Terkena Polycyctic Ovary Syndrom (PCOS)

by - October 16, 2018

hai hai.. mulai postingan ini aku mau mencoba sharing mengenai program hamilku. Program hamilku ini tidak terlalu berat (ya mungkin sih dibilang tidak terlalu berat, karena aku berfikir banyak orang yang lebih berat promilnya dan menantinya juga), jadi kalau akunya malas-malasan itu gak fair buat semuanya.

pertama-tama aku ingin cerita, bahwasanya aku ini terkena sebuah syndrome yang dimanaa syndrome ini juga menyerang banyak wanita, kalau kata dokterku dulu 3 dari 10 wanita terkena syndrome ini. Nama syndrome tersebut adalah sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS), dimana penderita syndrome tersebut memiliki telur yang sangat banyak tetapi tidak bisa dibuahi oleh sperma yang masuk dan terjadi ketidak seimbangan hormon dalam diri perempuan tersebut,  yang menyebabkan sulitnya membesar sel2 telur. Walaupun dibuahi dia tidak akan bisa berkembang atau kalaupun berkembang akan mengalami keguguran. Tapi apakah bisa hamil? tentu saja bisa, banyak sekali #pcosurvivor yang hamil, aku kasih tau ya yang bisa hamil (akhirnya) : Fitrop, mestyariotedjo, tya arestya dan beberapa temen ku, iya temen 1 lingkup kampus, main dll.

Pertama kali aku tau bahwa aku PCOS itu sewaktu malam tahun baru 2018, 31 Desember 2017, iya hari ke-2 aku haid, dan merasa "aku harus ke dokter apapun yang terjadi", akhirnya siang-siang telpon rumahsakit yang dekat dengan apartemen buncit, lalu yang buka itu adalah rumah sakit brawijaya kemang. Ketemu lah dengan dokter, cerita lah kami, bahwa sudah mau 2 tahun tapi belum ada pembuahan, bahkan berasa aja tidak, yang ada setiap bulan aku haid dan setiap hari pertama ini kalau gak muntah-muntah, lemes, perut terkikis rasanya (rasanya mau aku copot aja itu perut), ya macem-macem, dan inisuper duper menggangu sekali.

Aku rasakan ini sejak setelah kuliah, iya bener setelah kuliah. Waktu kuliah sih pernah beberapa kali aja, itu juga dipicu keracunan makanan dan sedang stres, sisanya ndak sama sekali, bahkan akupun bisa melakukan olahraga ataupun tanding pada hari pertama haid, tapi dulu dengan sombongnya berkata "gw ngerasa sakit kayak gitu waktu SMP, pas pertama kali haid, dan pada waktu mau ke Bandung karena haid dan belum makan nasi malah makan mie dan es jeruk asem, sampe pingsan sih, tapi setelah itu baik2 aja aman"- betapa cengosnya aku dulu ya. hihihi..

selama kuliah, iya hanya 2 kali aku merasakan seperti itu, pertama waktu masih kuliah di unpad, itu juga karena lagi gak enak badan, masuk RS, kedua itu keracunan makanan karena makan sembarangan, sisanya blasss baik-baik saja. Mulailah setelah selesai kuliah itu, setiap hari pertama haid, rasanya mau pecahin perut. Menyiksa sekali, muntah-muntah pun tak jarang, hingga aku harus minta jatah rehat setiap haid hari pertama. kira-kira kurang lebih 6-7 tahun mengalami seperti ini dan dimana ini tidak terjadi setiap bulan, tetapi siklus ku gak tentu, pernah per3 bulan, 2 bulan, 39 hari, 35 hari, macam-macam. sejak itupun aku tau tak beres rasanya.. dan ternyata benar.

seebelum diperiksa dokter, ditanya-tanya dulu keluhannya gimana, sudah berapa lama nikah, frekuensi berhubungan seperti apa.. setelah itu diperiksa USG transvaginal. sewaktu masuk dan periksa, dicek rahimnya dulu -- sidokter bilang "baik saja, aman, bagus, bersih" - padahal aku sempet mikir kayaknya rahimku bermasalah deh atau gimana gtu,, si dokter ini lamaa sekali dia muter-muter, feelingku sih mungkin nyari ada benjolan atau apa gtu nyangkut, ternyata enggak. trus dia mengarahkan kenan dan kekiri, nah pas kekanan dan kekiri itulah dia akhirnya tau bahwaasanya yg tidak beres itu apaa. hihihi.. sudah selesai periksa.

lalu ditanya2

"ada turunan diabetes gak?" "punya riwayat diabetes?", "coba saya cek bulu2nya dulu"

macem-macem yang ditanya.. lalu akhirnya dia bilang "Jadi ibu ini kena PCOS" (iya dia bilangnya PCOS, bukan PCO, tp ntah lah bingung, karena ada yg bilang PCO itu pola hidup mudah untuk dibenahi, karena kelelahan stres perubahan rutinisas dan lbh cepat dibenahi, PCOS itu syndrom yg mungkin turunan - keluarga ku ada yg diabetes dan turunan Papa ku mengidap ini- hamilnya harus ekstra berjuang banget), "jadi ibu bisa hamil, hanya saja lbh ekstra usaha daripada ibu-ibu lainnya. jangan takut, Insya Allah bisa hamil, tetapi treatmentnya tidak seperti ibu2 yang normal, harus dibenahi dikit hormonnya.." singkat cerita akhirnya aku dikasih obat, diminta datang lagi 3 bulan kemudian, suami diminta periksa sperma dan aku diminta USG 3 bulan lagi, kalau masih kurang juga ada alternatif insem..

si dokter bernama dr. M.Haekal, SpOG. menjelaskan dengan jelas, enak menyampaikannya, tenang, dan bener2 buat tenang. dia selalu bilang "ibu bisa hamil, tapi harus extra disiplin benahi hormon, calon istri saya juga gini kok, tp toh saya ttp mau nikah kan sama dia"

saran dia waktu itu = minum obatnya ya untuk membantu, makan omega3 banyak ada di salmon dan ikan kembung, olahraga terpenting, ibu diet ya (bukan diet kurus - tp diet benerin masa ototnya saja)"

nah sama dia ini gak ada larangan makan macem2, mamak mertuaku bilang "gak boleh makan apa dok? junkfood gtu kan dok"?

aku tambahin lagi "emang gak boleh makan daging ya?"

dokter bilang "Ibu silahkan makan apa sajaa, gak ada larangan makan apa saja, yang penting Ibu dan bapak HAPPY. mau makan KFC, PIZZA silahkan, asala dikurangi, lebih mending makan SALOM dan ikan KEMBUNG, sayur dan buah. yah gada larangan, ini bukan kenapa2, tp inget olahraga"

mamak mertua "tuh kan gak bole makan junkfood"

dokter "boleh kok. kurangi saja"

-wkwkwkwkwk..

bulan awal-awal aku masih rajin minum obat, olahraga kecil-kecilan, berasa pas haid bulan depan udah lancar, gak sakit.. lalu tiba-tiba kerjaan datang dan karena aku CPNS, harus ini itu, ngerjain ini itu, survei lama banget, belum lagi ada puasa yang membuat aku jadi malas untk olahraga (bukan salah puasanya, salah akunya aja), dan PRAJABATAN. buyar semua rencana promil aku, yasudah lah bablas sampai akhir tahun ini, gagal promil dan gak disiplin. padahal setelah prajabatan itu, meniatkan promil lagi. tapi gagal lagi karena harus survei lagi, huaaa. gagal deh kali ini promil pertama.

dan memang, usahaku di promil ini gak terlalu keliatan sekali, tapi mencoba untuk num obat, makan dibenerin, olahraga, dll. cuma merasa kurang usaha aja. blm seperti ibu-ibu promil lainnya. yasudah terima nasib, thaun 2018 kemarin belum dikasih rezeki Anak..

 

You May Also Like

0 Comments