Ramadan hari ke-2
Alhamdulillah masih konsisten di hari ke-2 ini untuk sharing di sini. hihihi.. untuk puasa hari ke-dua itu.. akhirnya aku Tarawih di Masjid depan, yeiy.. Ternyata tarawihnya itu 23 rakaat, jadi selesai rakaat 8, aku langsung pulang ke unit, kembali lagi.. ada yang tidak biasa menurutku, karena apa?
Dahulu waktu di Bandung, aku tarawih di beberapa masjid di Kota Bandung, selalu ada ceramah disela setelah solat Isya dan solat Tarawih, waktu kecilpun seperti itu, selalu ada ceramah ramadan dan kita pun tau jadwal setiap hari siapa saja penceramah dan bahkan temanya apa. tetapi pada terawih ke-2 kemarin (senin,6 mei) tidak seperti itu. Lalu aku sharing di IGStory, ternyata ada seorang teman menjawab bahwasanya itu mencoba menerapkan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, dimana pada setiap salat tarawih di bulan Ramadan tidak ada yang namanya ceramah khusus. Yasudah aku pikir ini gimana masjid aja, karena ternyata memang banyak yang tidak menggunakan ceramah dan banyak juga yang tetap ada ceramah.
Alhamdulillah sahur pun bangun tidak kesiangan, HORAAI. hehehehe.. Menu sahur kali ini adalah, Mc Donalds paket Nasi (karena blm ada ricecooker, dan rio blm mau nemenin ambil ricecooker ke ciledug, tapi aku tambahkan telur setengah mateng dan buah apel dan buah jeruk + air banyaaak sampe kembung (ini aku lakukan demi tidak terjadi pipis kecil-kecil). Oke aku mau cerita sedikit, jadi beberapa tahun ini di Bulan Ramadan, ketika puasa selalu terjadi pipis kecil-kecil jika : (1) buang air kecil tapi kayak yang habis di pagi atau siang/sore, jadi kayak cairan di tubuh udah habis, jadi aja selalu pipis kecil-kecil, sakit merinding dan capek rasanya, pernah hampir nyerah dan mau buka puasa aja karena sudah tidak tahan dengan sakitnya. (2) jika minumnya sedikit. duh itu dari pagi bisa pipis kecil-kecil dan seharian, kebayangkan menderitanya seperti apa. Jadi untuk mengakalinya, aku mulai dari buka puasa - sahur itu kadang kenyang air, tapi gapapa itu resiko aku, karena kalau enggak bisa pipis kecil-kecil yang efeknya melebihi apapun itu,
Sahur Telor ayam kampung setengah mateng + Buah ternyata itu sangat membantu aku dalam melewati puasa ini, gak boong, gak lemes dan lebih kuat saja, kantuk pun dirasakan sewaktu naik jemputan dan di musolah. Di Meja kerja yang bukan bulan puasa aja ngantuk, tetapi kemarin pun tidak terlalu berasa, Tenaga juga lebih berasa ada. Tidak tahu ini sugesti atau tidak, tetapi aku merasakan hal yang enak dalam mengonsumsi itu - dan ini akan ku terapkan sebisa mungkin jika tidak terlambat sahur. hihhihi.. happy pagi-siang di Kantor.
Setiap bulan Ramadan salah satu yang akan ramai itu adalah Masjid, nah termasuk masjid di gedungku, biasanya tidak seramai kemarin, tetapi aku happy melihat Masjid jadi ramai karena bulan Ramadan, bukan hanya untuk salat berjamaan saja tetapi juga ada siraman rohami atau ceramah atau sharing ilmu dan baca AlQuran plus bobok siang.
btw, ceramah kemarin itu mengenai "Menyegerakan buka puasa jika sudah waktunya, jangan memunda atau istilahnya membelakangi berbuka puasa" dan "Lakukan Sahur, setiap yang melaksanakan sahur mendapatkan berkah karena setiap sahur terdapat berkah. Jangan meninggalkan sahur meski meneguk seteguk air. Yang membedakan puasa kita dengan ahli kitab (yang dimaksd adalah keyakinan lain) adalah Sahur, jadi laksanakanlah sahur dan segeralah berbuka"
seperti biasa, sampai di apartemen pun, aku langsung beli dan nyari untuk bukaan puasa. dan lagi-lagi gorengan menjadi hal yang mencuri perhatian mata dan napsu akan memakan. hahahaha.. aku beli lah gorengan, kolak biji salak dan es buah. lalu ternyata pak rio pun juga membeli gorengan, jadi lah kita memakan gorengan banyaak sekali. hahahahahaha.. ets tapi justru belum makan nasi.. iya, karena perut akan kaget kalau kita langsung makan nasi. Jadi aku memilih untuk makan nasi itu adalah setelah Isya dan Tarawih.
setelah selesai ibadah pun kami bergegas untuk ke MOL. haahahaha, iya mol, berniat mencari wadah untuk merapihkan barang-barang yang berantakan dan nyari makan (iya karena belum ada ricecooker. ffuu ffuu), dan ternyata ya seperti biasa dasar manusia, niatnya hanya beli wadah saja, tiba-tiba ada pameran yang salah satu tenantnya menjual minyak kutus-kutus, alhasil aku pun beli untuk stock di unit yang hampir abis minyak kutus-kutusnya (Terimakasih warga BALI yang telah meramu bahan-bahan sehingga lahir dan terciptalah minyak serba guna ini, semoga amal kebaikannya diterima ALLAH SWT). hihihi..
di sana kami pun ahirnya makan MEKDI. MEKDI? IYAAA MEKDI. SAHUR MAKAN MEKDI, BUKA MAKAN MEKDI JUGA. YASUDAH LAH MAU GIMANA LAGI..



0 Comments