalu keliatan sekali, tapi mencoba untuk num obat, makan dibenerin, olahraga, dll. cuma merasa kurang usaha aja. blm seperti ibu-ibu promil lainnya. yasudah terima nasib, thaun 2018 kemarin belum dikasih rezeki Anak..

 
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates