2018 tepat 30 tahun yang lalu aku lahir di dunia ini dari Ibuku. ihihihi.. ternyata tak terasa ya, sudah 30 Tahun hidup di dunia, diberikan kesempatan untuk bermanfaat oleh Allah di dunia ini. tetapi ntahlah, apakah aku memanfaatkan kesempatan untuk bermanfaat ini sudah maksimal atau belum. mungkin belum, karena sampai saat ini (bahkan belum tau kapan), saya masih diberikan kehidupan oleh Allah agar bisa lebih bermanfaat.
Ntah kenapa, dari kemarin-kemarin, semakin mendekati usia 30 tahun ini, semakin banyak merenung dan berpikir. Rasanya berbeda sekali dengan waktu lalu, menginjak usia 17 tahun, 20 tahun atau 25 tahun. 30 tahun ini rasanya beda. Bahkan rasanya tidak ingin orang-orang tahu saya berulang tahun, karena malu. bukan malu karena udah 30tahun (tua), tetapi malu seperti tidak memiliki pencapaian atau belum bermanfaat.
jika diingat-ingat kembali, dulu tuh rasa menggebu-gebu untuk orang tahu saya ulang tahun dan juga agar semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. ya! caranya banyak, dengan setting notif di Facebook, posting foto ulang tahun se cepat mungkin di sosial media (facebook, twitter, path, instagram), membalas ucapan satu persatu dengan mention orangnya, bikin status di BBM dan lain sebagainyaa. Rasanya ingin seluruh dunia tahu bahwa saya ulang tahun dan harus mengucapkan itu.
di Usia 30 tahun ini, saya bahkan mengucapkan kepada suami saya "aku gak mau orang tau aku ulang tahun, aku gak upload foto-foto dulu ya"
suami saya mungkin heran, yang biasanya sang istri ingin di publish, justru tahun ini tidak.. banyak perenungan..
jika diingat-ingat lagi, usia 17 tahun, usia remaja yang ingin dianggap dewasa, semua inginnya tentang saya, merasa spesial, apalagi 17 tahu, sweet seventeen yang harus dirayakan, yang dimana udah merasa boleh bebas ini itu dan disaat usia-usia masa SMU yang pokoknya semua tentang dia. cita-cita saya apa ya waktu dulu tuh? oiyah ingin lulus dan kuliah -
usia 20 tahun, usia nanggung, remaja bukan, dewasa bukan, masih di bawah ketiak papa mama yang sekolah masih dibayarin semuanya tapi merasa hebat dengan menjadi intelek di bangku kuliah, merasa tahu segalanya.. pencapaiannya hanya ingin lulus dan benar-benar bebas dianggap dewasa seutuhnya.
usia 25 tahun, usia nanggung juga, bukan remaja, dewasa sedikit karena dianggap telah melewati fase lulus kuliah (dimana menurut saya sendiri, fase kuliah ini adalah fase penting, apalagi ketika kita bisa melewati tugas akhir dengan selesai. TUGAS Akhir itu bukan tentang substansi, tapi tentang diri kita sendiri. hihihi...), lulus kuliah dan merasa bisa mencari uang sendiri. merasa dewasa? tidak juga nyatanya. masih suka ngerepotin orang tua, masih suka halu dengan imajinasi-imajinasi hidup yang ingin macam-macam. Hidup Hedon karena sudah (sok-sok) mencari uang sendiri. bisa berbuat segalanya.
dan ternyataa, itu tak ada begitu berarti ketika, sudah mulai masuk 30 tahun. ntahlah, menurut ku usia 30 tahun ini, usia dimana seseorang beranjak menjadi seutuhnya menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri serta bermanfaat banyak bagi siapapun itu. kadang kemarin berfikir :
berhari-hari pun berfikir,, dan bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa menjawabnya, mau apa ya? mau jadi apa ya? iya ya kok gini-gini aja? iya ya.. kok orang-orang diusia 20an tahun udah menjadi apa-apa, tapi saya yang sudah 30tahun ini kok belum bisa ya. terlalu banyak melamun? bermain? tidak memanfaatkan waktu dengan baik? atau apa yaa? apakah masih menyusahkan orang tua? apa belum bisa membahagiakan suami dan keluarga? kemarin-kemarin kemana saja? terlalu imanijatif? terlalu dibuai dengan zona nyaman? terlalu apa. kemana aja sih, 30 tahun gini-gini aja..
ini yang saya baca dari artikel hipwee tentang usia 30 tahun. kembali merenung dan berpikir. kok rasa-rasanya masih belum ada ya. semakin lama, semakin bingung.
---
semakin bingung aku menulis apa, semakin bingung aku memikir apa isi di tulisan ini. hehehehe.. *mohon maaf jika bingung bacanya, karena akupun bingung hehehehehe.. doaku untuk diriku sendiri saat ini beranjak 30 tahun..
Ntah kenapa, dari kemarin-kemarin, semakin mendekati usia 30 tahun ini, semakin banyak merenung dan berpikir. Rasanya berbeda sekali dengan waktu lalu, menginjak usia 17 tahun, 20 tahun atau 25 tahun. 30 tahun ini rasanya beda. Bahkan rasanya tidak ingin orang-orang tahu saya berulang tahun, karena malu. bukan malu karena udah 30tahun (tua), tetapi malu seperti tidak memiliki pencapaian atau belum bermanfaat.
jika diingat-ingat kembali, dulu tuh rasa menggebu-gebu untuk orang tahu saya ulang tahun dan juga agar semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. ya! caranya banyak, dengan setting notif di Facebook, posting foto ulang tahun se cepat mungkin di sosial media (facebook, twitter, path, instagram), membalas ucapan satu persatu dengan mention orangnya, bikin status di BBM dan lain sebagainyaa. Rasanya ingin seluruh dunia tahu bahwa saya ulang tahun dan harus mengucapkan itu.
di Usia 30 tahun ini, saya bahkan mengucapkan kepada suami saya "aku gak mau orang tau aku ulang tahun, aku gak upload foto-foto dulu ya"
suami saya mungkin heran, yang biasanya sang istri ingin di publish, justru tahun ini tidak.. banyak perenungan..
jika diingat-ingat lagi, usia 17 tahun, usia remaja yang ingin dianggap dewasa, semua inginnya tentang saya, merasa spesial, apalagi 17 tahu, sweet seventeen yang harus dirayakan, yang dimana udah merasa boleh bebas ini itu dan disaat usia-usia masa SMU yang pokoknya semua tentang dia. cita-cita saya apa ya waktu dulu tuh? oiyah ingin lulus dan kuliah -
usia 20 tahun, usia nanggung, remaja bukan, dewasa bukan, masih di bawah ketiak papa mama yang sekolah masih dibayarin semuanya tapi merasa hebat dengan menjadi intelek di bangku kuliah, merasa tahu segalanya.. pencapaiannya hanya ingin lulus dan benar-benar bebas dianggap dewasa seutuhnya.
usia 25 tahun, usia nanggung juga, bukan remaja, dewasa sedikit karena dianggap telah melewati fase lulus kuliah (dimana menurut saya sendiri, fase kuliah ini adalah fase penting, apalagi ketika kita bisa melewati tugas akhir dengan selesai. TUGAS Akhir itu bukan tentang substansi, tapi tentang diri kita sendiri. hihihi...), lulus kuliah dan merasa bisa mencari uang sendiri. merasa dewasa? tidak juga nyatanya. masih suka ngerepotin orang tua, masih suka halu dengan imajinasi-imajinasi hidup yang ingin macam-macam. Hidup Hedon karena sudah (sok-sok) mencari uang sendiri. bisa berbuat segalanya.
dan ternyataa, itu tak ada begitu berarti ketika, sudah mulai masuk 30 tahun. ntahlah, menurut ku usia 30 tahun ini, usia dimana seseorang beranjak menjadi seutuhnya menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri serta bermanfaat banyak bagi siapapun itu. kadang kemarin berfikir :
"30tahun di dunia ini, apa sih pencapaian yang berarti yang pernah saya lakukan?"
"Usia 30 ini sudah berbuat apa saja sih?"
"30 tahun mau gini-gini aja?"
"30 tahun ini tuh start nya orang gimana jalan hidup mereka kemudian, jangan sampai harus 40 tahun lalu merasa telat!"
berhari-hari pun berfikir,, dan bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa menjawabnya, mau apa ya? mau jadi apa ya? iya ya kok gini-gini aja? iya ya.. kok orang-orang diusia 20an tahun udah menjadi apa-apa, tapi saya yang sudah 30tahun ini kok belum bisa ya. terlalu banyak melamun? bermain? tidak memanfaatkan waktu dengan baik? atau apa yaa? apakah masih menyusahkan orang tua? apa belum bisa membahagiakan suami dan keluarga? kemarin-kemarin kemana saja? terlalu imanijatif? terlalu dibuai dengan zona nyaman? terlalu apa. kemana aja sih, 30 tahun gini-gini aja..
"hidup bukan tentang diri sendiri, lihat lagi bagaimana dirimu sendiri : sudahkah kamu punya sesuatu untuk dibagi ?
ini yang saya baca dari artikel hipwee tentang usia 30 tahun. kembali merenung dan berpikir. kok rasa-rasanya masih belum ada ya. semakin lama, semakin bingung.
---
semakin bingung aku menulis apa, semakin bingung aku memikir apa isi di tulisan ini. hehehehe.. *mohon maaf jika bingung bacanya, karena akupun bingung hehehehehe.. doaku untuk diriku sendiri saat ini beranjak 30 tahun..
semoga semakin bermanfaat bagi orang banyak disisa-sisa usia yang Allah berikan di dunia ini.


