• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

Hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 yang lalu, salah satu hari yang berkesan dalam tahun ini. iya, bertemu dengan orang-orang yang sederhana dan memberikan energi positif yang sangat kuat sehingga tak henti-hentinya menarik nafas dalam untuk menahan air mata keluar karena betapa bersyukurnya bertemu hari ini, diacara workshop #jurnalbersyukur oleh Ria Nirwana #jurnalbersyukurrnirwana

Dia adalah Ria Nirwana seorang inspirator - setidaknya itu menurut saya-, seorang yang berkeyakinan menulis adalah salah satu healing, setidaknya itu menurut ci Ria sendiri dan aku, dan itupun berhasil untuk ci Ria, tetapi untukku masih belum, karena ketidakkonsistenanku dalam menulis.

Keyakinan ku memilih menulis adalah bentuk healingku sendiri dan merasakan apa yg dapat aku rasakan setelah menulis itu.  dannn ya karena keyakinan writing is healing untuk diriku ini, ketika melihat sharing dari mba iyut tentang acara ini, aku langsung bertanya dan mendaftarkan diri sebagai peserta. Sewaktu daftar ci Ria ini menanyakan apakah aku yakin untuk bisa hadir? apakah bener mau? karena waktu dan lokasi, scara aku kerja dari pagi yang mungkin belum tentu bisa izin atau cuti dan meninggalkan kantor sejenak. Aku dengan yakin tanpa mikir panjang menjawab Iya dan Tak masalah. Gimana nantinya hari H untuk urusan teknis, dipikirkan kemudian. hihihi..

Ada ketakutan pada waktu datang, karena saat-saat ini, aku merasa takut berhadapan dengan banyak orang baru, rasa tidak percaya diri ini muncul diusia sekarang, sering cemas, sering merasa tidak dapat diandalkan, merasa tidak berguna dan hidup stagnan disitu-situ saja. Tetapi bayangan dan ketaukan tidak terasa lagi setelah sedetik  aku duduk, aku melihat sekelilingku yang baik-baik sekali, setidaknya itulah kesan pertama pada waktu itu acara. Ntah mengapa rasa tidak percaya diri, cemas dan ketakutan lainnya pun memudar - ini beneran, bukan membaik-baikkan keadaan.

Konsep #jurnalbersyukur ala Ci Ria ini simple banget, hanya mengajak kita untuk sayang sama diri sendiri dan selalu bersyukur kepada Allah SWT dan menuliskannya, akan ada hal berbeda yang dirasakan ketika bersyukur dengan ucapan dan dengan tulisan. Dan hal yang penting lainnya adalah jujur, membuat tulisan itu bukan untuk "pamer" tetapi diresapi untuk diri sendiri, percuma ketika kita healing dengan menulis, lalu tulisan itu hanya sekedar kalimat-kalimat untaian kata-kata indah yang memang bagus untuk dibaca oleh pembaca tetapi ternyata kita sendiri sebagai penulis tidak memahami atau memaknai tulisan untuk diri sendiri. Jujur adalah kunci dari healing.

Ada beberapa tips lain yang disampaikan oleh ci Ria, ketika itu adalah hal yang disyukuri kepada Allah, Tuhan kita, langsung tulis. ci Ria juga menunjukkan jurnalbersyukur miliknya untuk kita lihat-lihat seperti apa dan harus apa aja yang ditulis, aku membacanya benar-benar simple. Ada tulisan tentang ayat kitab suci, mengantar anak, makan, jalan-jalan, dapat tiket, bertemu orang, jalan kaki, sharing dan lain sebagainya, benar-benar simple yang hanya dituliskan dalam 1 kalimat, ada yang 1 baris ataupun 2 baris.

 
Tips lainnya adalah :

  • Jangan menunda hingga besok,

  • Jika lupa bawa jurnal bisa tulis dihp dan segera pindahkan ke jurnal,

  • Gunakan jurnal yang kecil agar mudah dibawa kemana-mana,

  • Jurnal boleh dihias agar kita juga seneng buka dan menulisnya

  • Lakukan ini minimal 21 hari secara berturut-turut, nanti akan terasa efek dari kerja healingnya. 21 hari ini gak jadi patokan sih, karena ada yang merasakan dalam waktu 7 hari, 10 hari, 15 hari.

  • Dalam workshop ini, ci Ria juga menyarankan 3 hal yang membuat bersyukur, 3 ini juga tidak ada pakeman, boleh lebih, tapi aku sendiri mending lebih daripada kurang

  • Jangan menulis hal yang bikin sedih atau duka, namanya jurnal bersyukur, artinya hal-hal yang patut kita syukuri dan membuat hati ini happy.

  • Jangan campurkan dengan jurnal lain seperti diary atau agenda kerja. Sangat tidak disarankan


Tips lainnya banyak disampaikan oleh Cici Ria, mungkin tips ini akan banyak dijumpai di blog-blog orang ataupun sharing orang-orang melalui kita cari di google, tapi yang bikin haru dan mengena adalah mendengar secara langsung pengalaman spiritual dari orang tersebut akan akibat/efek langsung kepada diri, hal ini membuat saya pribadi mendapatkan energy positif..

 

Pada workshop ini, kita membayar sejumlah uang, tetapi percayalah uang yang dibayarkan ini sangat amat worthy, kita dikasih jurnal, perintilan-perintilan untuk menghias jurnal kita sendiri yang bisa dibawa pulang dan yang bisa dilakukan dihari workshop, makan dan minum, dapat merasakan essential oil dan efek kerja essential oil (ternyata ci Ria ini juga menjadi -seperti brand ambassador- dari salah satu merk essential oil terkenal), tetapi yang paling penting adalah pengalaman berharganya dan sharingnya cici Ria. Kalau diitung-itung materi yang kita bayarkan, ini kayak cuma menggantikan apa yang kita dapatkan aja. Bener-bener bersyukur mengikuti acara ini.


Dan ada hal lain yang benar-benar aku syukuri pada hari itu, Aku bertemu salah satu peserta yang menjadi guru yoga dan menawarkanku untuk yoga dengan harga tidak semahal di JKT, bertemu dengan juga mengidap PCOS dan sekarang anaknya kembar, hihihi, bertemu dengan 2 cici yang ternyata rumahnya di duri kepa dan intercon meruya, bener-bener happy.

Setelah ci Ria sharing, kami dipersilahkan untuk mencoba menulis jurnalbersyukur, mencoba menghias-hias dengan printilan yang telah dikasih dan bisa menggunakan printilan yang disediakan di tempat workshop juga. Ternyata seru, saya yang bukan orang kreatif dalam menghias-hias, mencoba-coba diluar kondisi nyaman untuk eksplore sana-sini menghias jurnal saya sendiri agar pada waktu menulis 3 hal tersebut bisa happy.


dan tak lupa diakhir acara aku menyempatkan meminta Ci Ria untuk menuliskan sebuah quote yang dapat memotivasiku plus tentunya foto bareng. hihihi..

 

--

dan benar saja, setelah seminggu melakukan rutin dan tiap hari, ada hal-hal baru yang ku temukan langsung aku tulis dan berasa ketika membaca ulang "wah ternyata hal seperti ini bisa bikin bahagia dan bersyukur", "wah iya udah lama ya gak makan sate ini, makanya setelah makan jadi seneng dan langsung tulis", "bener juga ya coba kalau ketinggalan jemputan, bisa-bisa harus mengeluarkan ongkos  sa banyak lagi berkali-kali lipat" dan seterusnyaa. Ada rasa yang kurang ketika belum menulis, padahal baru seminggu loh, gimana kalau rutin tiap hari, ya seperti Solat kali ya, ketika tidak dilakukan jadi resah -duh malu nulis ini, padahal masih bolong-bolong-

dan ternyata yang membuatku bahagia di awal tahun 2020 ini adalah aku bisa banyak makan macam-macam yang sebelumnya jarang aku makan, aku bisa mendapatkan kado atau hadiah karena apa yang telah aku lakukan, aku mendapatkan baju cantikku yang dibuat oleh anissafira studio (baju yang super cantik), dan masih banyak lagi yang ternyata bisa aku lakukan dan penuh rasa syukur, kalau dibaca ulang lagi, itu adalah hal-hal sederhana disekeliling. Dan memang beda rasanya ketika hanya diucapkan dalam doa setelah solat ataupun kapan saja dengan menulisnya, lebih banyak apresiasi, lebih banyak melihat, lebih banyak merasakan hingga dalam hati, lebih banyak memahami dan lebih banyak bersyukur.

[caption id="attachment_4052" align="aligncenter" width="990"] makes me happy[/caption]

Aku akan cerita lagi ketika udah beberapa minggu kemudian atau ketika jurnalnya sudah habis, karena ci Ria akan memberikan sebuah rewards kepada kami, ketika kami bisa konsisten menulis dijurnal ini hingga bulan juni, utk bulan Juli - Desember akan diberikan jurnal baru sebagai hadiah. hihihi..

okay, lets try ~

[caption id="attachment_4058" align="aligncenter" width="990"] with all participant, phot by iyutdewi[/caption]

thanks to cici Ria Nirwana, Mba Iyut Dewi dan seluruh peserta yang hadir membawa aura positif.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Tahun ini aku dapat rezeki lagi kepilih menjadi relawan photographer di kelas Inspirasi Jakarta yang ke-7, dan dapat di kelompok 17, SDN Rawa Badak Selatan 07 yang dimana letaknyaa itu adalah Jakarta Utara. JAKARTA UTARA NUN JAUH DARI RUMAH. bahkan lebih jauh dari rumah ke kantor (rumah ke kantor ku aja haru naik gojek 2kali, tapi yang ke-2 itu deket), kalau ini bener2 poolll banget jauhnya.. tapi,, demi ANAK INDONESIA ku relaaaaa untuk kesana. hihihi..

kenapa aku bilang rezeki lagi kepilih? kerena bertemu mereka dan mengikuti kelas inspirasi itu sungguh-sungguh sangat bahagia lahir batin. dulu sewaktu aku ikut kelas inspirasi di Bandung dan menjadi inspirator, aku yang akan memberikan inspirasi kepada anak-anak SD tersebut. tetapi pada kenyataannya, mereka lah yang memberikan inspirasi kepada saya, YA BENAR. tak kenal takut, salah, polos, jujur, berani, apa adanya, pintar, smart dan bahkan kesabaran pun bisa kita dapat dari anak kecil. hihihi..

tapii, emangsih, jadi guru SD tuh tidak mudah. SUSAH! PAKAI BANGET. kalau dipikir-pikir, merasa berdosa dengan guru-guru SD, walaupun seingetku, aku tuh belum pernah yang namanya nakal dan ribut atau jalan-jalan sewaktu SD. ehtapi bener, waktu aku SD tuh, merasa RAPIH, gak pernah rusuh, berkata kasar, kalau ada orang luar yang datang juga gak rusuh atau berantakan atau nakal. hahahahaha.. tapi justru itu serunya, melatih semuanya pada diri kita. melatih keegoisan, kepekaan, kesabaran, kejujuran, emosi, jiwa raga segalanya deh. hihihi.. walaupun merasa (MERASA) gak pernah nakal, ttp merasa bersalah kepada guru SD.. huhuhu.. bener-bener pahlawan tanpa tanda jasa. *ya guru2 lain juga sih (SMP SMU), setiap jenjang berbeda masalahnya, berbeda anak-anak yang ditanganinnya, tapi kebayang sih kalau guru SMU tuh ngurusin anak2 remaja nakal (aku kebayang karena ngajar mahasiswa, gak jauh beda tingkahnya). anak SMP tuh ingin dibilang dewasa, gak mau anak kecil, jadi lebih bisa diatur. kalau anak-anak SD tuh, nakal iya, polos iya, doyan berantem, gak mau ngalah, manis, cengeng, semuanyaaa deh kenakalan2 gemes tuh ada di anak SD, pusing jugaa yaa jika 1 guru harus menanganin 1 kelas, aku sehari saja udah runyaamm dan suara habis. apalagi setahun dan bertahun-tahun. hihihihihi.. tapi kalian bisa pegang ucapanku ini, aku ttp suka dan happy bertemu mereka seharian. hihihi..

setelah ikut KI sebagai inspirator, aku mencoba untuk menjadi photographer, niatnya untuk memiliki porto dan kepuasan pribadi saja, tetapi ternyata sekali ikutan menjadi photographer itu membuat diri ini ketagihaan..  kenapa? photographer itu flexible bisa masuk kemana aja, yang artinya bisa keliling setiap kelas sesuka hati dan bebas. Terkadang melihat moment di kelas A yang bikin haru dan memiliki kepuasan sendiri jika dapat moment tersebut, dan diselang waktu yang hampir bersamaan bisa pindah kelas dan dapat lagi moment-moment lucu nan menggemaskan lainnya. hihihi.. tak jarang juga ikut terharu bahkan merembes air mata ini melihat kejadian-kejadian tertentu sewaktu mengcapture, tapi tak jarang juga ketawa ngakak melihat tingkah laku anak-anak polos cilik ini. Selain itu, menjadi photographer  bisa lebih deket berinteraksi dengan anak-anak, free, gak pusing juga mikirin "besok mau ngajar apa ya", "dikelas ini anak-anak ngerti gak ya", "nakal gak ya" dll dll, tapiii dengan menjadi photographer dan masuk ke kelas itu bisa juga bantuin inspirator untuk ngajar dan tentunya lebih fun. Dan tentunya mereka juga antusias untuk difoto..

ada hal seru yang kemarin aku rasakan,, setiap masuk kelas.. mereka teriak "KAK NISSA SYABIAN". aku yang awalnya bingung trus pada akhirnya ngeeehh dan yaudah  ngakakk.. hahahahaha..

sampai gak jadi moto di kelas karena mereka berisik hingga meganggu inspirator. mencoba ngintip dan masu masuk lagi, langsung teriak "nissaaa syabian" ahahahahahahaha..

*lah ini malah narsis ya.* - gak kok, gak narsis, tapi aku bahagia, bukan bahagia karena dibilang mirip sama dedek nisa syabian, tapi dengan kepolosan dan kelucuan mereka, apalagi kalau dicandain, mereka semakin happy.

gegara jadi fotografer juga, aku jadi sering bincang2 sama anak-anak, dan yang seru lagi, sewaktu masuk kelasnya kak intan,, di sana tuh lagi kelas masak, masak cokelat. dibagi perkelompok gitu, dan aku kasih satu dari tiap kelompok, disuapin segala sama anak-anak. "kak, ini buat kakak", "kak nissa sini, ini buat kakak", "kak makan disini ya", "kak, kak, kak, kak,.. aaa gemeuussssssssssssssss banget sama mereka", pengen dibawa pulang satu deh, buat nemenin di rumah. hihihi..

seru banget hari itu, dan ingin rasanya bertemu lagi di tahun depan *Semoga masih rezeki aku untuk bisa ikutan jadi fotografer diacara ini", dan aku happy beretemu mereka, yaa bahagia banget.

soo.. untuk kamu semua yang baca tulisan ini. aku saranin mencoba ikutan kelas inspirasi, dan 100000% dijamin ketagihan. dikelompokku itu, tidak semua fasil, inspi dan fotografer adalah yg pertama ikutan program ini, tapi ada yang sampe lebih dari 5 kali, yaa paling istirahat sekali. tahun depannya ikutan lagi. dannnnnn, bukan dari jakarta saja, kemarin temenku ada yang dari LUWUK. iya LUWUK, tau kan LUWUk, di pulau sulawesi, datang ke jakarta demi Kelas Inspirasi. jadi uang untuk terbang PP JKT Luwuk emang tidak sebanding dengan rezeki lain dari kelas inspirasi ini. hihihi.. jauh lalu juga ada yang dari kalimantan, sumatera dan lain sebagainya. dan mereka para inspirator sangat menginspirasiku sekali.


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
 

kadang dia malu-malu menampakkan keberadaannya kepada bumi. kadang ketika dia tidak bisa menahan malu-malunya, dia keluar hingga bumi bingung kenapa hujan seperti itu, liar. kadang malah hujan tidak menampakan wujudnya hingga lama kepada bumi, hingga bumi pun merindukan hujan..

bumi merindukan wangi hujan..

akuu menikmati harummu ketika bercampur dengan bumi..

menikmati dikota yang Indah ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
“Fajar yang berkilau.. Datang membuka hari.. Sinarmu memberi harapan yang bersahaja.”
.
Aku memutar lagu Lukisan Pagi Tohpati feat. Shakila dari iPod. Dan Aku memejamkan mata.
Pagi ini aku sudah standby di pantai. Sudah dari jam lima subuh tadi aku terbangun dan menyusuri pantai.sengaja aku bangun sepagi ini utk bertemu fajar

Hari ini,aku bersiap menjemput fajar dan memulai hariku dengan sempurna.aku merasa alam seakan-akan juga menanti ku menyambut fajar. Kejenuhan kebisingan pekerjaan dan beban di kota seakan tidak pernah ada. Damainya hidup ini.
.
“Tuhan terimakasih telah menciptakan fajar”
.
?"Sejauh batas pandangan mata
Sedalam hati mencari kedamaian"
.
Lagu di ipod ku pun berhenti. Saat aku lagi asyik menikmati kedamaian, tiba-tiba muncul sosok pria asing di sebelahku

Pria asing: “Suka dengan matahari pagi ya? Aku melihatmu seperti sedang berkhayal menikmati pagi ini dengan memejamkan mata”

Aku: “Iya, aku suka sekali. Sinar fajar membuat bumi seakan sempurna. Sinarnya seperti membentuk lukisan. Romantis. Warna sinar Merah berubah menjadi biru terang seakan damai selalu ada di bumi ini. Bau tanah pagi bercampur dengan embun, dan air pohon berjatuhan. Sejuk sekali walaupun ini di pantai bukan di gunung. Coba itu kamu liat, sinar fajar membentuk kaki langit seakan kokoh kuat. Kalau diibaratkan manusia, aku berpikir fajar itu sosok yang tegap, berani, jujur, gentle, tegas, tapi tetap bersahaja lembut dan romantis. Hahahaha.. Ohiya, kamu juga suka fajar? Pagi-pagi buta kok ke sini juga?”

Pria asing: “Aku iseng aja ke sini. Kalau aku lebih suka senja. Menurutku sinar lembayung senja romantis. Warna merah jingga senja yang kuat menjadi lembut dan tenggelam oleh datangnya bulan. Saat-saat itu lah ketika lembayung dan senja menurutku adalah penyempurnaan dan penutup hari itu. Aku ingin menutup hariku dengan sempurna dengan senja. Ketika lembayung hilang maka aku berpikir hari esok selalu bisa lebih baik. Dan aku akan menyiapkan esok dari yang sempurna mulai saat lembayung tenggelam berganti malam”

Hening.

Pria asing: “Ohiya, perkenalkan, namaku Fajar. Fajar Rawikara”

Aku: “Aku senyum, perkenalkan, namaku Senja. Talula Sinar Lembayung

 

--

Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates