![]() |
| Kue dikasih dari penginapan |
Alhamdulillah 2020 ini memasuki usiku yang 32 tahun. Usia yang kalau katanya pak dahlan iskan, usia 32 tahun itu, usia puncak kejayaan. Usia yang memasuki hari-hari sibuk dalam kehidupannya untuk menggapai sesuatu. Sibuk mengurusi anak yang sudah masuk golden age (setidaknya beberapa temanku seperti itu), Usia memasuki karir yang level top dengan penghasilan yang tinggi (ya setidaknya teman-temanku seperti itu juga), Usia yang sudah bisa memutuskan untuk membeli hunian, usia yang tau 10 tahun kedepan akan seperti apa. hihihi.. apakah aku seperti itu?
Bingung juga sih sebenarnya. Karena yang aku sebutkan tadi sepertinya masih belum aku rasakan, kami belum diberi rezeki anak-anak, belum memasuki puncak karir apalagi aku termasuk yang telat masuk kantor diusiaku (aku masih dilevel dasar untuk kalangan kantor pemerintah pada usia saat sekarang, yang mana teman-temanku ada yang sudah lebih dahulu, iya aku telat untuk memilih), belumpun memiliki dan memutuskan hunian baru dikarenakan ya memang belum sanggup..
Kadang memang iri dengan orang-orang diusia sepertiku sudah ada yang bisa digapai dan sudah melangkah jauh.
Apakah aku iri? ya ada kalanya aku iri. Iri manusiawi kalau kata aku, omong kosoong dan (maaf) bohong kalau kita tidak iri atau selalu positif. Tapi balik lagi gimana kita mengolah iri tersebut. Mengolah untuk menjadi negatif atau mengolah untuk menjadi positif artinya motivasi, memberi selamat mereka, membawanya kepada setiap doa kita.
![]() |
| candid by pak rio |
Aku bagaimana? Aku sendiri berupaya ketika iri melihat teman-temanku, aku berusaha (berusaha ya) untuk selalu mengolahnya jadi positif walaupun awalnya sampe sedih, nangis, atau kesel. Tapi inget lagi waktu aku ikut olah rasa dan kajian-kajian, mereka gak pernah melarang iri, mereka gak pernah melarang untuk kesal, sebal tapi meminta untuk menerima perasaan itu dan sejenak berpikir lalu olah rasa tersebut menjadi hal yang baik seperti motivasi. susah sih, tapi harus dicoba. Jika sudah toxic ya akhirnya kita harus memilih untuk tidak melihat tetangg walaupun untuk motivasi, jadi harus makin fokus ke diri sendiri. Kalau teman-temanku iri dengan aku karena apa yang aku kerjakan dan nikmati atau aku dapatkan, aku pun iri dengan mereka. hahahahaha,,
intinya.. Setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri, capaian hidup sendiri-sendiri. Mungkin saat ini aku belum bisa memiliki anak, tetapi siapa tau diberikan rezeki anak nanti langsung dua or lebih. Mungkin juga bisa memiliki hunian yang benar-benar kami butuhkan. Karena balik lagi, setiap orang memiliki jalan, langkah, stepnya sendiri-sendiri. Begitu juga ketika ada orang yang belum menikah diusia kepala 3, bukan berarti mereka gagal, tetapi memang belum dan step hidupnya berbeda.
![]() |
| candid ala-ala |
![]() |
| jalan-jalan di luar, dapat matahari bagus |
duh jadi ngalor ngidul malah bahas iri-irian.. balik lagi deh. hahahaha..
Usia 32 Tahun ini aku masih belum merasa ini masuk dalam masa kejayaanku seperti yang pak Dahlan Iskan bicarakan, aku masih harus belajar mengejar ketertinggalan teman-teman, mengejar keterbatasan yang aku miliki, memperbaiki segala yang dalam diri yang masih kurang.
Doaku masih sama seperti kemarin-kemarin yaitu, aku hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat untuk keluargaku, untuk rekan-rekan dan untuk orang-orang semuanya. Aku ingin ilmuku juga bermanfaat untuk bekal ke akherat nanti hihihi..
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Dan jangan sampai kita pelit ilmu terhadap sesama manusia, karena berbagi ilmu yang baik adalah salah satu perbuatan yang Allah sukai.
Setidaknya inilah yang aku baca.
Oiya satu lagi, doaku lainnya adalah aku tak mau berpura-pura menjadi bukan diri sendiri, menjadi yang ingin terlihat baik dan perfect, ingin terlihat sempurna, ingin terlihat bahagia selamanya, ingin terlihat bagus deh pokoknya. Percaya ini menguras energi sekali harus terlihat baik dan bahagia depan orang, padahal tidak. hihihi.. Jadi jujur saja pada diri sendiri. Susah ya pasti apalagi diera digital dan media sosial seperti sekarang, maunya pamer yang baik-baik sampai buang-buang energi dan memaksakan untuk terlihat baik. Capek pasti rasanya.
![]() |
birthday photo session hihihi. Scarf : Kakena Shirt and Pant : Uniqlo Indonesia Shoe : Onitsuka Tiger Glasses : Izi pizi |
-
17 November kemarin, Alhamdulillah aku dan pak rio merayakan ultahku kecil-kecilan di Kota Bandung seperti tahun lalu. Walaupun ada drama (iya setiap jalan sama pak rio mah selalu ada drama. hahahahaha) dan berasa capek karena udah renta (hehehehe), tapi cukup menyenangkan karena masih sehat-sehat sampai dipenghujungtahun, masih ada rezeki untuk ke bandung, bisa melepas penat walaupun masih harus mengurusi kerjaan kantor (padahal aku lagi cuti) hahahahahaha.. Semoga tahun depan kami sudah bertiga dan berempat ya. Aamiin yra.
Terima kasih kepada Allah SWT atas seluruh nikmat, rahmat, berkah dan segala-galanya yang terlah diberikan, padahal saya ini hamba yang sangat-sangat lalai.
Terima kasih untuk pak rio yang sudah menemai dan provide ini semua.
Terima kasih untuk mama dan alm.papa yang sudah melahirkan, membesarkan, mendidik dan selalu mendoakanku setiap saat
Terima kasih untuk alm. mbi dan alm. aldi, kedua sodaraku (kakak dan adik) yang walaupun sudah 10 tahun kepergiannya, membuat saya bisa setegar dan seperti sekarang.
Terima kasih untuk sahabat-sahabat baikku yang mengucapkan dan mendoakan yang baik-baik untuk aku,
Terima kasih untuk seluruh kerabat, rekan-rekan, kolega dan semuanya yang sudah turut mendoakan juga.
Terima kasih untuk yang membaca blogku ini
---
Photo by : Pak Rio
Loc : Bandung
















makes me happy[/caption]
with all participant, phot by iyutdewi[/caption]

