• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

Setelah melakukan proses inseminasi (bisa dibaca proses Inseminasi part 1 dan part 2 -ku ) dan menunggu 2-3 minggu akhirnya ketahuan apa hasilnya.

Ternyata inseminasi buatanku untuk bisa hamil gagal.. rasanya apa? sedih dan campur aduk. hufft

Kaget sih, bener-bener kaget. Kenapa?

Secara teori kedokteran, kalau kata dr.lucy yang meriksa aku terakhir sebelum tindakan, Kondisi fisik baik, kondisi telurku bagus besarannya bagus cukup untuk dibuahi (tapi belum diperiksa sih kandungannya seperti apa), ketebalan rahimku baik sekali, ukurannya sehat, tak ada apapun dalam rahim yang berbahaya. Bagaimana kondisi suami? untuk kualitas dan kuantitas sperm juga baik. Dokter memang bilang sih kalau ini tinggal berdoa dan kuasa Allah SWT.

Ternyata benar, semua itu kuasa Allah, kehamilan dan kelahiran ini sangat erat dengan hidup dan mati. Takdir hidup dan mati itu takdir mutlak yang hanya ditentukan olah Allah SWT, bukan seperti rejeki atau jodoh yang harus dikejar dan diusahakan. Kehamilan juga diusahakan dan berdoa, tapi ini bener-bener Allah SWT yang menentukan kehidupan.

Sebelumnya aku penasaran, Apa iya aku bisa dibenahi telurnya? Sebenernya lebih ke "Bisa gak ya aku dibenahi seperti wanita pada umumnya", dan ternyata bisa. Aku juga penasaran masalah kondisi sperm suamiku bagaimana. bisa gak dibenahi. Ternyata bisa dan Alhamdulillah pun bagus hasilnya, akupun bagus.

Jadi ketika ini gagal, aku jadi tak penasaran dan memahami sih, Allah SWT belum mengizinkan kami menjadi orang tua, belum mengizinkan kami untuk adanya kehidupan baru, bukan karena yang ada di dalam tubuh, tetapi memang belum. Membuat ku semakin yakin dengan kekuasaan Allah SWT dan kehendak Allah SWT akan kehidupan dan kematian.

Seperti mungkin halnya teman-teman yang melakukan proses IVF, ketika sudah dikawinkan dan embrio sudah jadi diluar, waktu transfer embrio, ternyata embrionya tak berkembang, secara teori mungkin harusnya bisa (dengan pemeriksaan dokter yang hasilnya sudah baik), tetapi lagi-lagi kuasa Allah SWT untuk takdir kehidupan dan kematian.

Kok jadi sok bijak ya. hehehe..

Sedih gak? Sedih banget. aku menangis berhari-hari, sebenarnya sudah berasa seminggu sebelum haid "kok ini keram ya, kok keputihan ya, kok bagian boobs ini keras sekali, kok nipplenya jg keras ya, kok jerawatan, mual dll" - aku cerita ini ke suamiku, kami googling yang isinya "Mungkin ini tanda-tanda hamil kali". Di semua artikel yang kami baca, tanda-tanda hamil itu sama seperti tanda-tanda PMS yang membuat wanita hamil itu kadang tak sadar ketika dia hamil. Tapi ntah kenapa aku merasa "kayaknya bukan hamil deh, kayaknya ini aku akan haid dan gagal, soalnya ini persis seperti tanda-tanda datang bulan"

Aku sampai beli testpack, sewaktu urinku keluarpun itu ada seperti selaput-selaput darah keluar. Hasilnya tentu negatif (hahahaha.. ini test pack udah yg ke puluhan kali aku beli dan test sampai trauma test pack), aku konsultasipun ke kakak spupuku ynag dokter disuruh testpack minggu depan, karen hamil bisa juga ada selaput atau bercak darah keluar.

Benar saja, malamnya aku haid. Paginya aku cuma bisa melamun dan nangis seharian. Kerjaan tak kepegang, besoknya pun nangis, hufft. Aku ketemu mama cuma bisa diam, aku kasih tau mamaku, mamaku yang sedih. Aku diem aja dan benar-benar diam hanya meminta doa. Tapi habis balik dari rumah mama, malamnya nangis terus sampe besoknya. Hufft. 

Kerjanya nangis - tidur - makan - nangis lagi - kerja sebentar - nangis - tidur - nangis - makan.

kira-kira tiga hari seperti ini aja kegiatanku. Suamiku sampai tak tega melihatnya, menghibur saja di sampingku. huhuhu.. Jadi merasa salah sama doi. Aku jadi minta maaf terus. dan tiba-tiba pak suami bilang "minggu depan kita liburan aja ya, staycation di Bandung. Stay aja di hotel lalu udah. Aku disuruh cuti.

Yasudah lah, setidaknya rasa penasaranku sudah terjawab. Ternyata yang di dalam tubuh bisa dibenahi dan semua balik lagi kepada ALLAH SWT

-

Aku berniat istirahat dulu dari program-program hamil ini, jadi mencoba alami saja dulu. Karena tak tau rejekinya datang darimana sambil usaha memperbaiki tubuh ini agar sehat.

#pejuang2garis

Share
Tweet
Pin
Share
23 Comments

Kalimat pembukaku adalah apa ya. hahahahaha. Mau sok bijak tapi takut salah, dijaman sekarang apapun bisa dikomentari bahkan yang niatnya baik.

Tapi intinya, pasangan suami istri yang bisa mendapatkan rezeki anak tanpa harus bantuan teknologi mensyukuri hal itu, karena ada hal yang harus tidak menambah pikiran. Tak kita pungkiri "ingin punya keturunan" dengan banyak alasan bisa saja untuk meneruskan generasi, agar rumah ramai,ataupun alasan "Memperbaiki hubungan rumah tangga" dan "ingin menyalurkan apa yang dulu sewaktu kita kecil tidak dapatkan kepada anak2 kita"

Aku tak ingin judge, bener-bener takmau judge. Tapi percaya lah untuk mengusahakan seperti ini menguras banyak hal, bukan hanya biaya tetapi emosi yang sangat turun naik sampai berpengaruh ke psikis, akhirnya overthinking ataupun lainnya. 

Setiap individu mempunyai cobaan dan masalah masing-masing, bukan berarti yang punya anak itu bebas dari masalah. Iya aku memahami itu, sangat memahami sekali. Belum lagi anaknya tidak sesuai ekspekstasi ibu bapak dari segi apapun, biaya-biaya untuk anak, anaknya ternyata ada sesuatu dan masalah lainnya. Aku tak mau membanding-bandingkan, beneran tak niat sama sekali. Tapi aku lebih akan mengatakan untuk bersyukur dengan "dipermudah" mempunyai keturunan. Alhamdulillah para ibu-bapak tidak harus tambah pikiran bagaimana mengusahakan datangkan rezeki anak dengan bantuan rekayasa teknologi.

Duh kan jadi sok bijak, aku gak niat sama sekali untuk itu, huhuhu..

Okay aku akan lanjut cerita proses inseminasi part 2.

Setelah suntik 8 Hari kemarin. Tanggal 22 Agustus 2020 pun kontrol lagi ke dokter, Kali ini bukan ke prof Iko, Karena prof hanya selasa dan jumat itu juga sore hari. Aku ketemu dengan dokter Aida. Sewaktu diperiksa oleh dokter aida ternyata ada potensi telur yang besar, ada dua. Ukuran atau diameternya baru 15 dan 17 mm. Ukuran yang pas adalah minimal 19mm. Kondisi rahimku baik-baik saja. Alhamdulillah. Jadi ditambahi obat gonal 2x lagi oleh dokter aida. Untuk tanggal 22 dan 23 Agustus. Suntikannya sih kayaknya agak beda yaa. Lebih sakit dan membuatku mual berkali lipat. Tetapi jerawatku semakin membaik. Tak seperti sebelumnya, ini jarum suntiknya juga lebih besar.

Obat gonal
obat gonal

Nah efeknya ini baru berasa banget di hari minggu malam setelah suntik ke2 (ke10) selesai. Setelah suntik perutku sakit, sisi sebelah kanan dan belakang. Hanya itu saja. Aku pikir mules (tapi kayaknya bukan sakit mules). Sampai akhinya pagi-pagi (senin paginya) bener-bener sakit gak tahan banget. Aku bangun subuh, bener-bener gak tahan, kirain mules, ternyata Enggak, malah mual seperti mau muntah. Efeknya sampai gemeteran, kesemutan mau pingsan karena tak tahan rasa sakitnya. Akhirnya aku rebahan dulu sebentar sambil dikompres pada sisi perut dan punggung yang sakit serta minum paracetamol.

Senin tanggal 24 Agustus 2020 pagi kami kontrol lagi ke dokter, dan aku harusnya mandi. Aku gajadi mandi karena badanku sakit banget. Ini bener-bener sakit banget. Mungkin efek obat, tapi sampai ngilu dan uring-uringan banget. Benar-benar gak kuat. Gemeteran dan mau pingsan. Sekitar jam stgh8 pagi akhirnya dipaksakan ke klinik. Anehnya sepanjang jalan tak terasa sakitnya. 

Pada waktu di klinik, diperiksa transvaginal. Dicek kembali telur2ku. Alhamdulillah Alhamdulillah, Telurnya sudah pas, ada 2 telur yang besar sisi kanan dan kiri, Kira-kira 19/22 dan 25 mm, yg 25mm ini disebelah kanan. Alhamdulillah jg rahimnnya bagus, tebal dan kuat. Aku ketemu dengan dr.Lucy. Dokternya masih muda, lebih muda dibandingkan dr.Aida. Setelah periksa aku dijadwalkan untuk tindakan inseminasi hari rabu. Aku dikasih obat suntik pematang atau pemecah telur ya? Obatnya ovidrel. Harganya lumayan lah. hehehehe..

Aku suntik ovidrel ini tunggu instruksi dari tim harus jam berapa. Karena harus pas, teorinya sih 36 jam sebelum tindakan inseminasi. Harus tepat waktu dan tak boleh kurang atau lebih.

Tapi ternyata aku diminta suntik ovidrel tanggal 25 Agustus 2020 jam 05.00 Pagi. Tindakan inseminasi Tanggal 26 Agustus 2020 pukul 14.00 dan washing spermnya jam 11.30 ditanggal yang sama.

Aku kira setelah hari senin ini tak ada rasa sakit lagi. Ternyata salah. Senin malam menjelas mau tidur sakitnya datang kembali. Sakit nyeri ngilu keram pada perut bagian bawah sebelah kanan sampai ke punggung pun mulai berasa, udah pakai salonpas, freshcare, kompres air hangat dan akhirnya harus minum paracetamol yang bisa membuat bobo. 

Jam 03.00 tgl 25-nya (hari selasa) pun aku kebangun karena sakit, berubah posisi dari tengkurap, terlentang, ke sebelah kiri, bahkan meringkuk, pun ketika mau tidur lagi jg gak nyenyak. Terbangun hampir 30 menit sekali.

Jam stgh 5 bangun untuk siap-siap suntik ovidrel. Setelah suntikpun, aku kira akan bisa lebih mending. Ternyata tidak. Sakitnya makin menjadi-jadi, Jam 7an pagipun aku muntah-muntah, muntah air. Karena saking sakitnya, akhirnya keluar lewat muntah. Tapi setelah muntah aku lebih rilex sih. Jadi kayaknya muntah ini mengurangi rasa sakit itu deh. Ntah lah. karena sakit ini baru kumat malam hingga pagi-pagi. Siang -sore normal.


Obat Ovidrel


Selasa itu aku hanya goleran aja di kasur. Siangnya Alhamdulillah membaik. Bisa bergerak, bisa kemana-mana, bisa jalan-jalanpun. Sampai akhirnya menjelang tidur pada malam hari. Sakitpun mulai berasa lagi. Aku tempel lagi dengan salonpas, freshcare, minyak kayu putih, panadol merah, semua deh. Jam 3 pun kebangun lagi, gak bisa bobo sampai subuh. Baru bisa setelah subuhan. Itu juga harus kompres air hangat dulu. 

Bangun subuh dan bersiap untuk ke klinik karena sudah janjian hari rabu tanggal 26 Agustus 2020 untuk tindakan.

Jam 11.30 mulai washing sperm. harus nunggu 20-30 menit dulu bagaimana hasilnya, cukup kah atau tidak. Katanya sih ini mereka mencari sperm yang terbaik untuk dimasukan nanti. Hasilnya Alhamdulillah baik. Tindakan akan dilakukan jam 14.00-an kami makan siang dulu.

Jam 14.00 pun aku sudah stanby di klinik, baru mulai tindakan jam 14.45-an, aku masuk jam segitu. Pak suamipun masuk ke dalam untuk mengikuti prosesnya. Tindakan inseminasi ini oleh dr. Shanty Olivia F.J. Kok beda-beda dokternya? Iya di daya medika ini dokternya itu "TIM", kalau tidak bisa yang satu artinya dengan dokter lainnya.

Aku gatau sih ngapain aja pada waktu tindakan karena tak terlihat, tapi awalnya dibersihin dulu bagian vagina, pakai cairan seperti air, lalu lanjut lagi dan aku jg gatau diapain lagi, tetapi berasa waktu kateter masuk ke dalam, Kecil sih kateternya. Kenapa aku tau kecil, karena aku bandinginnya dengan HSG. Waktu HSG itu agak besar, karena berasa banget pas masuk ke dalam vagina dan rahimnya, kalau ini cuma berasa pas masuk aja. Dokternya bilang sih agak gak nyaman. Aku awalnya tegang. ya gimana gak tegang, ada benda asing masuk ke dalam vagina, beda mati pula walaupun itu untuk kehamilan. Awalnya agak tegang tapi disuruh rilex. Lama-lama rilex. Aku sekalian main hp dan buka-buka doa Nabi Yunus itu, aku baca-baca aja dan baca ayat kursi. Kira-kira 30 menitan prosesnya. Selesai jam 15.30, Tapi disuruh baringan dulu 20an menit. Jadi baru keluar ruangan jam 15.45. 

habis tindakan

Ternyata seperti tak berasa gimana-gimana, mungkin ada yang bilang kayak "oh gini aja" atau "udah nih". Tetapi memang tak berasa sama sekali, ya tak nyaman aja sih sebenernya dimasukan benda asing ke dalam situ.

Setelah inseminasi ini tak ada efek apa-apa di aku, aku soalnya baca-baca ada yang sampe pendarahan (bahkan dikasih liat darah-darahnya), tapi di aku enggak. Aku tanya ke susternya, ternyata itu kalau si pasien tegang pada waktu tindakan. Karena sebenernya kayak tidak diapa-apain. Sebelumnya aku pernah tanya "dok sesakit HSG gak?", dokternya bilang "HSG mah jauh lebih sakit, ini enggak kok" setelah dokter bilang itu otomatis santai sih.

Aku dikasih obat penguat rahim. Diminta periksa test pack 2-3 minggu kemudian. dan tips-tips untuk membantu menyukseskan inseminasi ini (kalau mau tau tipsnya japri aja ya. hehehehe..)

Doakan ya semoga sukses promil ini.

--

Untuk biaya seperti apa? emmmm.. petugas administrasi sih bilang untuk tindakannya saja 4,5juta (ini juga berlaku di Rumah sakit yang aku tanyakan - seperti RSPI) - ini belum termasuk biaya konsultasi dokter, administrasi, Rapid test, dan obat-obat yang aduhay. Waktu itu diminta siapin sampai 18jutaan. Karena setiap orang beda-beda kebutuhan obatnya, terutama obat gonal. Jadi biar gak kaget dengan biaya, untuk para pejuang kehamilan, siap-siap dulu ya. Kita menabung. Bismillah semoga menjadi ladang amal untuk kita semua.

Akupun sempat tanya ke suster-suster, kenapa aku sakit pada bagian bawah perut sampai pinggang, katanya itu wajar sekali, justru kalau sakit itu adalah bagus karena obatnya bereaksi dan itu sedang berovulasi. Sampai dilihat besarnya terlur berapa, kalau gede dan banyak apalagi.. Berasa banget sakitnya. Aku sampai googling efek dari terjadinya ovulasi itu apa. eimmm ternyata bener sakit pada bagian itu dan bisa sampai ke punggung. Ada yang sampai pingsan juga, ada yang muntah-muntah. Aku jadi inget-inget sih, emang bener pada saat ovulasi itu kita berasa sekali sakit-sakit keram kan ya ibu-ibu.

Ini apalagi kalau di"sengaja", belum waktunya dan besaranyaa lebih dari biasanya serta banyaknya itu melebihi yang biasanya. Kebayang sakitnya kayak apa. dan sakitku ini terasa sampai 5 hari setelah tindakan.

--

Salam pejuang garis biru

Share
Tweet
Pin
Share
26 Comments

Hai.. akhirnya kami memutuskan inseminasi seperti pada ceritaku sebelumnya ,prosesnya tidak lama. Karena kebetulan juga waktu kontrol kemarin itu berdekatan dengan siklus haid. Aku juga gak nyangka sih, karena pas nanya ke orang-orang kok pada nyebut berbulan-bulan gitu. Mungkin ya karena aku udah test-test sebelumnya itu dari lama, jadi untuk mulai tuh gak lama.

Aku udah HSG, pak suami juga hasil spermnya Normal Baik hasil SAL dan HALO (akhirnya hasil HALO pun diberitahu), dan jugaaa waktu kami kesana dalam kondisi aku PMS yang menurut feelingku tuh sehari atau dua hari lagi aku haid. Jadi ini bener-bener kebetulan aja waktunya deketan dan kondisinya pas.

kira-kira ini proses Inseminasi Buatan kami..

(btw ini aku nyulisnya bener-bener pe hari tiap aku ke dokter dan melakukan kegiatan)

Selasa,  11 Agustus 2020

Kontrol sore dengan Prof. Iko, beliau membaca hasil sperm dan seperti biasa USG Transvaginal. Prof. Iko bilang sih hasilnya bagus aja. Gimana kondisi telurku? masih kecil-kecil semuanya. bener2 kecil banget.. #sedih banget.. aku cuma nyeletuk "yah proff masih kecil banget yaa.."

Prof bilang "yaa nanti kita besarin bu, tenang ajaa", lalu bilang lagi "jadi mau gimana bapak ibu? normal? insem? atau mau bayi tabung?"

Kami berdua pun jawab "coba insem dok, udah 4 tahun soalnya normal blm berhasil juga"

Prof Iko langsung menuliskan keterangan insem pada dokumen progres kami dan kami diminta dateng lagi ke klinik D2 atau D3 pas akuvHaid untuk mulai program inseminasi. Di sini sih beliau hanya bilang "nanti saya kasih resep untuk suntik besarkan telur sampai matang, lalu dilihat dan proses"

Aku tanya-tanya berapa lama prosesnya, bagaiman prosesnya, harus ngapain. Prof hanya jawab "untuk proses tergantung kondisi telur saja, nanti kita liat lagi pas hari kedua haid ya"

Baiklah, kami berdua sudah mantap dan Insya Allah ingin mencoba apapun hasilnya.. feelingku sih Jumat besok udah bisa kontrol ke klinik lg, karena udah berasa PMS nya dari hari ini

Aku dapat resep vitamin atau suplemen : Q10 dan Folavit (asam folat). Waktu googling gtu ttg Q10 langsung kaget "kok vit jantung buat program hamil", lalu nanya2 ke temenku apoteker (Nadya si mamak baby dragon), dikasihlah aku link tentang keguaan Q10 yang terkait kehamilan ini, ternyata Q10 ini juga bisa untuk para wanita penderita PCO - ini artikel tentang Q10 untuk wanita PCO

Mengapa akhirnya aku cari tahu tentang Q10, selama ke 4 dokter sebelumnya, belum pernah dikasih suplemen Q10 ini, hanya dikasih vitamin/suplemen asam folat (ya kalau gak ovacare, folamil, folavit) ya sekali dikasih obat perbesar telur. Jadi penasaran saja, kenapa akhirnya di kasih Q10 ini.


Kamis, 13 Agustus 2020

Hari Haid pertama. Seperti biasa mulai sakit lagi perut ini, tidak seperti bulan lalu yang tak terasa haidnya sakit. Bulan ini mulai sakit karena aktivitas olahraga sedang jarang sekali, tapi tak sampai pingsan dan tidur sih hanya nyeri-nyeri biasa.

Oiya aku tak lupa minta mamaku berdoa di Kampung halaman bersama anak-anak yatim, untuk memperlancar hajatku kali ini yang apapun hasilnya aku pasrahkan, yang penting aku sudah berusaha. Bener-bener berasa ini haajatku, aku mau kasih yang terbaik.


Tanggal 14 Agustus 2020

Hari kedua haid. Seharusnya hari pertama haid itu aku lapor ke klinik, karena harus rapid test. Sekarang ini kalau mau program hamil ataupun melahirkan harus rapid ataupun swabtest. Untuk meminimalisir tertularnya covid19. Jadi karena aku haidnya kamis sore menjelang malam, jadi tak mungkin untuk rapid. Jumat pagi kami berdua keklinik, rapid test. Hasilnya non-reaktif. Lumayan juga harga rapidnya. Ambil darahnya pun bukan dari ujung jari, tapi dari tengah lengan. Seperti ambil darah untuk Medical Check-Up.

Jumat sorenya kami datang, sampai sana jam 6 sore, dannn ternyata yang sudah datang puun banyak sekali. Tiga kali kami ke sana, belum pernah seramai ini. Ya asumsiku sih mereka pada promil semua dan D2 atau D3 haid, karena ada beberapa yang melakukan tindakan suntik ataupun disuruh HSG lah, diminta periksa ini itu lah dan pemeriksaan selanjutnya. Memang sih menurut dokter dan artikel (yang bersumber dari dokter atau jurnal ilmiah) untuk program hamil itu datanglah ke dokter pada saat D2 atau D3 haid. Ini yang aku lakukan waktu pertama kali ke dokter haikal di RSIA Brawijaya Kemang, dokter haikal pun bilang "bagus nih datengnya D2 Haid" dan di sana lah aku mengetahui bahwa aku PCO (dokternya wktu itu menyemangati sih, masih muda banget pak dokter, dan dokternya pun banyak cerita. Karena masih muda ya jadi lebih banyak menjelaskan. Beda sama prof yang lebih pengalaman langsung to the point. hahahahaha)

Baru masuk ke ruangan itu sekitar jam stgh8an. Di ruanganpun profnya terlihat capek dan aku hanya diminta periksa transvaginal cek kondisi rahim dan telur-telur (yang masih kecillllll banget)

Prof juga hanya bilang "Oke insem ya Bu,Pak. Mulai hari ini ya artinya. Suntik hari ini, nanti minggu depan balik lagi. saya kasih resep 7-8 kali suntik ya"

Tak banyak pertanyaan sih aku juga, mungkin karena udah tau bakal insem dan harus ngapain jadi yaudah aja. Prof juga menulis jadwal insem dan berapa kali suntik plus kapan harusdatang lagi, gitu-gitu aja. Ya begitu lahh.. prosesnya cepet sekali. Nunggunya hampir 2jam, di dalam hanya beberapa menit. hahahaha.. Nasip dateng telat.

Malam ini juga aku diajarin cara suntik hormonnya sama suster/perawat/asisten prof. Karena ini kasih untuk 8 kali suntik, dan harus setiap hari, Jadi tak mungkin kalau harus bolak-balik Klinik. Jadinya harus bisa belajar sendiri. Selesai semuanya jam stgh9. Aku pasien terakhir yang keluar.

Oiyah ternyata ada larangan-larangan dari perawat yang aku baru tanyakan 

1. Jangan olahraga berat, boleh jalan dan joging. Tapi tak disarankan sepedaan. YaAllah padahal udah niat mau ikut virtual ride 42km dalam rangka HUT Kantor. hiksssssssssss. Padahal aku salah satu yang minta diadain virtual ride. Ini dilarang agar telurnya tidak pecah. Jadi dipecahkannya harus tepat.

Padahal ada 2 jadwal Sepedaan bareng geng LT, 1 sepedaan 42km sendiri. Sedih banget yaampun. Tapi tak apa demi program yang dinanti-nanti ini.

2. Jangan makan makanan junkfood dan makanan yang belum matang selama program ini

3. Jangan stres dan kecapekan. Harus Happy

udah itu ada inti larangannya..

15 Agustus 2020

Suntik ke-2. Sepanjang hari ini manja banget sama suami. Pengennya gak mau ditinggal, takut ditinggal. Bener-bener takut. Kata pak suami pas aku tidur siang ngomong "jangan pergi kemana-mana, temenin di sini". hahahahaha #gak sadar

Kata suster sih ini efeknya bisa ke mood, badan, gemuk, jerawat, mual-mual, dll karena akan berpengaruh ke hormon. Jadi tahan-tahan aja semingguan ke depan. #tetap semangatttt 


obat gonal

16 Agustus 2020

Suntik ke-3

Seperti biasa minum obat Q10 3x sehari, sekali minum2 kapsul dan Fetavita. Malamnya Suntik-suntik lagi. Bagaimana rasanya? Mellow banget.. gatau deh berasa takut ditinggalin aja

17 Agustus 2020

Suntik ke-4

Rasanya makin mellow, jerawat atau brintilan muncul di wajah.. Kalau kata susternya sih itu efeknya. Pak Suami tadi bilang "kok ini jadi suka nempel-nemplek terus". Gatau sih, aku sendiri rasanya jadi takut aja, takut kehilangan, takut gagal, takut ini itu lah. Takut jauh-jauh.

Rasanya malam-malam suntik hari ke-4, ntah hari ini udah gak sakit sih, lebih ke mellow aja dan deg2an takut salah atau berdarah kayak kemarin.

18 Agustus 2020

Suntik ke-5

Muka semakin bruntusan, perasaan semakin galau mellow gak jelas, dan nyuntik mulai berasa sakitnya. Ada bekas merah pada bagian yang disuntik. #gapap-gapap #semoga berkah.

19 Agustus 2020

Suntik ke-6

Bruntusan di muka semakin banyak. Mood? makin gak jelas, makin overthinking, makin gatau kenapa deh. Mungkin kalau aku bukan ke bentuk badan yang semakin membesar, tapi ke pikiran, mood, dan muka. Tiap orang beda-beda sih. obat Q10 ku juga sudah habis, jadi minum asam folat saja. Plus aku makan kurma muda sehari 3buah. Sambil nunggu clover honey yang aku pesan. Katanya sih bagus.

20 Agustus 2020

Suntik ke-7

Hari ini, seharian hanya bisa nangisss terus. Bener-bener gatau kenapa nangis, tapi akhirnya tau kenapa.. Cerita sama pak suami bahwa jd overthinking dan gak fokus sama tujuan diri sendiri, gak fokus dengan perbaikan diri dan lainnya. Gatau ini karena hormon atau karena emang kenapa. yang ada cuma takut. Aku jadi mikir, baru insem padahal undah mellow gini. gimana bayi tabung atau orang-orang yang nunggu sampe 10 tahun atau lebih. huhuhuhuhu...


21 Agustus 2020

Suntik ke-8 

selesai suntiknya. besok tgl 22 Agustus 2020 akan kontrol ke dokter untuk cek bagaimana dengan kondisi telurku.. doakan baik-baik saja ya..

#pejuang2garis #inseminasibuatan


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates