• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

 "Ar pernah gak kamu berpikir kalau saja kita bertemu 13 tahun yang lalu, disaat kamu masih abege akupun juga.. Jadi kita tak perlu seperti ini." Kay memulai percakapan mereka di siang hari itu.

"Kay, aku selalu memikirkan itu" Ar membalas 

"Ar, kenapa ya kita dipertemukan dengan cara seperti ini. Ar.. bersamamu sekarang aku merasakan kebahagiaan dan kesedihan disaat yang bersamaan. 

"Ar. kenapa kita harus tetap seperti ini? Ar, aku bahagia bertemu dengan mu, aku sedih juga bertemu dengan mu. Ar aku ingin mendampingimu dari kamu masih sekolah hingga sekarang. Ar aku ingin aku yang menjadi bagian setiap moment hidup kamu. Aku mau jadi bagian itu Ar. 

"Kay.. lihat aku.. Hey Kay.. lihat mataku sini" Ar merespon seluruh ucapan kay dan memegang tangan kay.

"Kay, aku pun juga ingin seperti itu, kamu menjadi bagian disetiap perjalanan hidupku sampai tua kelak, Kay sama kamu itu bukan masalah kuantitas waktu, tapi kualitas kay. Kay, aku bahagia bertemu kamu walaupun baru sekarang, aku pun berharap bertemu kamu sejak 13 tahun atau 15 tahun lalu. Kay, lingkaran kita ternyata dekat kan? Harusnya aku bisa bertemu kamu sejak itu.. Aku ternyata punya hasil foto kamu belasan tahun lalu, dan bodohnya aku tidak mencari kamu. Aku hanya mengagumi kamu. Aku ternyata ada di satu tempat yang sama denganmu waktu itu, tapi aku tidak mencarimu. Kay.. Kalau tau kamu indah seperti ini, aku akan cari kamu sejak dulu Kay.

"Ar.. " Kay meresponn

"Ar. tapi realitasnya sekarang kita tak bisa bersama.. Ar kenyataannya aku tidak menema ni setiap perjalanan dan moment terpenting dari hidupmu, bukan aku Ar." tak terasa air mata kay pun jatuh

"Kay.. aku mau kamu, aku butuh kamu. Kay, sabar ya, aku gak bisa kasih janji apapun, tapi aku ingin kita tetap bersama, Kay perasaanku masih sama, aku sayang sama kamu, ku cinta kamu. Kay please... percaya sama aku ya..." Ar merespon kay sembari memeluknyaa..

"Kay.. aku tetap mau kamu sebagai kekasih ku.."  

--

Hanya namamu di hatiku
Jiwa dan raga takkan berdusta
Namun terkadang cinta
Terusik benci se-sa-at
Seribu musim takkan bisa
Menghibur hati yang penuh marah
Entah mengapa berpisah
Saat mulai men-ja-lin
Suara hati seorang kekasih
Bagai nyanyian surgawi
Takkan berdusta
Walau ketamakan merajai
Diri yang penuh emosi
Jauh di dasar hatiku
Tetap 'ku mau
Kau sebagai kasihku
Seribu musim takkan bisa
Menghibur hati yang penuh marah
Entah mengapa…

- melly goeslaw


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

 Hai aku akan bercerita sedikit mengenai keikutsertaanku di program Sana 8 Weeks Challenge.

Aku tertarik ikut karena melihat salah satu teman baikku, Rafinska Posting kegiatan olahraga dia di igstory yang sangat konsisten posting mengenai kegiatan workoutnya dan langsung bergumam"Kok seru ya". AKu pun kepo liat website sanastudio (SANA STUDIO adalah studio yang menyelenggarakan program Sana8WC ini) dan ternyata programnya sudah ditutup dan akan buka lagi tahun depan (aku lihat di tahun 2020 dan akan buka di tahun 2021). Aku juga sempet nanya-nanya ke finska tentang kegiatan ini. Singkat cerita, waktu aku dan finska sedang lari bareng, finska bilang "cul, SANA8WC kayaknya bakal buka lagi bulan depan, lo liat aja ig nya" dan aku pun minta finska untuk infoin jika kelasnya buka lagi. Sampai akhirnya finska bilang "besok buka cul", aku pun langsung set calender sebagai mode pengingat, karena menurut finska, program ini banyak yang minat dan siapa cepat dia dapat.

Pada hari H, aku langsung daftar tanpa pikir panjang walaupun harga dari program tersebut lumayan yaaa bund, tapi finska sudah bilang sih berapa biayanya dan aku sudah siapkan dana-nya. 

Pertemuan pertama Tanggal 1 Agustus 2021, kami semua para peserta dihadirkan via virtual zoom dan diperkenalkan satu persatu team sana, coach dan motivator. Aku mendapatkan motivator Bu Djudju (sang instruktur poundfit), dengan team: arika, atya, riska, abi, ninin, rizka, monic, liza, astie, nasya, monic christie, gina, indri dan komang. dan Coach yang aku dapat adalah Ibu Adianti (Buti). Aku beruntung banget dapat coach Buti, yang sangat hafal dengan murid atau kliennya dengan detail. Progres-progres ku juga dia inget banget. Aku happy banget. buti dan budju gak pernah nuntut kami semua untuk cepet-cepet, lamaa gapap yang penting formnya bener.

 Oiyah, yang ikut Sana8WC ini macem-macem juga latar belakangnya, aku  kagum banget ternyata se-team sama dokter, pekerja profesional, pekerja kreatif, ibu rumah tangga bahkan ada penulis skenario yang bahkan aku suka banget sama semua film-filmnya. Bener-bener tak sangka. Mereka hebat-hebat semuanyaa. 

Program dari Sana8WC ini dari yang paling low sampai high.  Programnya kita diberikan kelas wajib sana8wc 3x dalam seminggu yang dilaksanakan dengan : 2x PR dikerjakan sendiri atau bareng- bareng dengan tim, 1x kelas bareng-bareng hari Sabtu. Sisa hari lagi ngapain? kita bebas untuk cari sendiri sebanyak 3 hari lainnya. Boleh kelas dari Sana, ataupun kelas studio lain ataupun mau olahraga apapun sendiri. 1 hari lagi itu Wajib untuk RestDay. tidak boleh maksa "olahraga". Jadwal 6 hari ini bagaimana? flexible banget kecuali hari sabtu itu pasti jam 7 pagi. Tapi balik lagi terserah masing-masing mau ikut atau tidak.

Dalam program Sana8WC ini kita juga disarankan untuk konsumsi sayuran 2x dalam sehari, buah 2x sehari, minum air mineral 2L perhari, no konsumsi manis-manis (like teh manis, kopi susu gula aren, pokoknya yang pakai pemanis, tentunya gak berlaku untuk nasi dan buah yaa. hahahaha), tidur 6-8 jam perhari, dan ini selama mengikut program. Aku biasanya suka cheating di hari bebas.

Minggu pertama dimulai tanggal 2 Agustus dengan menu L.I.I.T - Low Intensity Interval Training. Menunya saat itu masih aku belajar cara squat yang benar, reverse lunges, deadlift, dan memilih latihan dasar dan penting seperti LIIT atau corefix., seminggu pertama itu rasanyaaa "duh banget lah", Dapat komen dari koc buti, isinnya aduhai banget. Aku jujur aja ya, olahraga type kayak gni bukan aku banget. Bingung harus gimana, karena biasanya aku olahraga lapangan: Futsal, lari, badminton tenis, basket, renang dll.. Aku masih blank Cara nafas yang bener (dengan mengepit perut dan bokong) squat yang bener tuh gimana ya? bahkan pushup aja sekarang jadi susah.  Belum sync antara gerakan dan nafas. seminggu pertama bener-bener harus berjuang, struggling banget deh. PR nya juga lumayan berat saat itu, tetapi karena aku udah bayar jadi harus tetap semangat mengerjakan PR nya. biar gak rugi. hihihihi..

Minggu kedua aku sudah mulai paham harus ngapain walaupun masih gagap ya, berbekal pada kelas Sabtu pagi yang dibimbing langsung oleh Bu Laili dan hampir seluruh coach hadir.. "Mindfull, rasakan, jangan buru-buru, beresin formnya, kita gak dikejar apapun, listen ur body", yang tadinya aku buru-buru karena mau cepet aja, jadi berubah lambat-lambat dan benerin form (kalau formnya belum bener - aku bisa ngulang sampai lebih dari yg seharusnya kalo merasa formnya belum bener) dan midefullness itu penting banget. Pelan-pelan pun berasa banget da aku tau apa bedanya yang minggu pertama dengan yang kedua. Semua berasa sebadan-badan, rasanya otot ditarik sana sini deh kalau kita bener gerakannya. Karena, mau ngapain sih buru-buru? buru-buru kalau formnya tidak dapat yang percuma, karena gak akan dapat apapun kecuali capek dan cidera.

Minggu ketiga dan keempat  masuk program Cardio. Untuk menu 8wc nya juga lebih tinggi lagi dari yang pertama. Aku sudah mulai enjoy banget, udah gak males-malesan untuk makan sayur dan buah 2x sehari.  Lalu kebiasaan makan 5x sehari sudah mulai pelan-pelan dinikmati. Awalnya kok ya berat banget gtu, biasanya makan cuma 1-2x, sekarang 5x sehari (3x makan + 2x snack). Jujur sih, minggu 2-4 ini udah bosan harus makan apa, jadinya aku mengandalkan catering, kalau snack gimana? aku cukup dengan makan pisang dan mangga atau buah-buah lainnya yang tidak susah. Jadi biar perutku gak penuh, Snack aku itu hampir tiap hari buah. Jadi gak perlu snack 2x + buah 2x - begah sih kalau gini terus. Kalau lihat meal plan ku selama sana8wc isinya buaaah pisang dan mangga, kadang apel. hehehehe.

Pada minggu ketiga dan keempat ini, Alhamdulillahnya pekerjaan kantor juga gak riweuh. Jadi bisa diikutin sana8wc dan kerjaan. Menu workout minggu ke 3-4 ini udah masuk ke lower body, upper body dan core. 

Masuk minggu keempat. Apa yang didapatkan selama 4 minggu ini? BANYAK BUND ALHAMDULILLAH YA.

Sejak menjalankan hidup sehat, masuk minggu ke 3 dan ke 4 pencernaanku lancarcarcar. Aku bukan type makan sayur kan, sejak "dipaksa" makan sayur, masuk minggu ke 3 dan ke 4, no susah buang air besar, tidak ada lagi darah yang keluar, setiap pagi selalu mengeluarkan sisa-sia yang harus dibuang tubuh. Hepi banget rasanya. Badan seger banget. Aku udah bisa tidur di bawah jam 12. Tidur ini penting banget buat akyuu.. Awalnya berat, lama-lama hepi dan enjoy banget.

Ada satu hal yang aneh, sejak tidak diperbolehkan konsumsi manis-manisan buatan, ada masanya 1 hari dalam seminggu itu kita Free Day, so.. aku coba lah mengonsumsi gula-gula-an, seperti minum kopi susu gula aren, cendol gula aren, croffle, boba, cake dan lain sebagainya. Hal ini aku lakukan sebagai bentuk balas dendam. Apakah tau efeknya? Aku teler dan kayak food coma, setiap selesai konsumsi makan tersebut langsung teler, ngantuk tak tertahankan berujung tidur. Sejak itu, kayak otomatis tiap free day, konsumsi gulanya gak berlebihan, bahkan kayak "yaudah gausah", walaupun dulu bukan addict dengan gula-gulaan, tapi butuh juga kan untuk mengembalikan kewarasan kita semuanya. ya kan? Tapi Alhamdulillah sih bisa mengurangi dan hepi.

Gimana week 5-8? next cerita ya

-

ini foto-foto ku selama ikut #sana8weekchallenge minggu 1-4


Ini para member di #teamdjudjumenujupodium
Rizka, Ninin, Nasya, Liza, Monic, Abi, Gina, Mega, Indri, Astie, Komang, Thata, dan Atya (fotonya gada di sini) dan bumoti kami tercinta .. Djuanita Agung dan coach Adianti


ini beberapa kegiatan workout, ada yang mengerjakan PR, ikut kelas workout macem-macem, makanan yang aku makan, dan sponsor dari BLP, Herbilogy, Nivea, furou dan lemonilo.




























Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

24 Juni 2021 19.00

Kay menutup laptopnya dan bergegas untuk segera pulang. Angka pada smartwatchnya pun sudah menunjukkan jam 7 malam. Menyusuri lorong kantor menuju gerbang kantor seraya membuka telepon genggam dan membuka aplikasi pemutar lagu.

"play" - tanpa melihat lagu apa yang sedang diputar 

"Sudah,, sudahi semua bicara.. ku ingin segra berduaa.. dan pagi menjelang melahirkan mentari pagi. dann... Sudah.. Sudahi semua prasangka Dunia, berputarlah saja.. rekam peristiwa.. yang takkan terulangi lagi.. dan.." Sudah - Ardhito Pramono ðŸŽµðŸŽµðŸŽµ 

"hufftt. kenapa harus lagu ini sih yang terputar" hal itulah yang terlintas dipikiran Kay dan menghela nafas. 

Langkahnya sudah dipenghujung gerbang kantor, Kay pun menuju ke halte transjakarta seberang kantor sebelah kiri, sebelum melangkah menuju halte dia pun menengok ke sebelah kanan gerbang kantor, ada halte feeder. Halte dimana Kiran selalu melihat sosok pria yang menunggu kiran pulang kerja.

"huff.. " lagi-lagi menghela nafas

Kay selalu teringat apa yang pernah mereka lewati, setidaknya beberapa tahun belakang ini. Hari-hari yang menjadi hari yang paling menyenangkan menghabiskan waktu bersama dengan pria itu sekaligus menjadi hari yang paling menyakitkan, terutama ketika sudah sampai di rumahnya.

- 22 Juni 2021 -, 19.00 @ halte -

"Ar makasih ya udah selalu menyempatkan ke sini, padahal kondisi kita lagi gak enak" Kay memulai percakapannya setelah bertemu pria itu. Ar adalah penggila kay kepadanya sejak kejadian itu. Iya, bukan lagi dengan panggilan sayang atau panggilan lainnya. Sejak kejadian itu kata sayangpun tak pernah muncul dari mulut Ar, Kay pun merasa rasa itupun hilang dari Ar.

"Kay, selagi aku bisa ke sini, aku akan usahakan ketemu kamu ya. Aku kangen kay"

"Aku juga Ar. tapi sampai kapan kita harus bertahan seperti ini? Emang kamu kuat? Kamu bisa? Aku gak bisa Ar" Kay menjawabnya, tak terasa air mata kay jatuh ke pipi..

"Kay, sabar ya. Kasih aku waktu untuk membuat masalah ini membaik. Aku gatau kapan. Aku juga gak bisa janji seperti dulu lagi Kay, cita-cita kitapun terpaksa semakin jauh kay, terlihat jauh sekarang. Aku juga gak bisa memastikan itu semua" Ar jawab dengan suara lirih

"Ar, kamu tau itu, kamu tau bahwa kita tak bisa bareng, kamu tau aku sedih terus dan nangis terus setiap hari. Ar aku udah bilang dari awal, tapi kamu yang menahannya dulu. inget kan?" Ar terdiam

"Sekarang apa? Semua ucapanku kerjadian kan. Kamu janji sama aku untuk bisa melindungi aku, jaga namaku, jaga aku baik-baik. Tapi sekarang hancur Ar. Apa yang harus dipertahankan" Kay semakin tak kuat untuk membendung air matanya. Ar, hanya menatapnya dengan diam

"Gimana perasaanmu sekarang?" Lanjut Kay

"Kay, aku masih sama seperti kemarin, aku masih sayang sama kamu, aku masih cinta sama kamu, tapi aku cuma bisa bilang, aku masih mau sama kamu, aku masih ingin bareng Kay, aku gamau jauh.." 

"Kay, tapi kita gak bisa seperti dulu lagi, semoga masalah kita cepat berlalu kay. Sabar ya" Ar meyakinkan Kay

Kay Bukan seorang yang menganggap serius mengenai hubungan percintaan. Kay tak percaya dengan adanya cinta. Kay tak pernah memberikan 100% hatinya kepada seseorang. Kay yang memiliki keseruannya sendiri. Kay yang bisa mengontrol perasaannya bahwa tak boleh berharap kepada manusia, sisihkan kekecewaan atau harapan sebesar 70%. Kay.

Tapi tak begitu ketika Kay bertemu dengan Ar. Ar yang membuat Kay meruntuhkan apa yang Kay yakini sebelumnya. 

"Ar... Aku mau kita udahan" Ucap Kay terbata-bata. Kalimat yang sudah Kay ingin ucapkan sejak lama.

Seketika hening pun diantara mereka. Kay tak sanggup untuk berucap kembali. Ar hanya diam tak bisa berkata-katapun.

"Ar. udah tak ada harapan dan jalan buat kita. Ada jika kamu mau, Ada jika kita seperti dulu. Sekarang? Tidak ar" Kay pun melanjutkan ucapannya

"Ucapanmu kamu msi sayang ke aku omong kosong. Ar. Sekarang ini kita hanya menjalankan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan dari kita selama bertahun-tahun. Aku juga bukan prioritasmu sekarang, Hanya aku yang berharap untuk bertemu kamu setiap saat, Hanya aku yang mengingkan ini. Hanya aku yang kepikiran tanteng kita. Hanya aku yang sakit setiap melihat semuanya." Kay melanjutkannya sembari menarik nafas dan menyeka air mata dipipinya

"Tapi kamu  enggak Ar... Iya, kamu enggak. Kamu ingkar dengan janjimu untuk melindungi aku. Kamu yang janji untuk tak menyakiti aku, aku taruh semuanya ke kamu. Ar. pliss jangan kasih aku harapan lagi jika itu sudah tak mungkin ada jalannya. Ar plis aku gamau. Kamu yang meminta aku menulis perasaan ku, aku tulis semuanya, kamu hanya diam tak ada balas satu pun, kamu egois Ar. Aku cuma jadi apa di mata kamu. Ar.. Pliss kabulin permohonan ku ini.." 

Ar semkin terdiam. Malam itu jalanan pun lengang. Tak banyak kendaraan lewat depan halte. Mungkin alam semesta membisikan para pengendara untuk tak lewat jalan ini.

"Kay, aku gak bisa jawab sekarang. Aku masih ingin kamu dan kita, Kay. Kamu nenangin diri dulu ya... ini tentang kita Ar, bukan aku atau kamu.." respon Ar. Ar yang tak pernah mau meninggalkan Kay, tetapi Ar yang juga tak bisa memberikan janji atau kepastian apapun kepada kay

"Kay, sudah malam.. kita pulang yuk. Aku antar ya. Aku harus cepat sampai rumah sudah dicari orang rumah" Lanjut Ar

Kay.. kay yang tidak bisa mengelak saat diajak pulang, Kay yang benci dengan hal ini semua..

"Ar. maaf ya, aku harus membuat diriku bahagia dengan cara terbaik menurutku. Ar, aku gamau dibilang omong kosong, aku gak kuat Ar, bener-bener gak kuat. Aku kangen kita, Ar. Kamu sayang kan sama aku? Kamu mau lihat aku bahagia seperti kemarin kan? Kamu gak bisa kasih itu semua sekarang Ar. Aku harus gini sampai kapan? Semakin pudar Ar. Jalan itu semakin berkabut, semakin tertutup, Kamu sendiri yang bilang itu ke aku, tapi kamu juga yang tak mau melepaskan aku. Kamu egois Ar."

Malam itu adalah pertemuan terakhir Kay dengan Ar. 

Kay memilih untuk tidak menjawab pesan apapun dari Ar. 

Tetapi Kay yang selalu kangen dengan Ar. 

Pria yang membuat Kay bisa tersenyum setiap hari sekaligus menangis setiap hari, Pria yang penuh kejutan,  yang selalu menjaga agar mood Kay baik dan (dulu) berani menanggung apapun, yang selalu memastikan Kay tidak menangis dan jika menangis dia yang menengai, yang selalu mengajak ke tempat-tempat tak terduga, yang selalu memberikan atensinya ketika Kay ngomong tentang apapun bahkan hal sepele, yang selalu takut menatap lama-lama mata Kay karena menurutnya mata Kay membuatnya jatuh cinta,yang membuat Kay tak terasa bahwa sehari itu 24jam, yang membuat Kay selalu semangat membuka telpon genggam dipagi hari untuk menyapa dan mendapat kiriman foto. 

--

Sudah.. Sudahi malam yang duka.. Dunia, kau 'kan baik saja.. Hujan akan tiba ..Melahirkan pelangi
Belajar memahami masa depan.. Takkah yang disimpan akan tenang? Melahirkan semua nada indah.. Mencoba menjadi bahagiamu sendiri
Sudah.. Lupakan semua derita.. Doa semesta menjaga.. Luka akan hilang.. Perlahan terobati, oh ðŸŽµðŸŽµðŸŽµ

Belajar memahami masa depan.. Takkah yang disimpan akan tenang?.. Melahirkan semua nada indah.. Mencoba menjadi bahagiamu sendiri ðŸŽµðŸŽµðŸŽµ

..

illustration by Lori Malkhassian


--

Inspired: Sudah - Ardhito Pranomo

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Kalimat pembukaku adalah apa ya. hahahahaha. Mau sok bijak tapi takut salah, dijaman sekarang apapun bisa dikomentari bahkan yang niatnya baik.

Tapi intinya, pasangan suami istri yang bisa mendapatkan rezeki anak tanpa harus bantuan teknologi mensyukuri hal itu, karena ada hal yang harus tidak menambah pikiran. Tak kita pungkiri "ingin punya keturunan" dengan banyak alasan bisa saja untuk meneruskan generasi, agar rumah ramai,ataupun alasan "Memperbaiki hubungan rumah tangga" dan "ingin menyalurkan apa yang dulu sewaktu kita kecil tidak dapatkan kepada anak2 kita"

Aku tak ingin judge, bener-bener takmau judge. Tapi percaya lah untuk mengusahakan seperti ini menguras banyak hal, bukan hanya biaya tetapi emosi yang sangat turun naik sampai berpengaruh ke psikis, akhirnya overthinking ataupun lainnya. 

Setiap individu mempunyai cobaan dan masalah masing-masing, bukan berarti yang punya anak itu bebas dari masalah. Iya aku memahami itu, sangat memahami sekali. Belum lagi anaknya tidak sesuai ekspekstasi ibu bapak dari segi apapun, biaya-biaya untuk anak, anaknya ternyata ada sesuatu dan masalah lainnya. Aku tak mau membanding-bandingkan, beneran tak niat sama sekali. Tapi aku lebih akan mengatakan untuk bersyukur dengan "dipermudah" mempunyai keturunan. Alhamdulillah para ibu-bapak tidak harus tambah pikiran bagaimana mengusahakan datangkan rezeki anak dengan bantuan rekayasa teknologi.

Duh kan jadi sok bijak, aku gak niat sama sekali untuk itu, huhuhu..

Okay aku akan lanjut cerita proses inseminasi part 2.

Setelah suntik 8 Hari kemarin. Tanggal 22 Agustus 2020 pun kontrol lagi ke dokter, Kali ini bukan ke prof Iko, Karena prof hanya selasa dan jumat itu juga sore hari. Aku ketemu dengan dokter Aida. Sewaktu diperiksa oleh dokter aida ternyata ada potensi telur yang besar, ada dua. Ukuran atau diameternya baru 15 dan 17 mm. Ukuran yang pas adalah minimal 19mm. Kondisi rahimku baik-baik saja. Alhamdulillah. Jadi ditambahi obat gonal 2x lagi oleh dokter aida. Untuk tanggal 22 dan 23 Agustus. Suntikannya sih kayaknya agak beda yaa. Lebih sakit dan membuatku mual berkali lipat. Tetapi jerawatku semakin membaik. Tak seperti sebelumnya, ini jarum suntiknya juga lebih besar.

Obat gonal
obat gonal

Nah efeknya ini baru berasa banget di hari minggu malam setelah suntik ke2 (ke10) selesai. Setelah suntik perutku sakit, sisi sebelah kanan dan belakang. Hanya itu saja. Aku pikir mules (tapi kayaknya bukan sakit mules). Sampai akhinya pagi-pagi (senin paginya) bener-bener sakit gak tahan banget. Aku bangun subuh, bener-bener gak tahan, kirain mules, ternyata Enggak, malah mual seperti mau muntah. Efeknya sampai gemeteran, kesemutan mau pingsan karena tak tahan rasa sakitnya. Akhirnya aku rebahan dulu sebentar sambil dikompres pada sisi perut dan punggung yang sakit serta minum paracetamol.

Senin tanggal 24 Agustus 2020 pagi kami kontrol lagi ke dokter, dan aku harusnya mandi. Aku gajadi mandi karena badanku sakit banget. Ini bener-bener sakit banget. Mungkin efek obat, tapi sampai ngilu dan uring-uringan banget. Benar-benar gak kuat. Gemeteran dan mau pingsan. Sekitar jam stgh8 pagi akhirnya dipaksakan ke klinik. Anehnya sepanjang jalan tak terasa sakitnya. 

Pada waktu di klinik, diperiksa transvaginal. Dicek kembali telur2ku. Alhamdulillah Alhamdulillah, Telurnya sudah pas, ada 2 telur yang besar sisi kanan dan kiri, Kira-kira 19/22 dan 25 mm, yg 25mm ini disebelah kanan. Alhamdulillah jg rahimnnya bagus, tebal dan kuat. Aku ketemu dengan dr.Lucy. Dokternya masih muda, lebih muda dibandingkan dr.Aida. Setelah periksa aku dijadwalkan untuk tindakan inseminasi hari rabu. Aku dikasih obat suntik pematang atau pemecah telur ya? Obatnya ovidrel. Harganya lumayan lah. hehehehe..

Aku suntik ovidrel ini tunggu instruksi dari tim harus jam berapa. Karena harus pas, teorinya sih 36 jam sebelum tindakan inseminasi. Harus tepat waktu dan tak boleh kurang atau lebih.

Tapi ternyata aku diminta suntik ovidrel tanggal 25 Agustus 2020 jam 05.00 Pagi. Tindakan inseminasi Tanggal 26 Agustus 2020 pukul 14.00 dan washing spermnya jam 11.30 ditanggal yang sama.

Aku kira setelah hari senin ini tak ada rasa sakit lagi. Ternyata salah. Senin malam menjelas mau tidur sakitnya datang kembali. Sakit nyeri ngilu keram pada perut bagian bawah sebelah kanan sampai ke punggung pun mulai berasa, udah pakai salonpas, freshcare, kompres air hangat dan akhirnya harus minum paracetamol yang bisa membuat bobo. 

Jam 03.00 tgl 25-nya (hari selasa) pun aku kebangun karena sakit, berubah posisi dari tengkurap, terlentang, ke sebelah kiri, bahkan meringkuk, pun ketika mau tidur lagi jg gak nyenyak. Terbangun hampir 30 menit sekali.

Jam stgh 5 bangun untuk siap-siap suntik ovidrel. Setelah suntikpun, aku kira akan bisa lebih mending. Ternyata tidak. Sakitnya makin menjadi-jadi, Jam 7an pagipun aku muntah-muntah, muntah air. Karena saking sakitnya, akhirnya keluar lewat muntah. Tapi setelah muntah aku lebih rilex sih. Jadi kayaknya muntah ini mengurangi rasa sakit itu deh. Ntah lah. karena sakit ini baru kumat malam hingga pagi-pagi. Siang -sore normal.


Obat Ovidrel


Selasa itu aku hanya goleran aja di kasur. Siangnya Alhamdulillah membaik. Bisa bergerak, bisa kemana-mana, bisa jalan-jalanpun. Sampai akhirnya menjelang tidur pada malam hari. Sakitpun mulai berasa lagi. Aku tempel lagi dengan salonpas, freshcare, minyak kayu putih, panadol merah, semua deh. Jam 3 pun kebangun lagi, gak bisa bobo sampai subuh. Baru bisa setelah subuhan. Itu juga harus kompres air hangat dulu. 

Bangun subuh dan bersiap untuk ke klinik karena sudah janjian hari rabu tanggal 26 Agustus 2020 untuk tindakan.

Jam 11.30 mulai washing sperm. harus nunggu 20-30 menit dulu bagaimana hasilnya, cukup kah atau tidak. Katanya sih ini mereka mencari sperm yang terbaik untuk dimasukan nanti. Hasilnya Alhamdulillah baik. Tindakan akan dilakukan jam 14.00-an kami makan siang dulu.

Jam 14.00 pun aku sudah stanby di klinik, baru mulai tindakan jam 14.45-an, aku masuk jam segitu. Pak suamipun masuk ke dalam untuk mengikuti prosesnya. Tindakan inseminasi ini oleh dr. Shanty Olivia F.J. Kok beda-beda dokternya? Iya di daya medika ini dokternya itu "TIM", kalau tidak bisa yang satu artinya dengan dokter lainnya.

Aku gatau sih ngapain aja pada waktu tindakan karena tak terlihat, tapi awalnya dibersihin dulu bagian vagina, pakai cairan seperti air, lalu lanjut lagi dan aku jg gatau diapain lagi, tetapi berasa waktu kateter masuk ke dalam, Kecil sih kateternya. Kenapa aku tau kecil, karena aku bandinginnya dengan HSG. Waktu HSG itu agak besar, karena berasa banget pas masuk ke dalam vagina dan rahimnya, kalau ini cuma berasa pas masuk aja. Dokternya bilang sih agak gak nyaman. Aku awalnya tegang. ya gimana gak tegang, ada benda asing masuk ke dalam vagina, beda mati pula walaupun itu untuk kehamilan. Awalnya agak tegang tapi disuruh rilex. Lama-lama rilex. Aku sekalian main hp dan buka-buka doa Nabi Yunus itu, aku baca-baca aja dan baca ayat kursi. Kira-kira 30 menitan prosesnya. Selesai jam 15.30, Tapi disuruh baringan dulu 20an menit. Jadi baru keluar ruangan jam 15.45. 

habis tindakan

Ternyata seperti tak berasa gimana-gimana, mungkin ada yang bilang kayak "oh gini aja" atau "udah nih". Tetapi memang tak berasa sama sekali, ya tak nyaman aja sih sebenernya dimasukan benda asing ke dalam situ.

Setelah inseminasi ini tak ada efek apa-apa di aku, aku soalnya baca-baca ada yang sampe pendarahan (bahkan dikasih liat darah-darahnya), tapi di aku enggak. Aku tanya ke susternya, ternyata itu kalau si pasien tegang pada waktu tindakan. Karena sebenernya kayak tidak diapa-apain. Sebelumnya aku pernah tanya "dok sesakit HSG gak?", dokternya bilang "HSG mah jauh lebih sakit, ini enggak kok" setelah dokter bilang itu otomatis santai sih.

Aku dikasih obat penguat rahim. Diminta periksa test pack 2-3 minggu kemudian. dan tips-tips untuk membantu menyukseskan inseminasi ini (kalau mau tau tipsnya japri aja ya. hehehehe..)

Doakan ya semoga sukses promil ini.

--

Untuk biaya seperti apa? emmmm.. petugas administrasi sih bilang untuk tindakannya saja 4,5juta (ini juga berlaku di Rumah sakit yang aku tanyakan - seperti RSPI) - ini belum termasuk biaya konsultasi dokter, administrasi, Rapid test, dan obat-obat yang aduhay. Waktu itu diminta siapin sampai 18jutaan. Karena setiap orang beda-beda kebutuhan obatnya, terutama obat gonal. Jadi biar gak kaget dengan biaya, untuk para pejuang kehamilan, siap-siap dulu ya. Kita menabung. Bismillah semoga menjadi ladang amal untuk kita semua.

Akupun sempat tanya ke suster-suster, kenapa aku sakit pada bagian bawah perut sampai pinggang, katanya itu wajar sekali, justru kalau sakit itu adalah bagus karena obatnya bereaksi dan itu sedang berovulasi. Sampai dilihat besarnya terlur berapa, kalau gede dan banyak apalagi.. Berasa banget sakitnya. Aku sampai googling efek dari terjadinya ovulasi itu apa. eimmm ternyata bener sakit pada bagian itu dan bisa sampai ke punggung. Ada yang sampai pingsan juga, ada yang muntah-muntah. Aku jadi inget-inget sih, emang bener pada saat ovulasi itu kita berasa sekali sakit-sakit keram kan ya ibu-ibu.

Ini apalagi kalau di"sengaja", belum waktunya dan besaranyaa lebih dari biasanya serta banyaknya itu melebihi yang biasanya. Kebayang sakitnya kayak apa. dan sakitku ini terasa sampai 5 hari setelah tindakan.

--

Salam pejuang garis biru

Share
Tweet
Pin
Share
26 Comments

Hai.. akhirnya kami memutuskan inseminasi seperti pada ceritaku sebelumnya ,prosesnya tidak lama. Karena kebetulan juga waktu kontrol kemarin itu berdekatan dengan siklus haid. Aku juga gak nyangka sih, karena pas nanya ke orang-orang kok pada nyebut berbulan-bulan gitu. Mungkin ya karena aku udah test-test sebelumnya itu dari lama, jadi untuk mulai tuh gak lama.

Aku udah HSG, pak suami juga hasil spermnya Normal Baik hasil SAL dan HALO (akhirnya hasil HALO pun diberitahu), dan jugaaa waktu kami kesana dalam kondisi aku PMS yang menurut feelingku tuh sehari atau dua hari lagi aku haid. Jadi ini bener-bener kebetulan aja waktunya deketan dan kondisinya pas.

kira-kira ini proses Inseminasi Buatan kami..

(btw ini aku nyulisnya bener-bener pe hari tiap aku ke dokter dan melakukan kegiatan)

Selasa,  11 Agustus 2020

Kontrol sore dengan Prof. Iko, beliau membaca hasil sperm dan seperti biasa USG Transvaginal. Prof. Iko bilang sih hasilnya bagus aja. Gimana kondisi telurku? masih kecil-kecil semuanya. bener2 kecil banget.. #sedih banget.. aku cuma nyeletuk "yah proff masih kecil banget yaa.."

Prof bilang "yaa nanti kita besarin bu, tenang ajaa", lalu bilang lagi "jadi mau gimana bapak ibu? normal? insem? atau mau bayi tabung?"

Kami berdua pun jawab "coba insem dok, udah 4 tahun soalnya normal blm berhasil juga"

Prof Iko langsung menuliskan keterangan insem pada dokumen progres kami dan kami diminta dateng lagi ke klinik D2 atau D3 pas akuvHaid untuk mulai program inseminasi. Di sini sih beliau hanya bilang "nanti saya kasih resep untuk suntik besarkan telur sampai matang, lalu dilihat dan proses"

Aku tanya-tanya berapa lama prosesnya, bagaiman prosesnya, harus ngapain. Prof hanya jawab "untuk proses tergantung kondisi telur saja, nanti kita liat lagi pas hari kedua haid ya"

Baiklah, kami berdua sudah mantap dan Insya Allah ingin mencoba apapun hasilnya.. feelingku sih Jumat besok udah bisa kontrol ke klinik lg, karena udah berasa PMS nya dari hari ini

Aku dapat resep vitamin atau suplemen : Q10 dan Folavit (asam folat). Waktu googling gtu ttg Q10 langsung kaget "kok vit jantung buat program hamil", lalu nanya2 ke temenku apoteker (Nadya si mamak baby dragon), dikasihlah aku link tentang keguaan Q10 yang terkait kehamilan ini, ternyata Q10 ini juga bisa untuk para wanita penderita PCO - ini artikel tentang Q10 untuk wanita PCO

Mengapa akhirnya aku cari tahu tentang Q10, selama ke 4 dokter sebelumnya, belum pernah dikasih suplemen Q10 ini, hanya dikasih vitamin/suplemen asam folat (ya kalau gak ovacare, folamil, folavit) ya sekali dikasih obat perbesar telur. Jadi penasaran saja, kenapa akhirnya di kasih Q10 ini.


Kamis, 13 Agustus 2020

Hari Haid pertama. Seperti biasa mulai sakit lagi perut ini, tidak seperti bulan lalu yang tak terasa haidnya sakit. Bulan ini mulai sakit karena aktivitas olahraga sedang jarang sekali, tapi tak sampai pingsan dan tidur sih hanya nyeri-nyeri biasa.

Oiya aku tak lupa minta mamaku berdoa di Kampung halaman bersama anak-anak yatim, untuk memperlancar hajatku kali ini yang apapun hasilnya aku pasrahkan, yang penting aku sudah berusaha. Bener-bener berasa ini haajatku, aku mau kasih yang terbaik.


Tanggal 14 Agustus 2020

Hari kedua haid. Seharusnya hari pertama haid itu aku lapor ke klinik, karena harus rapid test. Sekarang ini kalau mau program hamil ataupun melahirkan harus rapid ataupun swabtest. Untuk meminimalisir tertularnya covid19. Jadi karena aku haidnya kamis sore menjelang malam, jadi tak mungkin untuk rapid. Jumat pagi kami berdua keklinik, rapid test. Hasilnya non-reaktif. Lumayan juga harga rapidnya. Ambil darahnya pun bukan dari ujung jari, tapi dari tengah lengan. Seperti ambil darah untuk Medical Check-Up.

Jumat sorenya kami datang, sampai sana jam 6 sore, dannn ternyata yang sudah datang puun banyak sekali. Tiga kali kami ke sana, belum pernah seramai ini. Ya asumsiku sih mereka pada promil semua dan D2 atau D3 haid, karena ada beberapa yang melakukan tindakan suntik ataupun disuruh HSG lah, diminta periksa ini itu lah dan pemeriksaan selanjutnya. Memang sih menurut dokter dan artikel (yang bersumber dari dokter atau jurnal ilmiah) untuk program hamil itu datanglah ke dokter pada saat D2 atau D3 haid. Ini yang aku lakukan waktu pertama kali ke dokter haikal di RSIA Brawijaya Kemang, dokter haikal pun bilang "bagus nih datengnya D2 Haid" dan di sana lah aku mengetahui bahwa aku PCO (dokternya wktu itu menyemangati sih, masih muda banget pak dokter, dan dokternya pun banyak cerita. Karena masih muda ya jadi lebih banyak menjelaskan. Beda sama prof yang lebih pengalaman langsung to the point. hahahahaha)

Baru masuk ke ruangan itu sekitar jam stgh8an. Di ruanganpun profnya terlihat capek dan aku hanya diminta periksa transvaginal cek kondisi rahim dan telur-telur (yang masih kecillllll banget)

Prof juga hanya bilang "Oke insem ya Bu,Pak. Mulai hari ini ya artinya. Suntik hari ini, nanti minggu depan balik lagi. saya kasih resep 7-8 kali suntik ya"

Tak banyak pertanyaan sih aku juga, mungkin karena udah tau bakal insem dan harus ngapain jadi yaudah aja. Prof juga menulis jadwal insem dan berapa kali suntik plus kapan harusdatang lagi, gitu-gitu aja. Ya begitu lahh.. prosesnya cepet sekali. Nunggunya hampir 2jam, di dalam hanya beberapa menit. hahahaha.. Nasip dateng telat.

Malam ini juga aku diajarin cara suntik hormonnya sama suster/perawat/asisten prof. Karena ini kasih untuk 8 kali suntik, dan harus setiap hari, Jadi tak mungkin kalau harus bolak-balik Klinik. Jadinya harus bisa belajar sendiri. Selesai semuanya jam stgh9. Aku pasien terakhir yang keluar.

Oiyah ternyata ada larangan-larangan dari perawat yang aku baru tanyakan 

1. Jangan olahraga berat, boleh jalan dan joging. Tapi tak disarankan sepedaan. YaAllah padahal udah niat mau ikut virtual ride 42km dalam rangka HUT Kantor. hiksssssssssss. Padahal aku salah satu yang minta diadain virtual ride. Ini dilarang agar telurnya tidak pecah. Jadi dipecahkannya harus tepat.

Padahal ada 2 jadwal Sepedaan bareng geng LT, 1 sepedaan 42km sendiri. Sedih banget yaampun. Tapi tak apa demi program yang dinanti-nanti ini.

2. Jangan makan makanan junkfood dan makanan yang belum matang selama program ini

3. Jangan stres dan kecapekan. Harus Happy

udah itu ada inti larangannya..

15 Agustus 2020

Suntik ke-2. Sepanjang hari ini manja banget sama suami. Pengennya gak mau ditinggal, takut ditinggal. Bener-bener takut. Kata pak suami pas aku tidur siang ngomong "jangan pergi kemana-mana, temenin di sini". hahahahaha #gak sadar

Kata suster sih ini efeknya bisa ke mood, badan, gemuk, jerawat, mual-mual, dll karena akan berpengaruh ke hormon. Jadi tahan-tahan aja semingguan ke depan. #tetap semangatttt 


obat gonal

16 Agustus 2020

Suntik ke-3

Seperti biasa minum obat Q10 3x sehari, sekali minum2 kapsul dan Fetavita. Malamnya Suntik-suntik lagi. Bagaimana rasanya? Mellow banget.. gatau deh berasa takut ditinggalin aja

17 Agustus 2020

Suntik ke-4

Rasanya makin mellow, jerawat atau brintilan muncul di wajah.. Kalau kata susternya sih itu efeknya. Pak Suami tadi bilang "kok ini jadi suka nempel-nemplek terus". Gatau sih, aku sendiri rasanya jadi takut aja, takut kehilangan, takut gagal, takut ini itu lah. Takut jauh-jauh.

Rasanya malam-malam suntik hari ke-4, ntah hari ini udah gak sakit sih, lebih ke mellow aja dan deg2an takut salah atau berdarah kayak kemarin.

18 Agustus 2020

Suntik ke-5

Muka semakin bruntusan, perasaan semakin galau mellow gak jelas, dan nyuntik mulai berasa sakitnya. Ada bekas merah pada bagian yang disuntik. #gapap-gapap #semoga berkah.

19 Agustus 2020

Suntik ke-6

Bruntusan di muka semakin banyak. Mood? makin gak jelas, makin overthinking, makin gatau kenapa deh. Mungkin kalau aku bukan ke bentuk badan yang semakin membesar, tapi ke pikiran, mood, dan muka. Tiap orang beda-beda sih. obat Q10 ku juga sudah habis, jadi minum asam folat saja. Plus aku makan kurma muda sehari 3buah. Sambil nunggu clover honey yang aku pesan. Katanya sih bagus.

20 Agustus 2020

Suntik ke-7

Hari ini, seharian hanya bisa nangisss terus. Bener-bener gatau kenapa nangis, tapi akhirnya tau kenapa.. Cerita sama pak suami bahwa jd overthinking dan gak fokus sama tujuan diri sendiri, gak fokus dengan perbaikan diri dan lainnya. Gatau ini karena hormon atau karena emang kenapa. yang ada cuma takut. Aku jadi mikir, baru insem padahal undah mellow gini. gimana bayi tabung atau orang-orang yang nunggu sampe 10 tahun atau lebih. huhuhuhuhu...


21 Agustus 2020

Suntik ke-8 

selesai suntiknya. besok tgl 22 Agustus 2020 akan kontrol ke dokter untuk cek bagaimana dengan kondisi telurku.. doakan baik-baik saja ya..

#pejuang2garis #inseminasibuatan


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Setelah mencoba dengan cara normal, sudah dateng ke 4 dokter yang berbeda dan berkali-kali (sebenarnya aku sudah datang ke 5 dokter, dan mulai program itu pada dokter yang ke-2), diberikan obat dan vitamin yang sama. Sudah HSG, sudah cek sperm pak suami. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk mencoba inseminasi.

Sebenarnya inseminasi ini sudah ditawarkan dari dokter ke-2 pada akhir tahun 2017 (dr. Haekal di RSIA Brawijaya), tetapi kami mencoba untuk normal - karena pada waktu ke sana usia pernikahan baru 1.5 tahun. Waktu ke dokter ke-3 Prof Tono (Agustus 2019) , sudah menawarkan inseminasi, tetapi prof tono bilang "kita coba sekali dulu ya obatnya utk program normal, setelah ini baru kita tindak. tapi Ibu harus cek HSG dulu ya. Bapak juga klo bisa cek sperm, karena pcosnya bisa disembuhkan dengan olahraga dan makan yang bikin happy, jdi kita harus cek salurannya dan kondisi bapaknya juga". Karena lokasi dan susahnya menyesuaikan jadwal, akhirnya kami tak lanjut lagi ke prof Tono. Duh padahal ingin banget tuntas sama beliau, sungguh. Selain ktnya Prof Tono adalah dokter obgyn terbaik seBandungan, rumah sakit nya juga RSIA terbaik sebandungan, Biayanya periksanya setengah harga dokter di Jakarta (kebayangkan harga sekelas profesor dan RSIA terbaik di Bandung, bisa setengah harga kontrol dr. biasa aja di Jakarta). Tapi ongkos ke sananya itu loh yang bikin kami berdua berpikir ulang. Udah gitu, doi tuh kayak bapak gtu dan lucu. Emang sih klo kita gak nanya banyak, profnya juga gak banyak ngomong karena sih udah profesor dan pengalaman jadi liat2 langsung to the point ke masalah dan solusi.

Test HSG sudah saya lakukan, dengan rekomendasi Prof.Tono, akhirnya  kami mencoba untuk ke dr.yassin (yang mana kebetulan dr.yassin ini adalah kakaknya temen geng pak suami.. jadi pak suami sudah paham sepak terjang dr.yassin semenjak muda). Pertama ke sana itu Oktober 2019, Hasil HSG dibaca oleh dr. yassin, hasilnya baik. Saluran rahimnya aman-aman aja, kondisi rahimku juga baik-baik saja. ke dr.yassin yg dilihat sama saja, telur kecil-kecil, dikasih vitamin yang sama kyk waktu ke dokter Haekal dan Prof Tono. plus langsung meminta suami untuk test sperm.

Juni 2020 aku ke dr.yassin lagi, periksa lagi, dan membaca hasil test spermnya suami, Hasilnya Oligoterarozospermia ( adalah hasil dari analisa sperma yang menunjukan adanya jumlah sel sperma yang rendah, gerakan sel sperma yang lemah dan bentuk sel sperma yang tidak normal) - ya intinya ini deh. bentuknya gak sempurna, jadi untuk peluang hamil pun juga masih rendah sekali. Udahnya telurku kecil-kecil, sperm suami juga ada masalah sedikit... dr.yassin sendiri jg tipikal yg kita harus nanya banyak, sewaktu kontrol pertama ya hasilnya sama, dikasih vitamin yang sama, obat yang sama.. Waktu kontrol juni 2020 ini, suami dikasih vitamin tonikard untuk memperbaiki sperm. dr. Yassin langsung to the point "inseminasi ya Bu, sulit kayaknya kalau mau normal dengan kondisi seperti ini, tp terserah bapak dan ibu saja baiknya gimana, nanti tanya-tanya lagi aja dulu ke suster depan ya, dtg lg ke saya 3-5 hari pada saat ibu haid"

Seminggu kemudian kami datang lg ke dr.yassin dan periksa, USG transvaginal lagi dan kaget "kok ada kista ya. ini takutnya kista, tp kalau liat riwayatnya sih bukan kista, mungkin luruhan telur ya, bulan depan ke sini lg" dan langsung to the point "insem aja ya, nnti tanya2 ke suster di depan masalah biayanya seperti apa", kami berdua sebenernya ingin normal sih.. Nah pas di sini tuh mungkin ntah dokter yassinnya lg sibuk atau gimana, kesempatan untuk nanya2 tuh dikit, jawabannya juga to the point banget, iya dan enggak, gak seperti minggu lalu yang masih banyak ngobrol. Kayaknya sih emang udah diminta insem langsung, salah satunya masalah umur, ketuatan rahim dan yaa ntah lah..

Pulang pun kami berdua galau baiknya gimana. Kok ada kista, kok ini itu danlainnya.. Udah gitu ini adalah biaya kesehatan terakhir yang dibayarin kantor karena pak suami bulan ini adalah bulan terakhir kerja di Kantor. Jadi ya kami terpaksa juga harus cari rumah sakit yang masuk kantong gaji PNS. hahahahaha.. Jujur aja kemarin karena dibayarin kantor, jadi bener-bener cari RS yang sekalian mahal aja, aku ke dr.yassin di RSPI. Gak mikirin biaya kontrol yang penting adalah pelayanan terbaik. Kami muter otak dulu, dr.yassin sendiri buka praktek di bammed woman care yang lokasinya di Meruya, ini deket dari tempat kami. Mencoba telpon untuk booking, yaampun ya sebulan full. Ok artinya gak mungkin ke RSPI lagi ke dokter yassin dan sulit untuk memaksakan diri ke dr.yassin di bammed.

Aku menghubungi kk spupuku, dia program hamil sama prof budi wiweko, lokasinya di Kedoya, aku gatau kedoya sebelah mana.. yang jelas aku hanya kepikiran untuk kontrol yang uangnya masih masuk kantong PNS dan deket dari tempat tinggal kami. Akhirnya Bulan Juli kemarin, Aku coba cari dokter lain. Kalau kata temenku sih, selagi mau promil dan bahkan lagi hamil, ganti2 dokter mah gapapa, cobain dokter-dokter terbaik, kecuali memang ada kasus khusus yang dr tersebut nanganin. Akhirnya kami coba ke klinik dr.sanders (Daya Medika), kontrol dengan Prof Budi Wiweko. Saat ini aku gak banyak googling tentang beliau, aku hanya mendengar cerita spupuku yang akhirnya hamil.. program dengan beliau. 

Juli 2020 pun kami ke sana, membawa semua hasil test USG, hsg, sperm sebelum-sbelumny. Langsung ketemu Prof, seperti biasa periksa transvaginal, dilihat lagi ternyata bukan kista, itu hanya sel telur yang meluruh, lalu dicek telurnya besar, doi nanya sih "ini dikasih obat ya?", aku jawab iya.. dicek-cek lagi, dipahami lagi hasil test-test sebelumnya..

Prof banyak ngobrol-ngobrol saja, ditanya bagaimana hubungan seksual kami dari kuantitas dan waktu. Pada akhirnya dia nawarin "mau dipecahin gak telurnya, biar nanti malam atau besok kalau berhubungan bisa berhasil besar. dan bapak test sperm lagi ya, setelah minum vitamin kemarin kita lihat hasilnya ada perubahan atau tidak, karena kalau sperm bapak bisa diobatin" - jadi intinya kelainan spermnya pak suami itu tidak terlalu parah, makanya dokter yassin dan prof iko tidak terlalu khawatir. Pak suami hany diminta jaga kesehatan dan lanjut minum. 

Prof juga lebih banyak cerita bahwa doi juga praktek di RSPI, dan aku baru tau juga sewaktu bulan Juni 2020 kemarin kontrol, karena setelah aku keluar ruangan, profnya masuk.. Aku cerita juga kenapa pindah ke sini. Ya rezeki anak kan beda-beda, tapi aku type ingin yang terbaik dengan biaya yang masuk kantong. hihihi.

Setelah pulang dari sana, aku berpikir keras "kayaknya insem saja deh coba", suamiku pada saat itu masih berat, masalah biaya, masalah apakah kita udah pantas, tipe suamiku tuh tipe yang takut "belum ada persiapan dan nanti gimana biayain selama hamil", karena per juli 2020 kemarin, doi belum bekerja lagi hingga sekarang.. Segala upaya udah kami coba, dari Urut, minum teh, minum madu, minum obat, vitamin, minum rebusan jahe madu dll, olahraga (ini sangat-sangat membantu, terutama perihal siklus haid), ke dokter ini-itu dan semua nyebutnya sama semua, ke kang pijet sampe cirebon segala. Tetapi memang Belum ke akupuntur atau yg lainnya sih. Mungkin upaya kami belum maksimal seperti orang-orang lain, tapi kadang kami dan aku sendiri dalam kondiri capek lahir batin "kok gini ya.. harus maksimal gimana ya.."

Mamaku pun tiba-tiba ngabarin "nanti kalau kejual ruko di kampung, mama kasih uang ya buat ade berobat biar hamil", ntah kenapa hal inituh bikin aku semangat. Bener-bener semangat untuk mencoba step selanjutnya, untuk mencoba ikhtiar lain selain coba normal.

Aku berpikir bahwa ini adalah salah satu cara Allah untuk membuka jalan ikhtiar kami.. Akupun berpikir, aku ingin menata kerenggangan yang aku rasakan, iya ini menurut aku sendiri, beberapa tahun terakhir ini aku merasa kami lagi renggang aja, iya terlihat membaik dari luar, tapi seperti ada yang kurang. Kalau di rumah sibuk hp dan kegiatan masing-masing. Usaha intens ini menjadikan kami berdua bisa lebih baik lagi, Masalah kemarin 2 minggu menguras energi, dan dari kemarin pun menangis. 4 tahun belakangan ketika ada yang bertanya masalah anak, aku pun masih bisa tersenyum dan ketawa-ketawa santai, ada masanya down, ada banget. Tetapi tahun ini bener-bener gak kuat, minggu lalu hanya bisa nangis sampai sesegukan karena masalah ini (ya ditambah dengan masalah lainnya sih).

Sabtu kemarin pak suami sudah mencoba test sperm (sudah dengan syarat yang ddiminta), kami lalukan sebulan setelah kontrol terakhir, ini saran dokter "sebulan lagi ketemu saya ya tapi sudah test sperm", dan kebetulan juga ada rejeki untuk test. Hasilnya pun bisa dibaca segera. Hasilnya ada SAL dan HALO, aku gatau sih bedanya apa, tetapi kalau dari invoicenya itu, Hasil di daya medika ini lebih rinci daripada yang pertama di prodia. Harganyapun juga lebih mahal berkali-kali lipat. Prodia kalau tidak salah 300an atau 400 gtu, di Daya Medika ini 1.390.000, Secara fasilitas juga lebih bagus sih dibanding prodia. Disediakan kasur yang bersih, tv, dvd player dan cd nya, kamar mandinya pun bersih. Niat banget sih ini. hahahahaha..

Alhamdulillah hasilnya pun bisa langsung diterima tetapi yang SAL, yang HALO masih semingguan lagi. Tetapi kata sustersih SAL juga bisa dibaca.. Alhamdulillah yang tadinya Oligoterarozospermia, sekarang Normozoospermia - artinya Normal. Detailnya pun jauh lebih baik dari sebelumnya, Alhamdulillah sekali.

Hari ini kami mau ke dokter lagi, mau tau saran dokter seperti apa. Jika dokter menawarkan inseminasi, kami Insya Allah langsung mengiyakan tidak seperti kemarin-kemarin yang masih mikir-mikir "normal", Alhamdulillah rezeki datang darimana saja, Alhamdulillah juga hasilnya baik, ditingkatkan lagi yang sudah baik ini. Apapun hasilnya nanti, yang penting niat dan ikhtiar kami berdua. Bismillah.


#pejuang2garisbiru








Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates