• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

Kue dikasih dari penginapan



Alhamdulillah 2020 ini memasuki usiku yang 32 tahun. Usia yang kalau katanya pak dahlan iskan, usia 32 tahun itu, usia puncak kejayaan. Usia yang memasuki hari-hari sibuk dalam kehidupannya untuk menggapai sesuatu. Sibuk mengurusi anak yang sudah masuk golden age (setidaknya beberapa temanku seperti itu), Usia memasuki karir yang level top dengan penghasilan yang tinggi (ya setidaknya teman-temanku seperti itu juga), Usia yang sudah bisa memutuskan untuk membeli hunian, usia yang tau 10 tahun kedepan akan seperti apa. hihihi.. apakah aku seperti itu? 
Bingung juga sih sebenarnya. Karena yang aku sebutkan tadi sepertinya masih belum aku rasakan, kami belum diberi rezeki anak-anak, belum memasuki puncak karir apalagi aku termasuk yang telat masuk kantor diusiaku (aku masih dilevel dasar untuk kalangan kantor pemerintah pada usia saat sekarang, yang mana teman-temanku ada yang sudah lebih dahulu, iya aku telat untuk memilih), belumpun memiliki dan memutuskan hunian baru dikarenakan ya memang belum sanggup..

Kadang memang iri dengan orang-orang diusia sepertiku sudah ada yang bisa digapai dan sudah melangkah jauh.

Apakah aku iri? ya ada kalanya aku iri. Iri manusiawi kalau kata aku, omong kosoong dan (maaf) bohong kalau kita tidak iri atau selalu positif. Tapi balik lagi gimana kita mengolah iri tersebut. Mengolah untuk menjadi negatif atau mengolah untuk menjadi positif artinya motivasi, memberi selamat mereka, membawanya kepada setiap doa kita.
candid by pak rio

Aku bagaimana? Aku sendiri berupaya ketika iri melihat teman-temanku, aku berusaha (berusaha ya) untuk selalu mengolahnya jadi positif walaupun awalnya sampe sedih, nangis, atau kesel. Tapi inget lagi waktu aku ikut olah rasa dan kajian-kajian, mereka gak pernah melarang iri, mereka gak pernah melarang untuk kesal, sebal tapi meminta untuk menerima perasaan itu dan sejenak berpikir lalu olah rasa tersebut menjadi hal yang baik seperti motivasi. susah sih, tapi harus dicoba. Jika sudah toxic ya akhirnya kita harus memilih untuk tidak melihat tetangg walaupun untuk motivasi, jadi harus makin fokus ke diri sendiri. Kalau teman-temanku iri dengan aku karena apa yang aku kerjakan dan nikmati atau aku dapatkan, aku pun iri dengan mereka. hahahahaha,, 

intinya.. Setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri, capaian hidup sendiri-sendiri. Mungkin saat ini aku belum bisa memiliki anak, tetapi siapa tau diberikan rezeki anak nanti langsung dua or lebih. Mungkin juga bisa memiliki hunian yang benar-benar kami butuhkan. Karena balik lagi, setiap orang memiliki jalan, langkah, stepnya sendiri-sendiri. Begitu juga ketika ada orang yang belum menikah diusia kepala 3, bukan berarti mereka gagal, tetapi memang belum dan step hidupnya berbeda.



candid ala-ala

jalan-jalan di luar, dapat matahari bagus



duh jadi ngalor ngidul malah bahas iri-irian.. balik lagi deh. hahahaha..

Usia 32 Tahun ini aku masih belum merasa ini masuk dalam masa kejayaanku seperti yang pak Dahlan Iskan bicarakan, aku masih harus belajar mengejar ketertinggalan teman-teman, mengejar keterbatasan yang aku miliki, memperbaiki segala yang dalam diri yang masih kurang.

Doaku masih sama seperti kemarin-kemarin yaitu, aku hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat untuk keluargaku, untuk rekan-rekan dan untuk orang-orang  semuanya. Aku ingin ilmuku juga bermanfaat untuk bekal ke akherat nanti hihihi..  

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Dan jangan sampai kita pelit ilmu terhadap sesama manusia, karena berbagi ilmu yang baik adalah salah satu perbuatan yang Allah sukai.

Setidaknya inilah yang aku baca.


Oiya satu lagi, doaku lainnya adalah aku tak mau berpura-pura menjadi bukan diri sendiri, menjadi yang ingin terlihat baik dan perfect, ingin terlihat sempurna, ingin terlihat bahagia selamanya, ingin terlihat bagus deh pokoknya.  Percaya ini menguras energi sekali harus terlihat baik dan bahagia depan orang, padahal tidak. hihihi.. Jadi jujur saja pada diri sendiri. Susah ya pasti apalagi diera digital dan media sosial seperti sekarang, maunya pamer yang baik-baik sampai buang-buang energi dan memaksakan untuk terlihat baik. Capek pasti rasanya.




birthday photo session hihihi.
Scarf : Kakena
Shirt and Pant : Uniqlo Indonesia
Shoe : Onitsuka Tiger
Glasses : Izi pizi
 

-
17 November kemarin, Alhamdulillah aku dan pak rio merayakan ultahku kecil-kecilan di Kota Bandung seperti tahun lalu. Walaupun ada drama (iya setiap jalan sama pak rio mah selalu ada drama. hahahahaha) dan berasa capek karena udah renta (hehehehe), tapi cukup menyenangkan karena masih sehat-sehat sampai dipenghujungtahun, masih ada rezeki untuk ke bandung, bisa melepas penat walaupun masih harus mengurusi kerjaan kantor (padahal aku lagi cuti) hahahahahaha.. Semoga tahun depan kami sudah bertiga dan berempat ya. Aamiin yra. 







Terima kasih kepada Allah SWT atas  seluruh nikmat, rahmat, berkah dan segala-galanya yang terlah diberikan, padahal saya ini hamba yang sangat-sangat lalai.
Terima kasih untuk pak rio yang sudah menemai dan provide ini semua.
Terima kasih untuk mama dan alm.papa yang sudah melahirkan, membesarkan, mendidik dan selalu mendoakanku setiap saat
Terima kasih untuk alm. mbi dan alm. aldi, kedua sodaraku (kakak dan adik) yang walaupun sudah 10 tahun kepergiannya, membuat saya bisa setegar dan seperti sekarang.
Terima kasih untuk sahabat-sahabat baikku yang mengucapkan dan mendoakan yang baik-baik untuk aku, 
Terima kasih untuk seluruh kerabat, rekan-rekan, kolega dan semuanya yang sudah turut mendoakan juga.
Terima kasih untuk yang membaca blogku ini


---
Photo by : Pak Rio
Loc : Bandung



Share
Tweet
Pin
Share
11 Comments
 2018 tepat 30 tahun yang lalu aku lahir di dunia ini dari Ibuku. ihihihi.. ternyata tak terasa ya, sudah 30 Tahun hidup di dunia, diberikan kesempatan untuk bermanfaat oleh Allah di dunia ini. tetapi ntahlah, apakah aku memanfaatkan kesempatan untuk bermanfaat ini sudah maksimal atau belum. mungkin belum, karena sampai saat ini (bahkan belum tau kapan), saya masih diberikan kehidupan oleh Allah agar bisa lebih bermanfaat.

Ntah kenapa, dari kemarin-kemarin, semakin mendekati usia 30 tahun ini, semakin banyak merenung dan berpikir. Rasanya berbeda sekali dengan waktu lalu, menginjak usia 17 tahun, 20 tahun atau 25 tahun. 30 tahun ini rasanya beda. Bahkan rasanya tidak ingin orang-orang tahu saya berulang tahun, karena malu. bukan malu karena udah 30tahun (tua), tetapi malu seperti tidak memiliki pencapaian atau belum bermanfaat.

jika diingat-ingat kembali, dulu tuh rasa menggebu-gebu untuk orang tahu saya ulang tahun dan juga agar semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. ya! caranya banyak, dengan setting notif di Facebook, posting foto ulang tahun se cepat mungkin di sosial media (facebook, twitter, path, instagram), membalas ucapan satu persatu dengan mention orangnya, bikin status di BBM dan lain sebagainyaa. Rasanya ingin seluruh dunia tahu bahwa saya ulang tahun dan harus mengucapkan itu.

di Usia 30 tahun ini, saya bahkan mengucapkan kepada suami saya "aku gak mau orang tau aku ulang tahun, aku gak upload foto-foto dulu ya"

suami saya mungkin heran, yang biasanya sang istri ingin di publish, justru tahun ini tidak.. banyak perenungan..

jika diingat-ingat lagi, usia 17 tahun, usia remaja yang ingin dianggap dewasa, semua inginnya tentang saya, merasa spesial, apalagi 17 tahu, sweet seventeen yang harus dirayakan, yang dimana udah merasa boleh bebas ini itu dan disaat usia-usia masa SMU yang pokoknya semua tentang dia. cita-cita saya apa ya waktu dulu tuh? oiyah ingin lulus dan kuliah -

usia 20 tahun, usia nanggung, remaja bukan, dewasa bukan, masih di bawah ketiak papa mama yang sekolah masih dibayarin semuanya tapi merasa hebat dengan menjadi intelek di bangku kuliah, merasa tahu segalanya.. pencapaiannya hanya ingin lulus dan benar-benar bebas dianggap dewasa seutuhnya.

usia 25 tahun, usia nanggung juga, bukan remaja, dewasa sedikit karena dianggap telah melewati fase lulus kuliah (dimana menurut saya sendiri, fase kuliah ini adalah fase penting, apalagi ketika kita bisa melewati tugas akhir dengan selesai. TUGAS Akhir itu bukan tentang substansi, tapi tentang diri kita sendiri. hihihi...), lulus kuliah dan merasa bisa mencari uang sendiri. merasa dewasa? tidak juga nyatanya. masih suka ngerepotin orang tua, masih suka halu dengan imajinasi-imajinasi hidup yang ingin macam-macam. Hidup Hedon karena sudah (sok-sok) mencari uang sendiri. bisa berbuat segalanya.

dan ternyataa, itu tak ada begitu berarti ketika, sudah mulai masuk 30 tahun. ntahlah, menurut ku usia 30 tahun ini, usia dimana seseorang beranjak menjadi seutuhnya menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri serta bermanfaat banyak bagi siapapun itu. kadang kemarin berfikir :

"30tahun di dunia ini, apa sih pencapaian yang berarti yang pernah saya lakukan?"


"Usia 30 ini sudah berbuat apa saja sih?" 


"30 tahun mau gini-gini aja?"


"30 tahun ini tuh start nya orang gimana jalan hidup mereka kemudian, jangan sampai harus 40 tahun lalu merasa telat!"


berhari-hari pun berfikir,, dan bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa menjawabnya, mau apa ya? mau jadi apa ya? iya ya kok gini-gini aja? iya ya.. kok orang-orang diusia 20an tahun udah menjadi apa-apa, tapi saya yang sudah 30tahun ini kok belum bisa ya. terlalu banyak melamun? bermain? tidak memanfaatkan waktu dengan baik? atau apa yaa? apakah masih menyusahkan orang tua? apa belum bisa membahagiakan suami dan keluarga? kemarin-kemarin kemana saja? terlalu imanijatif? terlalu dibuai dengan zona nyaman? terlalu apa. kemana aja sih, 30 tahun gini-gini aja..

"hidup bukan tentang diri sendiri, lihat lagi bagaimana dirimu sendiri : sudahkah kamu punya sesuatu untuk dibagi ? 


ini yang saya baca dari artikel hipwee tentang usia 30 tahun. kembali merenung dan berpikir. kok rasa-rasanya masih belum ada ya. semakin lama, semakin bingung.

---

semakin bingung aku menulis apa, semakin bingung aku memikir apa isi di tulisan ini. hehehehe.. *mohon maaf jika bingung bacanya, karena akupun bingung hehehehehe..   doaku untuk diriku sendiri saat ini beranjak 30 tahun..

semoga semakin bermanfaat bagi orang banyak disisa-sisa usia yang Allah berikan di dunia ini. 

Happy Birthday to ME ! HAPPY 30!

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates