Setelah melakukan proses inseminasi (bisa dibaca proses Inseminasi part 1 dan part 2 -ku ) dan menunggu 2-3 minggu akhirnya ketahuan apa hasilnya.
Ternyata inseminasi buatanku untuk bisa hamil gagal.. rasanya apa? sedih dan campur aduk. hufft
Kaget sih, bener-bener kaget. Kenapa?
Secara teori kedokteran, kalau kata dr.lucy yang meriksa aku terakhir sebelum tindakan, Kondisi fisik baik, kondisi telurku bagus besarannya bagus cukup untuk dibuahi (tapi belum diperiksa sih kandungannya seperti apa), ketebalan rahimku baik sekali, ukurannya sehat, tak ada apapun dalam rahim yang berbahaya. Bagaimana kondisi suami? untuk kualitas dan kuantitas sperm juga baik. Dokter memang bilang sih kalau ini tinggal berdoa dan kuasa Allah SWT.
Ternyata benar, semua itu kuasa Allah, kehamilan dan kelahiran ini sangat erat dengan hidup dan mati. Takdir hidup dan mati itu takdir mutlak yang hanya ditentukan olah Allah SWT, bukan seperti rejeki atau jodoh yang harus dikejar dan diusahakan. Kehamilan juga diusahakan dan berdoa, tapi ini bener-bener Allah SWT yang menentukan kehidupan.
Sebelumnya aku penasaran, Apa iya aku bisa dibenahi telurnya? Sebenernya lebih ke "Bisa gak ya aku dibenahi seperti wanita pada umumnya", dan ternyata bisa. Aku juga penasaran masalah kondisi sperm suamiku bagaimana. bisa gak dibenahi. Ternyata bisa dan Alhamdulillah pun bagus hasilnya, akupun bagus.
Jadi ketika ini gagal, aku jadi tak penasaran dan memahami sih, Allah SWT belum mengizinkan kami menjadi orang tua, belum mengizinkan kami untuk adanya kehidupan baru, bukan karena yang ada di dalam tubuh, tetapi memang belum. Membuat ku semakin yakin dengan kekuasaan Allah SWT dan kehendak Allah SWT akan kehidupan dan kematian.
Seperti mungkin halnya teman-teman yang melakukan proses IVF, ketika sudah dikawinkan dan embrio sudah jadi diluar, waktu transfer embrio, ternyata embrionya tak berkembang, secara teori mungkin harusnya bisa (dengan pemeriksaan dokter yang hasilnya sudah baik), tetapi lagi-lagi kuasa Allah SWT untuk takdir kehidupan dan kematian.
Kok jadi sok bijak ya. hehehe..
Sedih gak? Sedih banget. aku menangis berhari-hari, sebenarnya sudah berasa seminggu sebelum haid "kok ini keram ya, kok keputihan ya, kok bagian boobs ini keras sekali, kok nipplenya jg keras ya, kok jerawatan, mual dll" - aku cerita ini ke suamiku, kami googling yang isinya "Mungkin ini tanda-tanda hamil kali". Di semua artikel yang kami baca, tanda-tanda hamil itu sama seperti tanda-tanda PMS yang membuat wanita hamil itu kadang tak sadar ketika dia hamil. Tapi ntah kenapa aku merasa "kayaknya bukan hamil deh, kayaknya ini aku akan haid dan gagal, soalnya ini persis seperti tanda-tanda datang bulan"
Aku sampai beli testpack, sewaktu urinku keluarpun itu ada seperti selaput-selaput darah keluar. Hasilnya tentu negatif (hahahaha.. ini test pack udah yg ke puluhan kali aku beli dan test sampai trauma test pack), aku konsultasipun ke kakak spupuku ynag dokter disuruh testpack minggu depan, karen hamil bisa juga ada selaput atau bercak darah keluar.
Benar saja, malamnya aku haid. Paginya aku cuma bisa melamun dan nangis seharian. Kerjaan tak kepegang, besoknya pun nangis, hufft. Aku ketemu mama cuma bisa diam, aku kasih tau mamaku, mamaku yang sedih. Aku diem aja dan benar-benar diam hanya meminta doa. Tapi habis balik dari rumah mama, malamnya nangis terus sampe besoknya. Hufft.
Kerjanya nangis - tidur - makan - nangis lagi - kerja sebentar - nangis - tidur - nangis - makan.
kira-kira tiga hari seperti ini aja kegiatanku. Suamiku sampai tak tega melihatnya, menghibur saja di sampingku. huhuhu.. Jadi merasa salah sama doi. Aku jadi minta maaf terus. dan tiba-tiba pak suami bilang "minggu depan kita liburan aja ya, staycation di Bandung. Stay aja di hotel lalu udah. Aku disuruh cuti.
Yasudah lah, setidaknya rasa penasaranku sudah terjawab. Ternyata yang di dalam tubuh bisa dibenahi dan semua balik lagi kepada ALLAH SWT
-
Aku berniat istirahat dulu dari program-program hamil ini, jadi mencoba alami saja dulu. Karena tak tau rejekinya datang darimana sambil usaha memperbaiki tubuh ini agar sehat.
#pejuang2garis







