• Home
  • About
  • Live
  • Love
  • Laugh
facebook twitter instagram pinterest Email

Catatan Cerita

novetrishka

 "Ar pernah gak kamu berpikir kalau saja kita bertemu 13 tahun yang lalu, disaat kamu masih abege akupun juga.. Jadi kita tak perlu seperti ini." Kay memulai percakapan mereka di siang hari itu.

"Kay, aku selalu memikirkan itu" Ar membalas 

"Ar, kenapa ya kita dipertemukan dengan cara seperti ini. Ar.. bersamamu sekarang aku merasakan kebahagiaan dan kesedihan disaat yang bersamaan. 

"Ar. kenapa kita harus tetap seperti ini? Ar, aku bahagia bertemu dengan mu, aku sedih juga bertemu dengan mu. Ar aku ingin mendampingimu dari kamu masih sekolah hingga sekarang. Ar aku ingin aku yang menjadi bagian setiap moment hidup kamu. Aku mau jadi bagian itu Ar. 

"Kay.. lihat aku.. Hey Kay.. lihat mataku sini" Ar merespon seluruh ucapan kay dan memegang tangan kay.

"Kay, aku pun juga ingin seperti itu, kamu menjadi bagian disetiap perjalanan hidupku sampai tua kelak, Kay sama kamu itu bukan masalah kuantitas waktu, tapi kualitas kay. Kay, aku bahagia bertemu kamu walaupun baru sekarang, aku pun berharap bertemu kamu sejak 13 tahun atau 15 tahun lalu. Kay, lingkaran kita ternyata dekat kan? Harusnya aku bisa bertemu kamu sejak itu.. Aku ternyata punya hasil foto kamu belasan tahun lalu, dan bodohnya aku tidak mencari kamu. Aku hanya mengagumi kamu. Aku ternyata ada di satu tempat yang sama denganmu waktu itu, tapi aku tidak mencarimu. Kay.. Kalau tau kamu indah seperti ini, aku akan cari kamu sejak dulu Kay.

"Ar.. " Kay meresponn

"Ar. tapi realitasnya sekarang kita tak bisa bersama.. Ar kenyataannya aku tidak menema ni setiap perjalanan dan moment terpenting dari hidupmu, bukan aku Ar." tak terasa air mata kay pun jatuh

"Kay.. aku mau kamu, aku butuh kamu. Kay, sabar ya, aku gak bisa kasih janji apapun, tapi aku ingin kita tetap bersama, Kay perasaanku masih sama, aku sayang sama kamu, ku cinta kamu. Kay please... percaya sama aku ya..." Ar merespon kay sembari memeluknyaa..

"Kay.. aku tetap mau kamu sebagai kekasih ku.."  

--

Hanya namamu di hatiku
Jiwa dan raga takkan berdusta
Namun terkadang cinta
Terusik benci se-sa-at
Seribu musim takkan bisa
Menghibur hati yang penuh marah
Entah mengapa berpisah
Saat mulai men-ja-lin
Suara hati seorang kekasih
Bagai nyanyian surgawi
Takkan berdusta
Walau ketamakan merajai
Diri yang penuh emosi
Jauh di dasar hatiku
Tetap 'ku mau
Kau sebagai kasihku
Seribu musim takkan bisa
Menghibur hati yang penuh marah
Entah mengapa…

- melly goeslaw


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

24 Juni 2021 19.00

Kay menutup laptopnya dan bergegas untuk segera pulang. Angka pada smartwatchnya pun sudah menunjukkan jam 7 malam. Menyusuri lorong kantor menuju gerbang kantor seraya membuka telepon genggam dan membuka aplikasi pemutar lagu.

"play" - tanpa melihat lagu apa yang sedang diputar 

"Sudah,, sudahi semua bicara.. ku ingin segra berduaa.. dan pagi menjelang melahirkan mentari pagi. dann... Sudah.. Sudahi semua prasangka Dunia, berputarlah saja.. rekam peristiwa.. yang takkan terulangi lagi.. dan.." Sudah - Ardhito Pramono ðŸŽµðŸŽµðŸŽµ 

"hufftt. kenapa harus lagu ini sih yang terputar" hal itulah yang terlintas dipikiran Kay dan menghela nafas. 

Langkahnya sudah dipenghujung gerbang kantor, Kay pun menuju ke halte transjakarta seberang kantor sebelah kiri, sebelum melangkah menuju halte dia pun menengok ke sebelah kanan gerbang kantor, ada halte feeder. Halte dimana Kiran selalu melihat sosok pria yang menunggu kiran pulang kerja.

"huff.. " lagi-lagi menghela nafas

Kay selalu teringat apa yang pernah mereka lewati, setidaknya beberapa tahun belakang ini. Hari-hari yang menjadi hari yang paling menyenangkan menghabiskan waktu bersama dengan pria itu sekaligus menjadi hari yang paling menyakitkan, terutama ketika sudah sampai di rumahnya.

- 22 Juni 2021 -, 19.00 @ halte -

"Ar makasih ya udah selalu menyempatkan ke sini, padahal kondisi kita lagi gak enak" Kay memulai percakapannya setelah bertemu pria itu. Ar adalah penggila kay kepadanya sejak kejadian itu. Iya, bukan lagi dengan panggilan sayang atau panggilan lainnya. Sejak kejadian itu kata sayangpun tak pernah muncul dari mulut Ar, Kay pun merasa rasa itupun hilang dari Ar.

"Kay, selagi aku bisa ke sini, aku akan usahakan ketemu kamu ya. Aku kangen kay"

"Aku juga Ar. tapi sampai kapan kita harus bertahan seperti ini? Emang kamu kuat? Kamu bisa? Aku gak bisa Ar" Kay menjawabnya, tak terasa air mata kay jatuh ke pipi..

"Kay, sabar ya. Kasih aku waktu untuk membuat masalah ini membaik. Aku gatau kapan. Aku juga gak bisa janji seperti dulu lagi Kay, cita-cita kitapun terpaksa semakin jauh kay, terlihat jauh sekarang. Aku juga gak bisa memastikan itu semua" Ar jawab dengan suara lirih

"Ar, kamu tau itu, kamu tau bahwa kita tak bisa bareng, kamu tau aku sedih terus dan nangis terus setiap hari. Ar aku udah bilang dari awal, tapi kamu yang menahannya dulu. inget kan?" Ar terdiam

"Sekarang apa? Semua ucapanku kerjadian kan. Kamu janji sama aku untuk bisa melindungi aku, jaga namaku, jaga aku baik-baik. Tapi sekarang hancur Ar. Apa yang harus dipertahankan" Kay semakin tak kuat untuk membendung air matanya. Ar, hanya menatapnya dengan diam

"Gimana perasaanmu sekarang?" Lanjut Kay

"Kay, aku masih sama seperti kemarin, aku masih sayang sama kamu, aku masih cinta sama kamu, tapi aku cuma bisa bilang, aku masih mau sama kamu, aku masih ingin bareng Kay, aku gamau jauh.." 

"Kay, tapi kita gak bisa seperti dulu lagi, semoga masalah kita cepat berlalu kay. Sabar ya" Ar meyakinkan Kay

Kay Bukan seorang yang menganggap serius mengenai hubungan percintaan. Kay tak percaya dengan adanya cinta. Kay tak pernah memberikan 100% hatinya kepada seseorang. Kay yang memiliki keseruannya sendiri. Kay yang bisa mengontrol perasaannya bahwa tak boleh berharap kepada manusia, sisihkan kekecewaan atau harapan sebesar 70%. Kay.

Tapi tak begitu ketika Kay bertemu dengan Ar. Ar yang membuat Kay meruntuhkan apa yang Kay yakini sebelumnya. 

"Ar... Aku mau kita udahan" Ucap Kay terbata-bata. Kalimat yang sudah Kay ingin ucapkan sejak lama.

Seketika hening pun diantara mereka. Kay tak sanggup untuk berucap kembali. Ar hanya diam tak bisa berkata-katapun.

"Ar. udah tak ada harapan dan jalan buat kita. Ada jika kamu mau, Ada jika kita seperti dulu. Sekarang? Tidak ar" Kay pun melanjutkan ucapannya

"Ucapanmu kamu msi sayang ke aku omong kosong. Ar. Sekarang ini kita hanya menjalankan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan dari kita selama bertahun-tahun. Aku juga bukan prioritasmu sekarang, Hanya aku yang berharap untuk bertemu kamu setiap saat, Hanya aku yang mengingkan ini. Hanya aku yang kepikiran tanteng kita. Hanya aku yang sakit setiap melihat semuanya." Kay melanjutkannya sembari menarik nafas dan menyeka air mata dipipinya

"Tapi kamu  enggak Ar... Iya, kamu enggak. Kamu ingkar dengan janjimu untuk melindungi aku. Kamu yang janji untuk tak menyakiti aku, aku taruh semuanya ke kamu. Ar. pliss jangan kasih aku harapan lagi jika itu sudah tak mungkin ada jalannya. Ar plis aku gamau. Kamu yang meminta aku menulis perasaan ku, aku tulis semuanya, kamu hanya diam tak ada balas satu pun, kamu egois Ar. Aku cuma jadi apa di mata kamu. Ar.. Pliss kabulin permohonan ku ini.." 

Ar semkin terdiam. Malam itu jalanan pun lengang. Tak banyak kendaraan lewat depan halte. Mungkin alam semesta membisikan para pengendara untuk tak lewat jalan ini.

"Kay, aku gak bisa jawab sekarang. Aku masih ingin kamu dan kita, Kay. Kamu nenangin diri dulu ya... ini tentang kita Ar, bukan aku atau kamu.." respon Ar. Ar yang tak pernah mau meninggalkan Kay, tetapi Ar yang juga tak bisa memberikan janji atau kepastian apapun kepada kay

"Kay, sudah malam.. kita pulang yuk. Aku antar ya. Aku harus cepat sampai rumah sudah dicari orang rumah" Lanjut Ar

Kay.. kay yang tidak bisa mengelak saat diajak pulang, Kay yang benci dengan hal ini semua..

"Ar. maaf ya, aku harus membuat diriku bahagia dengan cara terbaik menurutku. Ar, aku gamau dibilang omong kosong, aku gak kuat Ar, bener-bener gak kuat. Aku kangen kita, Ar. Kamu sayang kan sama aku? Kamu mau lihat aku bahagia seperti kemarin kan? Kamu gak bisa kasih itu semua sekarang Ar. Aku harus gini sampai kapan? Semakin pudar Ar. Jalan itu semakin berkabut, semakin tertutup, Kamu sendiri yang bilang itu ke aku, tapi kamu juga yang tak mau melepaskan aku. Kamu egois Ar."

Malam itu adalah pertemuan terakhir Kay dengan Ar. 

Kay memilih untuk tidak menjawab pesan apapun dari Ar. 

Tetapi Kay yang selalu kangen dengan Ar. 

Pria yang membuat Kay bisa tersenyum setiap hari sekaligus menangis setiap hari, Pria yang penuh kejutan,  yang selalu menjaga agar mood Kay baik dan (dulu) berani menanggung apapun, yang selalu memastikan Kay tidak menangis dan jika menangis dia yang menengai, yang selalu mengajak ke tempat-tempat tak terduga, yang selalu memberikan atensinya ketika Kay ngomong tentang apapun bahkan hal sepele, yang selalu takut menatap lama-lama mata Kay karena menurutnya mata Kay membuatnya jatuh cinta,yang membuat Kay tak terasa bahwa sehari itu 24jam, yang membuat Kay selalu semangat membuka telpon genggam dipagi hari untuk menyapa dan mendapat kiriman foto. 

--

Sudah.. Sudahi malam yang duka.. Dunia, kau 'kan baik saja.. Hujan akan tiba ..Melahirkan pelangi
Belajar memahami masa depan.. Takkah yang disimpan akan tenang? Melahirkan semua nada indah.. Mencoba menjadi bahagiamu sendiri
Sudah.. Lupakan semua derita.. Doa semesta menjaga.. Luka akan hilang.. Perlahan terobati, oh ðŸŽµðŸŽµðŸŽµ

Belajar memahami masa depan.. Takkah yang disimpan akan tenang?.. Melahirkan semua nada indah.. Mencoba menjadi bahagiamu sendiri ðŸŽµðŸŽµðŸŽµ

..

illustration by Lori Malkhassian


--

Inspired: Sudah - Ardhito Pranomo

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

2012..

Senin itu aku naik KRL dan tepat di depanku seorang pria berbadan tegap, tinggi kira2 173cm, berjenggot, menggunakan jam swiss army, berbaju rapih, dan sangat wangi. Lalu dia tersenyum padaku. Ntah mengapa akupun jadi salah tingkah dibuatnya. Aku pun naik dari stasiun kebayoran dan ternyata kami sama-sama turun di stasiun tanah abang lalu berpisah.

Esok hari aku pun kembali naik KRL, aku tak terpikir akan ketemu orang yang sama seperti kemarin. Seperti kemarin, Aku pun naik di st.kebayoran dengan gerbong tengah yang acak (random).. dan ketika aku memasuki gerbong aku kembali berhadapan dengan pria yang kemarin dan dia kembali tersenyum. dan lagi-lagi aku salah tingkat ditambah bingung. aku menunduk dan tersipu malu, ntah apa warna pipi ku ini, apakah semerah jambu, atau semerah delima.. akupun berfikir  “ada kah hal yang bisa kebetulan untuk beberapa kali dan berulang. Ah tapi baru dua kali dan sangat wajar Pengguna KRL jam segini kan orang nya yaaa hanya itu2 saja. jadi wajar banget aku ketemu lagi dengan dia”

Hari ketiga keempat kelima kejadian ini selalu sama. seorang pria asing tersebut selalu membuat tersenyum hingga salah tingkah, hanya bertatap muka, melempar senyum, membuat pipiku merona merah dan tentunya membuatku bersemangat pagi hari. sejak kejadian di hari ketiga, membuatku semangat untuk bangun lebih awal dan berias diri agar terlihat manis di depannya. ntah kenapa aku melakukan ini, hal yang sangat jarang aku lakukan. hampir memakan waktu 30 menit hanya untuk memilih baju, 30 menit untuk berias manis, tidak menor dan tetap menarik perhatian.

waktu pun sudah berjalan 28 hari dan selalu kebetulan yang sama selama 28 hari. tapi mengapa dia tak ada keberanian untuk menyapaku terlebih dahulu. apa harus aku yang menyapanya? ohhhh no. tentu tidak. itu tidak boleh terjadi. walaupun aku sekarang hidup di zaman milenia dimana perempuan mempunyai hak yang (hampir) sama denga pria, menurutku untuk maju dan kenal duluan tidak ada dikamus hidupku ini, terlebih lagi ini orang asing, tidak tau darimana. Ah tapi aku pernah berkenalan duluan dengan pria, tetapi itu dalam lingkungan sekolah, bukan dengan orang asing atau orang yang ingin dijadikan teman spesial.

tetapi aku gemas sendiri, kenapa dia melakukan hal ini terhadapku. hufftt.

..

Hari ke 29 aku tak bertemu dengannya di gerbong ini. Aku gelisah. Aku cemas. Aku tak bersemangat. Aku sedih tidak ada sapaan senyum pagi lagi yang membuat semangatku akhir-akhir ini selalu tinggi. Aku berpikir, mungkin besok bisa ketemu dengannya dan pertemuan kebetulan yang ke 30.

Esok nya ternyata sama saja, akupun tak bertemu dengannya.. apa aku salah gerbong? apa dia tak mau menemuiku lagi dengan berpindah gerbong.. sepanjang perjalanan aku pun berpikir kemungkinan yang terjadi..

hari ke 31 pun seperti ini kembali.. Aku berpikir keras bagaimana menemukannya jika dia di gerbong yang berbeda. ah iya, setibanya di Tanah Abang, aku harus segera turun dan menunggu seluruh penumpang turun untuk melihat penumpang dari seluruh gerbong. 30 menit aku menunggu dan mencari-cari, tetapi hasilnya nihil. semangatku seperti hilang bersamaan dengan dirinya yang tiba-tiba menghilang.

dan aktivitas ini selalu ku lakukan setiap hari ketika aku menggunakan krl.. setiap hari, dan aku berharap dan selalu berharap segala kemungkinan yang terjadi bahwa aku akan bertemu dengannyaa.

aku pun kesal terhadap diriku sendiri, kenapa aku tak pernah memulai duluan hanya sekedar "Hai, Halo, Kerja dimana..."

..

2016.

Rabu pagi, ntah kenapa aku memilih naik krl dibandingkan diantar. sekiranya sudah 1 tahun aku tidak pernah naik KRL lagi. Pagi-pagi jam 07.00 aku sudah stanby di st.kebayoran. aku memilih naik Gerbong ditengah dan aku tak memilih ingin naik di gerbong nomor berapa. kereta datang dan pintu gerbong dibuka, aku pun dengan santainya memasuki Gerbong. Merapihkan baju, menggantungkan tangan dipegangan tangan, dan firasat apa yang membawaku ini untuk menengok ke arah depan serong kanan, persis di serong depan ku. jarak kami sangat dekat.

aku melihatnyaa. setelah 4 tahun lalu. pria asing yang membuat 28 hariku bahagia dan bersemangat, yang membuatku harus meluangkan waktu 1 jam lebih dini untuk bangun dan lebih lama di cermin, yang membuatku harus menunggu hingga 30 menit setelah kereta tiba di St. Tanah Abang, berulang selama 3 tahun.

Aku tersenyum lebar, ingin rasanya menyapaa tapi ku tahan. aku sedang menikmati senyumnya dan wanginya yang sama dengan wangi 4 tahun lalu.

dia tersenyumm lama kepadaku dan ada suara keluar dari mulutnya "HAI".

aku semakin salah tingkah dan membalas senyumannya sembari membalas mengucapkan sapaan paginya “hai” juga.

yaaa hanya Hai saja. 3 huruf, 1 kata "HAI"

kami berdua diam.. dan beberapa saat kemudian aku mendengar suara dari dirinya..

“sudah lama ya kita tidak bertemu sejak 4 tahun yang lalu. Kamu tidak berubah sejak waktu pertama saya lihat, ya tepat 4 tahun lalu di gerbong yang sama”.

Aku membalas obrolannya "oiyaah..." dan sambil tersenyum kepadanya.

dan kami sama-sama melihat kearah tangan yang menggenggam pegangan kereta, masing-masing mata tertuju kepada jari manis tangan kanan kami yang sama-sama telah terpasang cincin.. dan tersenyum..

kehingan pun kembali menyapa kami kembali..
---

cerita ini hanya fiksi belaka.



Share
Tweet
Pin
Share
6 Comments
Older Posts

About me

About Me

Catatan Cerita.

Aku suka bercerita. Aku senang kalau kamu suka. Selamat menikmati

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

recent posts

Categories

  • Laugh
  • Love
  • Travelling
  • life

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Apr (1)
      • Selamat berpuasa
    • ►  Feb (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Jul (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2017 (15)
    • ►  Dec (1)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jul (3)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (2)
    • ►  Apr (1)
    • ►  Mar (1)
  • ►  2016 (9)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Jun (1)
    • ►  May (1)
    • ►  Apr (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  Apr (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Feb (2)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Jan (1)
  • ►  2010 (4)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Jan (2)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Aug (1)

Followers

Total Pageviews

Link

1minggu1cerita
Blogger Perempuan

Facebook

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates