• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

Kalimat pembukaku adalah apa ya. hahahahaha. Mau sok bijak tapi takut salah, dijaman sekarang apapun bisa dikomentari bahkan yang niatnya baik.

Tapi intinya, pasangan suami istri yang bisa mendapatkan rezeki anak tanpa harus bantuan teknologi mensyukuri hal itu, karena ada hal yang harus tidak menambah pikiran. Tak kita pungkiri "ingin punya keturunan" dengan banyak alasan bisa saja untuk meneruskan generasi, agar rumah ramai,ataupun alasan "Memperbaiki hubungan rumah tangga" dan "ingin menyalurkan apa yang dulu sewaktu kita kecil tidak dapatkan kepada anak2 kita"

Aku tak ingin judge, bener-bener takmau judge. Tapi percaya lah untuk mengusahakan seperti ini menguras banyak hal, bukan hanya biaya tetapi emosi yang sangat turun naik sampai berpengaruh ke psikis, akhirnya overthinking ataupun lainnya. 

Setiap individu mempunyai cobaan dan masalah masing-masing, bukan berarti yang punya anak itu bebas dari masalah. Iya aku memahami itu, sangat memahami sekali. Belum lagi anaknya tidak sesuai ekspekstasi ibu bapak dari segi apapun, biaya-biaya untuk anak, anaknya ternyata ada sesuatu dan masalah lainnya. Aku tak mau membanding-bandingkan, beneran tak niat sama sekali. Tapi aku lebih akan mengatakan untuk bersyukur dengan "dipermudah" mempunyai keturunan. Alhamdulillah para ibu-bapak tidak harus tambah pikiran bagaimana mengusahakan datangkan rezeki anak dengan bantuan rekayasa teknologi.

Duh kan jadi sok bijak, aku gak niat sama sekali untuk itu, huhuhu..

Okay aku akan lanjut cerita proses inseminasi part 2.

Setelah suntik 8 Hari kemarin. Tanggal 22 Agustus 2020 pun kontrol lagi ke dokter, Kali ini bukan ke prof Iko, Karena prof hanya selasa dan jumat itu juga sore hari. Aku ketemu dengan dokter Aida. Sewaktu diperiksa oleh dokter aida ternyata ada potensi telur yang besar, ada dua. Ukuran atau diameternya baru 15 dan 17 mm. Ukuran yang pas adalah minimal 19mm. Kondisi rahimku baik-baik saja. Alhamdulillah. Jadi ditambahi obat gonal 2x lagi oleh dokter aida. Untuk tanggal 22 dan 23 Agustus. Suntikannya sih kayaknya agak beda yaa. Lebih sakit dan membuatku mual berkali lipat. Tetapi jerawatku semakin membaik. Tak seperti sebelumnya, ini jarum suntiknya juga lebih besar.

Obat gonal
obat gonal

Nah efeknya ini baru berasa banget di hari minggu malam setelah suntik ke2 (ke10) selesai. Setelah suntik perutku sakit, sisi sebelah kanan dan belakang. Hanya itu saja. Aku pikir mules (tapi kayaknya bukan sakit mules). Sampai akhinya pagi-pagi (senin paginya) bener-bener sakit gak tahan banget. Aku bangun subuh, bener-bener gak tahan, kirain mules, ternyata Enggak, malah mual seperti mau muntah. Efeknya sampai gemeteran, kesemutan mau pingsan karena tak tahan rasa sakitnya. Akhirnya aku rebahan dulu sebentar sambil dikompres pada sisi perut dan punggung yang sakit serta minum paracetamol.

Senin tanggal 24 Agustus 2020 pagi kami kontrol lagi ke dokter, dan aku harusnya mandi. Aku gajadi mandi karena badanku sakit banget. Ini bener-bener sakit banget. Mungkin efek obat, tapi sampai ngilu dan uring-uringan banget. Benar-benar gak kuat. Gemeteran dan mau pingsan. Sekitar jam stgh8 pagi akhirnya dipaksakan ke klinik. Anehnya sepanjang jalan tak terasa sakitnya. 

Pada waktu di klinik, diperiksa transvaginal. Dicek kembali telur2ku. Alhamdulillah Alhamdulillah, Telurnya sudah pas, ada 2 telur yang besar sisi kanan dan kiri, Kira-kira 19/22 dan 25 mm, yg 25mm ini disebelah kanan. Alhamdulillah jg rahimnnya bagus, tebal dan kuat. Aku ketemu dengan dr.Lucy. Dokternya masih muda, lebih muda dibandingkan dr.Aida. Setelah periksa aku dijadwalkan untuk tindakan inseminasi hari rabu. Aku dikasih obat suntik pematang atau pemecah telur ya? Obatnya ovidrel. Harganya lumayan lah. hehehehe..

Aku suntik ovidrel ini tunggu instruksi dari tim harus jam berapa. Karena harus pas, teorinya sih 36 jam sebelum tindakan inseminasi. Harus tepat waktu dan tak boleh kurang atau lebih.

Tapi ternyata aku diminta suntik ovidrel tanggal 25 Agustus 2020 jam 05.00 Pagi. Tindakan inseminasi Tanggal 26 Agustus 2020 pukul 14.00 dan washing spermnya jam 11.30 ditanggal yang sama.

Aku kira setelah hari senin ini tak ada rasa sakit lagi. Ternyata salah. Senin malam menjelas mau tidur sakitnya datang kembali. Sakit nyeri ngilu keram pada perut bagian bawah sebelah kanan sampai ke punggung pun mulai berasa, udah pakai salonpas, freshcare, kompres air hangat dan akhirnya harus minum paracetamol yang bisa membuat bobo. 

Jam 03.00 tgl 25-nya (hari selasa) pun aku kebangun karena sakit, berubah posisi dari tengkurap, terlentang, ke sebelah kiri, bahkan meringkuk, pun ketika mau tidur lagi jg gak nyenyak. Terbangun hampir 30 menit sekali.

Jam stgh 5 bangun untuk siap-siap suntik ovidrel. Setelah suntikpun, aku kira akan bisa lebih mending. Ternyata tidak. Sakitnya makin menjadi-jadi, Jam 7an pagipun aku muntah-muntah, muntah air. Karena saking sakitnya, akhirnya keluar lewat muntah. Tapi setelah muntah aku lebih rilex sih. Jadi kayaknya muntah ini mengurangi rasa sakit itu deh. Ntah lah. karena sakit ini baru kumat malam hingga pagi-pagi. Siang -sore normal.


Obat Ovidrel


Selasa itu aku hanya goleran aja di kasur. Siangnya Alhamdulillah membaik. Bisa bergerak, bisa kemana-mana, bisa jalan-jalanpun. Sampai akhirnya menjelang tidur pada malam hari. Sakitpun mulai berasa lagi. Aku tempel lagi dengan salonpas, freshcare, minyak kayu putih, panadol merah, semua deh. Jam 3 pun kebangun lagi, gak bisa bobo sampai subuh. Baru bisa setelah subuhan. Itu juga harus kompres air hangat dulu. 

Bangun subuh dan bersiap untuk ke klinik karena sudah janjian hari rabu tanggal 26 Agustus 2020 untuk tindakan.

Jam 11.30 mulai washing sperm. harus nunggu 20-30 menit dulu bagaimana hasilnya, cukup kah atau tidak. Katanya sih ini mereka mencari sperm yang terbaik untuk dimasukan nanti. Hasilnya Alhamdulillah baik. Tindakan akan dilakukan jam 14.00-an kami makan siang dulu.

Jam 14.00 pun aku sudah stanby di klinik, baru mulai tindakan jam 14.45-an, aku masuk jam segitu. Pak suamipun masuk ke dalam untuk mengikuti prosesnya. Tindakan inseminasi ini oleh dr. Shanty Olivia F.J. Kok beda-beda dokternya? Iya di daya medika ini dokternya itu "TIM", kalau tidak bisa yang satu artinya dengan dokter lainnya.

Aku gatau sih ngapain aja pada waktu tindakan karena tak terlihat, tapi awalnya dibersihin dulu bagian vagina, pakai cairan seperti air, lalu lanjut lagi dan aku jg gatau diapain lagi, tetapi berasa waktu kateter masuk ke dalam, Kecil sih kateternya. Kenapa aku tau kecil, karena aku bandinginnya dengan HSG. Waktu HSG itu agak besar, karena berasa banget pas masuk ke dalam vagina dan rahimnya, kalau ini cuma berasa pas masuk aja. Dokternya bilang sih agak gak nyaman. Aku awalnya tegang. ya gimana gak tegang, ada benda asing masuk ke dalam vagina, beda mati pula walaupun itu untuk kehamilan. Awalnya agak tegang tapi disuruh rilex. Lama-lama rilex. Aku sekalian main hp dan buka-buka doa Nabi Yunus itu, aku baca-baca aja dan baca ayat kursi. Kira-kira 30 menitan prosesnya. Selesai jam 15.30, Tapi disuruh baringan dulu 20an menit. Jadi baru keluar ruangan jam 15.45. 

habis tindakan

Ternyata seperti tak berasa gimana-gimana, mungkin ada yang bilang kayak "oh gini aja" atau "udah nih". Tetapi memang tak berasa sama sekali, ya tak nyaman aja sih sebenernya dimasukan benda asing ke dalam situ.

Setelah inseminasi ini tak ada efek apa-apa di aku, aku soalnya baca-baca ada yang sampe pendarahan (bahkan dikasih liat darah-darahnya), tapi di aku enggak. Aku tanya ke susternya, ternyata itu kalau si pasien tegang pada waktu tindakan. Karena sebenernya kayak tidak diapa-apain. Sebelumnya aku pernah tanya "dok sesakit HSG gak?", dokternya bilang "HSG mah jauh lebih sakit, ini enggak kok" setelah dokter bilang itu otomatis santai sih.

Aku dikasih obat penguat rahim. Diminta periksa test pack 2-3 minggu kemudian. dan tips-tips untuk membantu menyukseskan inseminasi ini (kalau mau tau tipsnya japri aja ya. hehehehe..)

Doakan ya semoga sukses promil ini.

--

Untuk biaya seperti apa? emmmm.. petugas administrasi sih bilang untuk tindakannya saja 4,5juta (ini juga berlaku di Rumah sakit yang aku tanyakan - seperti RSPI) - ini belum termasuk biaya konsultasi dokter, administrasi, Rapid test, dan obat-obat yang aduhay. Waktu itu diminta siapin sampai 18jutaan. Karena setiap orang beda-beda kebutuhan obatnya, terutama obat gonal. Jadi biar gak kaget dengan biaya, untuk para pejuang kehamilan, siap-siap dulu ya. Kita menabung. Bismillah semoga menjadi ladang amal untuk kita semua.

Akupun sempat tanya ke suster-suster, kenapa aku sakit pada bagian bawah perut sampai pinggang, katanya itu wajar sekali, justru kalau sakit itu adalah bagus karena obatnya bereaksi dan itu sedang berovulasi. Sampai dilihat besarnya terlur berapa, kalau gede dan banyak apalagi.. Berasa banget sakitnya. Aku sampai googling efek dari terjadinya ovulasi itu apa. eimmm ternyata bener sakit pada bagian itu dan bisa sampai ke punggung. Ada yang sampai pingsan juga, ada yang muntah-muntah. Aku jadi inget-inget sih, emang bener pada saat ovulasi itu kita berasa sekali sakit-sakit keram kan ya ibu-ibu.

Ini apalagi kalau di"sengaja", belum waktunya dan besaranyaa lebih dari biasanya serta banyaknya itu melebihi yang biasanya. Kebayang sakitnya kayak apa. dan sakitku ini terasa sampai 5 hari setelah tindakan.

--

Salam pejuang garis biru

Share
Tweet
Pin
Share
26 Comments

Hai.. akhirnya kami memutuskan inseminasi seperti pada ceritaku sebelumnya ,prosesnya tidak lama. Karena kebetulan juga waktu kontrol kemarin itu berdekatan dengan siklus haid. Aku juga gak nyangka sih, karena pas nanya ke orang-orang kok pada nyebut berbulan-bulan gitu. Mungkin ya karena aku udah test-test sebelumnya itu dari lama, jadi untuk mulai tuh gak lama.

Aku udah HSG, pak suami juga hasil spermnya Normal Baik hasil SAL dan HALO (akhirnya hasil HALO pun diberitahu), dan jugaaa waktu kami kesana dalam kondisi aku PMS yang menurut feelingku tuh sehari atau dua hari lagi aku haid. Jadi ini bener-bener kebetulan aja waktunya deketan dan kondisinya pas.

kira-kira ini proses Inseminasi Buatan kami..

(btw ini aku nyulisnya bener-bener pe hari tiap aku ke dokter dan melakukan kegiatan)

Selasa,  11 Agustus 2020

Kontrol sore dengan Prof. Iko, beliau membaca hasil sperm dan seperti biasa USG Transvaginal. Prof. Iko bilang sih hasilnya bagus aja. Gimana kondisi telurku? masih kecil-kecil semuanya. bener2 kecil banget.. #sedih banget.. aku cuma nyeletuk "yah proff masih kecil banget yaa.."

Prof bilang "yaa nanti kita besarin bu, tenang ajaa", lalu bilang lagi "jadi mau gimana bapak ibu? normal? insem? atau mau bayi tabung?"

Kami berdua pun jawab "coba insem dok, udah 4 tahun soalnya normal blm berhasil juga"

Prof Iko langsung menuliskan keterangan insem pada dokumen progres kami dan kami diminta dateng lagi ke klinik D2 atau D3 pas akuvHaid untuk mulai program inseminasi. Di sini sih beliau hanya bilang "nanti saya kasih resep untuk suntik besarkan telur sampai matang, lalu dilihat dan proses"

Aku tanya-tanya berapa lama prosesnya, bagaiman prosesnya, harus ngapain. Prof hanya jawab "untuk proses tergantung kondisi telur saja, nanti kita liat lagi pas hari kedua haid ya"

Baiklah, kami berdua sudah mantap dan Insya Allah ingin mencoba apapun hasilnya.. feelingku sih Jumat besok udah bisa kontrol ke klinik lg, karena udah berasa PMS nya dari hari ini

Aku dapat resep vitamin atau suplemen : Q10 dan Folavit (asam folat). Waktu googling gtu ttg Q10 langsung kaget "kok vit jantung buat program hamil", lalu nanya2 ke temenku apoteker (Nadya si mamak baby dragon), dikasihlah aku link tentang keguaan Q10 yang terkait kehamilan ini, ternyata Q10 ini juga bisa untuk para wanita penderita PCO - ini artikel tentang Q10 untuk wanita PCO

Mengapa akhirnya aku cari tahu tentang Q10, selama ke 4 dokter sebelumnya, belum pernah dikasih suplemen Q10 ini, hanya dikasih vitamin/suplemen asam folat (ya kalau gak ovacare, folamil, folavit) ya sekali dikasih obat perbesar telur. Jadi penasaran saja, kenapa akhirnya di kasih Q10 ini.


Kamis, 13 Agustus 2020

Hari Haid pertama. Seperti biasa mulai sakit lagi perut ini, tidak seperti bulan lalu yang tak terasa haidnya sakit. Bulan ini mulai sakit karena aktivitas olahraga sedang jarang sekali, tapi tak sampai pingsan dan tidur sih hanya nyeri-nyeri biasa.

Oiya aku tak lupa minta mamaku berdoa di Kampung halaman bersama anak-anak yatim, untuk memperlancar hajatku kali ini yang apapun hasilnya aku pasrahkan, yang penting aku sudah berusaha. Bener-bener berasa ini haajatku, aku mau kasih yang terbaik.


Tanggal 14 Agustus 2020

Hari kedua haid. Seharusnya hari pertama haid itu aku lapor ke klinik, karena harus rapid test. Sekarang ini kalau mau program hamil ataupun melahirkan harus rapid ataupun swabtest. Untuk meminimalisir tertularnya covid19. Jadi karena aku haidnya kamis sore menjelang malam, jadi tak mungkin untuk rapid. Jumat pagi kami berdua keklinik, rapid test. Hasilnya non-reaktif. Lumayan juga harga rapidnya. Ambil darahnya pun bukan dari ujung jari, tapi dari tengah lengan. Seperti ambil darah untuk Medical Check-Up.

Jumat sorenya kami datang, sampai sana jam 6 sore, dannn ternyata yang sudah datang puun banyak sekali. Tiga kali kami ke sana, belum pernah seramai ini. Ya asumsiku sih mereka pada promil semua dan D2 atau D3 haid, karena ada beberapa yang melakukan tindakan suntik ataupun disuruh HSG lah, diminta periksa ini itu lah dan pemeriksaan selanjutnya. Memang sih menurut dokter dan artikel (yang bersumber dari dokter atau jurnal ilmiah) untuk program hamil itu datanglah ke dokter pada saat D2 atau D3 haid. Ini yang aku lakukan waktu pertama kali ke dokter haikal di RSIA Brawijaya Kemang, dokter haikal pun bilang "bagus nih datengnya D2 Haid" dan di sana lah aku mengetahui bahwa aku PCO (dokternya wktu itu menyemangati sih, masih muda banget pak dokter, dan dokternya pun banyak cerita. Karena masih muda ya jadi lebih banyak menjelaskan. Beda sama prof yang lebih pengalaman langsung to the point. hahahahaha)

Baru masuk ke ruangan itu sekitar jam stgh8an. Di ruanganpun profnya terlihat capek dan aku hanya diminta periksa transvaginal cek kondisi rahim dan telur-telur (yang masih kecillllll banget)

Prof juga hanya bilang "Oke insem ya Bu,Pak. Mulai hari ini ya artinya. Suntik hari ini, nanti minggu depan balik lagi. saya kasih resep 7-8 kali suntik ya"

Tak banyak pertanyaan sih aku juga, mungkin karena udah tau bakal insem dan harus ngapain jadi yaudah aja. Prof juga menulis jadwal insem dan berapa kali suntik plus kapan harusdatang lagi, gitu-gitu aja. Ya begitu lahh.. prosesnya cepet sekali. Nunggunya hampir 2jam, di dalam hanya beberapa menit. hahahaha.. Nasip dateng telat.

Malam ini juga aku diajarin cara suntik hormonnya sama suster/perawat/asisten prof. Karena ini kasih untuk 8 kali suntik, dan harus setiap hari, Jadi tak mungkin kalau harus bolak-balik Klinik. Jadinya harus bisa belajar sendiri. Selesai semuanya jam stgh9. Aku pasien terakhir yang keluar.

Oiyah ternyata ada larangan-larangan dari perawat yang aku baru tanyakan 

1. Jangan olahraga berat, boleh jalan dan joging. Tapi tak disarankan sepedaan. YaAllah padahal udah niat mau ikut virtual ride 42km dalam rangka HUT Kantor. hiksssssssssss. Padahal aku salah satu yang minta diadain virtual ride. Ini dilarang agar telurnya tidak pecah. Jadi dipecahkannya harus tepat.

Padahal ada 2 jadwal Sepedaan bareng geng LT, 1 sepedaan 42km sendiri. Sedih banget yaampun. Tapi tak apa demi program yang dinanti-nanti ini.

2. Jangan makan makanan junkfood dan makanan yang belum matang selama program ini

3. Jangan stres dan kecapekan. Harus Happy

udah itu ada inti larangannya..

15 Agustus 2020

Suntik ke-2. Sepanjang hari ini manja banget sama suami. Pengennya gak mau ditinggal, takut ditinggal. Bener-bener takut. Kata pak suami pas aku tidur siang ngomong "jangan pergi kemana-mana, temenin di sini". hahahahaha #gak sadar

Kata suster sih ini efeknya bisa ke mood, badan, gemuk, jerawat, mual-mual, dll karena akan berpengaruh ke hormon. Jadi tahan-tahan aja semingguan ke depan. #tetap semangatttt 


obat gonal

16 Agustus 2020

Suntik ke-3

Seperti biasa minum obat Q10 3x sehari, sekali minum2 kapsul dan Fetavita. Malamnya Suntik-suntik lagi. Bagaimana rasanya? Mellow banget.. gatau deh berasa takut ditinggalin aja

17 Agustus 2020

Suntik ke-4

Rasanya makin mellow, jerawat atau brintilan muncul di wajah.. Kalau kata susternya sih itu efeknya. Pak Suami tadi bilang "kok ini jadi suka nempel-nemplek terus". Gatau sih, aku sendiri rasanya jadi takut aja, takut kehilangan, takut gagal, takut ini itu lah. Takut jauh-jauh.

Rasanya malam-malam suntik hari ke-4, ntah hari ini udah gak sakit sih, lebih ke mellow aja dan deg2an takut salah atau berdarah kayak kemarin.

18 Agustus 2020

Suntik ke-5

Muka semakin bruntusan, perasaan semakin galau mellow gak jelas, dan nyuntik mulai berasa sakitnya. Ada bekas merah pada bagian yang disuntik. #gapap-gapap #semoga berkah.

19 Agustus 2020

Suntik ke-6

Bruntusan di muka semakin banyak. Mood? makin gak jelas, makin overthinking, makin gatau kenapa deh. Mungkin kalau aku bukan ke bentuk badan yang semakin membesar, tapi ke pikiran, mood, dan muka. Tiap orang beda-beda sih. obat Q10 ku juga sudah habis, jadi minum asam folat saja. Plus aku makan kurma muda sehari 3buah. Sambil nunggu clover honey yang aku pesan. Katanya sih bagus.

20 Agustus 2020

Suntik ke-7

Hari ini, seharian hanya bisa nangisss terus. Bener-bener gatau kenapa nangis, tapi akhirnya tau kenapa.. Cerita sama pak suami bahwa jd overthinking dan gak fokus sama tujuan diri sendiri, gak fokus dengan perbaikan diri dan lainnya. Gatau ini karena hormon atau karena emang kenapa. yang ada cuma takut. Aku jadi mikir, baru insem padahal undah mellow gini. gimana bayi tabung atau orang-orang yang nunggu sampe 10 tahun atau lebih. huhuhuhuhu...


21 Agustus 2020

Suntik ke-8 

selesai suntiknya. besok tgl 22 Agustus 2020 akan kontrol ke dokter untuk cek bagaimana dengan kondisi telurku.. doakan baik-baik saja ya..

#pejuang2garis #inseminasibuatan


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Histerosalpingografi (HSG) adalah pemeriksaan dengan menggunakan sinar Rontgen (sinar-X) untuk melihat kondisi rahim dan daerah di sekitarnya. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan pada wanita yang memiliki masalah infertilitas atau keguguran yang berulang. Hampir semua pasangan suami istri yang belum kunjung hamil ketika lebih dari 1 atau 2 tahun usia perkawainan atau mau program, pasti diminta untuk Test HSG. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui bentuk, ukuran, dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan. Juga bisa melihat apakah ada sesuatu yang aneh pada rahim dan saluran tuba kita.

Test HSG ini dilakukan pada hari ke 9 - 13 (aku lupa deh, tapi waktu itu aku test dihari ke 11 atau 12 setelah haid itu). Test HSG ini dilakukan dengan memasukan cairan pewarna kontras yang larut dalam air akan disuntikan sehingga membuat bentuk rahim dan saluran tuba terlihat.

Apa yang harus dipersiapkan?

1. Surat rekomendasi dokter obgyn

2. Pada waktu sudah haid hari pertama, saya sarankan sih langsung telpon klinik atau tempat test. Ini penting banget karena ternyata banyak yang periksa HSG dan rata-rata mereka hanya mau menerima sedikit pasien. Saya sendiri waktu itu mendadak banget, dan akhirnya ketemu di biomedika Bandung. Karena semua lab yang dirujuk penuh semua (iya saya H-1 baru mencari waktu janjian)

3. Biayanya kurang lebih 1,2jutaan. Mungkin bisa lebih. 

4. Tanyakan ke suster "pakai bius gak? pakai obat penenang gak? boleh pakai obat buat penahan sakit gak?" - ini penting. Aku sih gak dibolehin, tapi temen-temenku banyak yang dikasih. Sepupuku dikasih tapi hanya di awal, di akhirnya enggak. Saranku kalau tak mau merasakan rasanya HSG coba saya lobby pakai obat penahan rasa sakit (di awal ssebelum HSG dan sesudah HSG).

5. Bulu-bulu kemaluan harus bersih, jadi suster atau petugasnya akan memastikan bahwa bulu-bulu kita itutak ada. dan jangan melakukan hubungan sexual dulu hingga keluar di dalam. Ntah kenapa ini penting kata mereka. Tetapi.. setelah HSG pun untuk berhubungan suami istri gak nafsu juga. hahahahaha..


Bagaimana rasanya HSG?

Setiap yang ditanyakan ke HSG, mau ke dokter, suster, teman-teman, Semuanya sama yaitu SAKIT. Iya sesakit itu. Bahkan kalau kata temenku rasanya seperti lahiran normal, tapi lahiran normal ujungnya gak berasa sakit ketika anak sudah lahir, kalau HSG sakit bekas sampe sehari. Ini menurut dia loh ya.

Kalau menurutku sakit. Dari awal aku udah diwanti-wanti sama suster "sakitnya bisa 2-3x lipat haid", aku gak tau kadar sakit haidnya seperti apa. Aku sendiri kalau haid sakit banget sampe cuma bisa rebahan doang.

Jadi waktu masuk ke dalam ruangan, semua benda-benda besi harus dilepas. Diberikan baju dari biomedika. Dan du biomedika ini menganut bahwa HSG jangan menggunakan obat penahan sakit atau penenang, Jadi aku Bismillah aja. Sebelum masuk juga disuruh tanda tangan surat pernyataan tanggung jawab pasien. Pas tanda tangan ini langsung drop, soalnya pak suami waktu itu tidak ikut. Karena aku gak mikir seperti apa prosesnya.

Oke, setelah siap. Dokternya cuma bilang rilex. Susternya juga bilang rilex.

Selang dimasukan dalam kemaluan kita, pertama pun belum terasa sakitnya. Si dokter pun beri aba-aba "bu saya masukan cairannya ya. tahan ya bu"

Ya Allah itu rasanya sakitttt banget. Awal-awal karena kaget, aku cuma bisa teriak "sakit dok" dan merem

suster dari awal sudah bantu "Ibu rilex ya, atur nafas, jangan tegang dan jangan merem"

hahahahaha. kesel banget saat itu pas suster ngomong begitu, akupun awal-awal karena kaget dan gak nyangka sakitnya seperti itu belum fokus untuk atur nafas, masih teriak kesakitan dan merem.

Dokternya juga memasukan cairan tambahan lagi dan itu berasa sekali sakitnya. 

Baru setelah suster bilang "ibu rilex", aku mencoba untuk atur nafas, rilex, gak merem (biar gak pusing), dan dzikir, Iya lagi-lagi dzikir ini menolong aku (sebelumnya menolong disaat test CPNS, menolong disetiap perjalanan apalagi kalau macet, sekarang menoolong pada saat HSG). Jadi waktu kesakitan ini selain atur nafas aku hanya bisa dzikir tanpa putus-putus, Bener sih yang dibilang suster, harusnya aku melakukan dari awal untuk rilex, gak merem dan atur nafas. Ya tapi kan namanya pertama dan kaget tuh mana bisa kontrol. hahahahaha..

Udah lah akhirnya selesai. Ntah berapa lama di dalam, tapi kata suster sih sebentar. Aku merasa lama sekali. Bener-bener lama. 

Selang dicabut dan kemaluan dioleh dengan betadine. 

Apa Efek setelah HSG. tiap orang berbeda-beda.

Aku rasanya mau pingsan, Mules mau buang air tapi pas duduk tuh gak mau buang air, mual mau muntah tapi gada yang dimuntahin, Untunngnya di biomedika ada kamarmandi dan ruang terbuka yang ada tempat duduk panjangnya. Jadi duduk di sana dulu, tiduran, menghirup udara segara, sesekali mual menuju wastafel, mau buang air ke kamar mandi walaupun gada yang keluar darimana pun. Akhirnya hanya bisa rebahan dan atur nafas.

Baru deh setelah itu memanggil gocar dan balik ke penginapan dengan langkah lunglai.

Hasilnya bisa diambil langsung sore hari. Alhdmulillah hasilnya baik-baik saja, jadi tak ada masalah serius di saluran tuba ku, dibacain juga sama dr.yassin pun baik.

-

Semangat ya buat para pejuang 2garisbiru/merah. Semua harus dilalui. Berat sih memang, tapi Bismillah. 

Usaha dan Doa

#btw saya test HSG di bulan Agustus 2019 di Bandung pada waktu promil dengan prof. Tono

-

#pejuang2garisbiru #HSG


contoh hasil hsg

Hasil HSG
sumber : https://doktersehat.com/hsg/

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
hai hai.. mulai postingan ini aku mau mencoba sharing mengenai program hamilku. Program hamilku ini tidak terlalu berat (ya mungkin sih dibilang tidak terlalu berat, karena aku berfikir banyak orang yang lebih berat promilnya dan menantinya juga), jadi kalau akunya malas-malasan itu gak fair buat semuanya.

pertama-tama aku ingin cerita, bahwasanya aku ini terkena sebuah syndrome yang dimanaa syndrome ini juga menyerang banyak wanita, kalau kata dokterku dulu 3 dari 10 wanita terkena syndrome ini. Nama syndrome tersebut adalah sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS), dimana penderita syndrome tersebut memiliki telur yang sangat banyak tetapi tidak bisa dibuahi oleh sperma yang masuk dan terjadi ketidak seimbangan hormon dalam diri perempuan tersebut,  yang menyebabkan sulitnya membesar sel2 telur. Walaupun dibuahi dia tidak akan bisa berkembang atau kalaupun berkembang akan mengalami keguguran. Tapi apakah bisa hamil? tentu saja bisa, banyak sekali #pcosurvivor yang hamil, aku kasih tau ya yang bisa hamil (akhirnya) : Fitrop, mestyariotedjo, tya arestya dan beberapa temen ku, iya temen 1 lingkup kampus, main dll.

Pertama kali aku tau bahwa aku PCOS itu sewaktu malam tahun baru 2018, 31 Desember 2017, iya hari ke-2 aku haid, dan merasa "aku harus ke dokter apapun yang terjadi", akhirnya siang-siang telpon rumahsakit yang dekat dengan apartemen buncit, lalu yang buka itu adalah rumah sakit brawijaya kemang. Ketemu lah dengan dokter, cerita lah kami, bahwa sudah mau 2 tahun tapi belum ada pembuahan, bahkan berasa aja tidak, yang ada setiap bulan aku haid dan setiap hari pertama ini kalau gak muntah-muntah, lemes, perut terkikis rasanya (rasanya mau aku copot aja itu perut), ya macem-macem, dan inisuper duper menggangu sekali.

Aku rasakan ini sejak setelah kuliah, iya bener setelah kuliah. Waktu kuliah sih pernah beberapa kali aja, itu juga dipicu keracunan makanan dan sedang stres, sisanya ndak sama sekali, bahkan akupun bisa melakukan olahraga ataupun tanding pada hari pertama haid, tapi dulu dengan sombongnya berkata "gw ngerasa sakit kayak gitu waktu SMP, pas pertama kali haid, dan pada waktu mau ke Bandung karena haid dan belum makan nasi malah makan mie dan es jeruk asem, sampe pingsan sih, tapi setelah itu baik2 aja aman"- betapa cengosnya aku dulu ya. hihihi..

selama kuliah, iya hanya 2 kali aku merasakan seperti itu, pertama waktu masih kuliah di unpad, itu juga karena lagi gak enak badan, masuk RS, kedua itu keracunan makanan karena makan sembarangan, sisanya blasss baik-baik saja. Mulailah setelah selesai kuliah itu, setiap hari pertama haid, rasanya mau pecahin perut. Menyiksa sekali, muntah-muntah pun tak jarang, hingga aku harus minta jatah rehat setiap haid hari pertama. kira-kira kurang lebih 6-7 tahun mengalami seperti ini dan dimana ini tidak terjadi setiap bulan, tetapi siklus ku gak tentu, pernah per3 bulan, 2 bulan, 39 hari, 35 hari, macam-macam. sejak itupun aku tau tak beres rasanya.. dan ternyata benar.

seebelum diperiksa dokter, ditanya-tanya dulu keluhannya gimana, sudah berapa lama nikah, frekuensi berhubungan seperti apa.. setelah itu diperiksa USG transvaginal. sewaktu masuk dan periksa, dicek rahimnya dulu -- sidokter bilang "baik saja, aman, bagus, bersih" - padahal aku sempet mikir kayaknya rahimku bermasalah deh atau gimana gtu,, si dokter ini lamaa sekali dia muter-muter, feelingku sih mungkin nyari ada benjolan atau apa gtu nyangkut, ternyata enggak. trus dia mengarahkan kenan dan kekiri, nah pas kekanan dan kekiri itulah dia akhirnya tau bahwaasanya yg tidak beres itu apaa. hihihi.. sudah selesai periksa.

lalu ditanya2

"ada turunan diabetes gak?" "punya riwayat diabetes?", "coba saya cek bulu2nya dulu"

macem-macem yang ditanya.. lalu akhirnya dia bilang "Jadi ibu ini kena PCOS" (iya dia bilangnya PCOS, bukan PCO, tp ntah lah bingung, karena ada yg bilang PCO itu pola hidup mudah untuk dibenahi, karena kelelahan stres perubahan rutinisas dan lbh cepat dibenahi, PCOS itu syndrom yg mungkin turunan - keluarga ku ada yg diabetes dan turunan Papa ku mengidap ini- hamilnya harus ekstra berjuang banget), "jadi ibu bisa hamil, hanya saja lbh ekstra usaha daripada ibu-ibu lainnya. jangan takut, Insya Allah bisa hamil, tetapi treatmentnya tidak seperti ibu2 yang normal, harus dibenahi dikit hormonnya.." singkat cerita akhirnya aku dikasih obat, diminta datang lagi 3 bulan kemudian, suami diminta periksa sperma dan aku diminta USG 3 bulan lagi, kalau masih kurang juga ada alternatif insem..

si dokter bernama dr. M.Haekal, SpOG. menjelaskan dengan jelas, enak menyampaikannya, tenang, dan bener2 buat tenang. dia selalu bilang "ibu bisa hamil, tapi harus extra disiplin benahi hormon, calon istri saya juga gini kok, tp toh saya ttp mau nikah kan sama dia"

saran dia waktu itu = minum obatnya ya untuk membantu, makan omega3 banyak ada di salmon dan ikan kembung, olahraga terpenting, ibu diet ya (bukan diet kurus - tp diet benerin masa ototnya saja)"

nah sama dia ini gak ada larangan makan macem2, mamak mertuaku bilang "gak boleh makan apa dok? junkfood gtu kan dok"?

aku tambahin lagi "emang gak boleh makan daging ya?"

dokter bilang "Ibu silahkan makan apa sajaa, gak ada larangan makan apa saja, yang penting Ibu dan bapak HAPPY. mau makan KFC, PIZZA silahkan, asala dikurangi, lebih mending makan SALOM dan ikan KEMBUNG, sayur dan buah. yah gada larangan, ini bukan kenapa2, tp inget olahraga"

mamak mertua "tuh kan gak bole makan junkfood"

dokter "boleh kok. kurangi saja"

-wkwkwkwkwk..

bulan awal-awal aku masih rajin minum obat, olahraga kecil-kecilan, berasa pas haid bulan depan udah lancar, gak sakit.. lalu tiba-tiba kerjaan datang dan karena aku CPNS, harus ini itu, ngerjain ini itu, survei lama banget, belum lagi ada puasa yang membuat aku jadi malas untk olahraga (bukan salah puasanya, salah akunya aja), dan PRAJABATAN. buyar semua rencana promil aku, yasudah lah bablas sampai akhir tahun ini, gagal promil dan gak disiplin. padahal setelah prajabatan itu, meniatkan promil lagi. tapi gagal lagi karena harus survei lagi, huaaa. gagal deh kali ini promil pertama.

dan memang, usahaku di promil ini gak terlalu keliatan sekali, tapi mencoba untuk num obat, makan dibenerin, olahraga, dll. cuma merasa kurang usaha aja. blm seperti ibu-ibu promil lainnya. yasudah terima nasib, thaun 2018 kemarin belum dikasih rezeki Anak..

 
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates